<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6.571 Jiwa Terdampak Banjir Aceh Tenggara, BNPB: Mulai Surut</title><description>Banjir tersebut berawal pasca hujan deras melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan menyebabkan meluapnya beberapa sungai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/21/340/2924247/6-571-jiwa-terdampak-banjir-aceh-tenggara-bnpb-mulai-surut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/21/340/2924247/6-571-jiwa-terdampak-banjir-aceh-tenggara-bnpb-mulai-surut"/><item><title>6.571 Jiwa Terdampak Banjir Aceh Tenggara, BNPB: Mulai Surut</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/21/340/2924247/6-571-jiwa-terdampak-banjir-aceh-tenggara-bnpb-mulai-surut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/21/340/2924247/6-571-jiwa-terdampak-banjir-aceh-tenggara-bnpb-mulai-surut</guid><pubDate>Selasa 21 November 2023 09:53 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/21/340/2924247/6-571-jiwa-terdampak-banjir-aceh-tenggara-bnpb-mulai-surut-lERU0oG5h4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Aceh Tenggara (Foto : BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/21/340/2924247/6-571-jiwa-terdampak-banjir-aceh-tenggara-bnpb-mulai-surut-lERU0oG5h4.jpg</image><title>Banjir di Aceh Tenggara (Foto : BNPB)</title></images><description>


JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir di Kabupaten Aceh Tenggara berdampak pada 1.804 KK atau 6.571 jiwa dan 2 warga alami luka-luka. Sebanyak 5 unit rumah warga alami rusak berat, 1 rumah rusak sedang dan 1 rumah rusak ringan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari pun mengatakan dari laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Aceh Tenggara banjir yang merendam 15 Kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara sejak Senin (13/11) lalu perlahan mulai surut.
&quot;Banjir tersebut berawal pasca hujan deras melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan menyebabkan meluapnya beberapa sungai hingga ke permukiman warga,&quot; ujar Aam sapaan akrab Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa (21/11/2023).

BACA JUGA:
Banjir Rendam 2 Desa di Rokan Hulu Riau, 543 Rumah Terdampak

Adapun 15 kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Bambel, Kecamatan Semadam, Kecamatan Babussalam, Kecamatan Lawe Bulan, Kecamatan Ketambe, Kecametan Lawe Sumur, Kecamatan Bukit Tusam, Kecamatan Tanoh Alas, Kecamatan Babul Rahmah, Kecamatan Lawe Alas, Kecamatan Darul Hasanah, Kecamatan Deleng Pokhisen, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kecamatan Babul Makmur dan Kecamatan Badar.
Aam mengatakan beberapa fasilitas umum juga dilaporkan turut terkena imbas dari banjir. Tiga jalan nasional lumpuh terendam lumpur material banjir, jebolnya tanggul di sebagian desa terdampak, 468 ha lahan pertanian terendam, dua sekolah dan dua masjid turut terdampak.

BACA JUGA:
Ganjar Bakal Terapkan Program SMK Gratis di Jateng Jadi Program Nasional

Untuk mempercepat penanganan banjir, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara telah mengeluarkan Status Tanggap Darurat bencana banjir. Sementara itu BPBD Kabupaten Aceh Tenggara beserta dinas terkait turut melakukan penanganan dengan melakukan kaji cepat, menurunkan sejumlah alat berat untuk pembersihan material, membuat dapur umum, membuat jembatan darurat untuk mempermudah aktifitas warga, serta melakukan normalisasi dan perbaikan tanggul yang rusak.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan sebagian wilayah Provinsi Aceh pada hari ini Selasa (21/11) dan esok hari Rabu (22/11).
Merespon potensi tersebut, Aam mengatakan BNPB telah mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi bencana, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir.
&quot;Rutin melakukan pengecekan kondisi sepanjang tanggul sungai, memantau debit air sungai di saat hujan terjadi dan membentuk tim siaga bencana tingkat desa untuk mempercepat penanganan pertama,&quot; imbaunya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir di Kabupaten Aceh Tenggara berdampak pada 1.804 KK atau 6.571 jiwa dan 2 warga alami luka-luka. Sebanyak 5 unit rumah warga alami rusak berat, 1 rumah rusak sedang dan 1 rumah rusak ringan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari pun mengatakan dari laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Aceh Tenggara banjir yang merendam 15 Kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara sejak Senin (13/11) lalu perlahan mulai surut.
&quot;Banjir tersebut berawal pasca hujan deras melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan menyebabkan meluapnya beberapa sungai hingga ke permukiman warga,&quot; ujar Aam sapaan akrab Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa (21/11/2023).

BACA JUGA:
Banjir Rendam 2 Desa di Rokan Hulu Riau, 543 Rumah Terdampak

Adapun 15 kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Bambel, Kecamatan Semadam, Kecamatan Babussalam, Kecamatan Lawe Bulan, Kecamatan Ketambe, Kecametan Lawe Sumur, Kecamatan Bukit Tusam, Kecamatan Tanoh Alas, Kecamatan Babul Rahmah, Kecamatan Lawe Alas, Kecamatan Darul Hasanah, Kecamatan Deleng Pokhisen, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kecamatan Babul Makmur dan Kecamatan Badar.
Aam mengatakan beberapa fasilitas umum juga dilaporkan turut terkena imbas dari banjir. Tiga jalan nasional lumpuh terendam lumpur material banjir, jebolnya tanggul di sebagian desa terdampak, 468 ha lahan pertanian terendam, dua sekolah dan dua masjid turut terdampak.

BACA JUGA:
Ganjar Bakal Terapkan Program SMK Gratis di Jateng Jadi Program Nasional

Untuk mempercepat penanganan banjir, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara telah mengeluarkan Status Tanggap Darurat bencana banjir. Sementara itu BPBD Kabupaten Aceh Tenggara beserta dinas terkait turut melakukan penanganan dengan melakukan kaji cepat, menurunkan sejumlah alat berat untuk pembersihan material, membuat dapur umum, membuat jembatan darurat untuk mempermudah aktifitas warga, serta melakukan normalisasi dan perbaikan tanggul yang rusak.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan sebagian wilayah Provinsi Aceh pada hari ini Selasa (21/11) dan esok hari Rabu (22/11).
Merespon potensi tersebut, Aam mengatakan BNPB telah mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi bencana, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir.
&quot;Rutin melakukan pengecekan kondisi sepanjang tanggul sungai, memantau debit air sungai di saat hujan terjadi dan membentuk tim siaga bencana tingkat desa untuk mempercepat penanganan pertama,&quot; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
