<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Kasus Rabies di NTT, Pemerintah Akan Lakukan Pendataan Penduduk Anjing</title><description>Diharapkan dengan adanya pendataan penduduk anjing ini akan memastikan vaksinasi yang ditargetkan 70% dari total anjing di NTT</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/21/337/2924734/atasi-kasus-rabies-di-ntt-pemerintah-akan-lakukan-pendataan-penduduk-anjing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/21/337/2924734/atasi-kasus-rabies-di-ntt-pemerintah-akan-lakukan-pendataan-penduduk-anjing"/><item><title>Atasi Kasus Rabies di NTT, Pemerintah Akan Lakukan Pendataan Penduduk Anjing</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/21/337/2924734/atasi-kasus-rabies-di-ntt-pemerintah-akan-lakukan-pendataan-penduduk-anjing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/21/337/2924734/atasi-kasus-rabies-di-ntt-pemerintah-akan-lakukan-pendataan-penduduk-anjing</guid><pubDate>Selasa 21 November 2023 20:12 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/21/337/2924734/atasi-kasus-rabies-di-ntt-pemerintah-akan-lakukan-pendataan-penduduk-anjing-uAUTYexR6d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/21/337/2924734/atasi-kasus-rabies-di-ntt-pemerintah-akan-lakukan-pendataan-penduduk-anjing-uAUTYexR6d.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMS8xLzE3NDAyMi81L3g4cHRsNDU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan akan ada pendataan penduduk anjing untuk mengatasi kasus rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Muhadjir mengatakan pendataan penduduk anjing ini akan dilakukan oleh Satgas Terpadu Penanganan Darurat Rabies atas permohonan Gubernur NTT di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BACA JUGA:
Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Setelah Imbang 1-1 atas Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Diharapkan dengan adanya pendataan penduduk anjing ini akan memastikan vaksinasi yang ditargetkan 70% dari total anjing di NTT, sehingga akan terbentuk herd immunity.
&amp;ldquo;Jadi nanti kita minta di Satgas, tadi saya sudah minta supaya ada pendataan penduduk anjing di NTT. Sehingga nanti kita bisa pastikan ketika ada vaksinasi 70% anjing yang ada di sana sudah tervaksin,&amp;rdquo; ungkap Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (21/11/2023).

BACA JUGA:
Bangun Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jasa Marga Dapat Utang Rp7,3 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tadi juga sudah diputuskan di kita minta supaya pemerintah daerah melakukan pendataan binatang yang potensi membawa penyakit rabies terutama anjing,&amp;rdquo; tambahnya.Sementara itu, kata Muhadjir, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, menyampaikan agar ada dana operasional, yang mestinya itu dialokasikan di Pemda. Dia mengatakan dana yang digunakan akan diambil dari dana siap pakai BNPB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Babak Pertama Timnas Argentina U-17 vs Venezuela U-17: Ngamuk, La Albiceleste Muda Unggul 3-0

&amp;ldquo;Tapi kelihatannya pemerintah mereka belum siap untuk itu. Karena itulah pertimbangan kita putuskan nanti diambil alih oleh BNPB, termasuk koordinasinya dengan pusat nanti melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan dan juga dan operasional yang dibutuhkan itu,&amp;rdquo; pungkasnya.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMS8xLzE3NDAyMi81L3g4cHRsNDU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan akan ada pendataan penduduk anjing untuk mengatasi kasus rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Muhadjir mengatakan pendataan penduduk anjing ini akan dilakukan oleh Satgas Terpadu Penanganan Darurat Rabies atas permohonan Gubernur NTT di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BACA JUGA:
Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Setelah Imbang 1-1 atas Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Diharapkan dengan adanya pendataan penduduk anjing ini akan memastikan vaksinasi yang ditargetkan 70% dari total anjing di NTT, sehingga akan terbentuk herd immunity.
&amp;ldquo;Jadi nanti kita minta di Satgas, tadi saya sudah minta supaya ada pendataan penduduk anjing di NTT. Sehingga nanti kita bisa pastikan ketika ada vaksinasi 70% anjing yang ada di sana sudah tervaksin,&amp;rdquo; ungkap Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (21/11/2023).

BACA JUGA:
Bangun Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jasa Marga Dapat Utang Rp7,3 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tadi juga sudah diputuskan di kita minta supaya pemerintah daerah melakukan pendataan binatang yang potensi membawa penyakit rabies terutama anjing,&amp;rdquo; tambahnya.Sementara itu, kata Muhadjir, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, menyampaikan agar ada dana operasional, yang mestinya itu dialokasikan di Pemda. Dia mengatakan dana yang digunakan akan diambil dari dana siap pakai BNPB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Babak Pertama Timnas Argentina U-17 vs Venezuela U-17: Ngamuk, La Albiceleste Muda Unggul 3-0

&amp;ldquo;Tapi kelihatannya pemerintah mereka belum siap untuk itu. Karena itulah pertimbangan kita putuskan nanti diambil alih oleh BNPB, termasuk koordinasinya dengan pusat nanti melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan dan juga dan operasional yang dibutuhkan itu,&amp;rdquo; pungkasnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
