<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima TNI Sebut Pendekatan Smart Power dalam Penanganan Isu Papua, Apa Saja?</title><description>Agus pun menyebut program utamanya dalam penanganan sejumlah isu Papua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/22/337/2925414/panglima-tni-sebut-pendekatan-smart-power-dalam-penanganan-isu-papua-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/22/337/2925414/panglima-tni-sebut-pendekatan-smart-power-dalam-penanganan-isu-papua-apa-saja"/><item><title>Panglima TNI Sebut Pendekatan Smart Power dalam Penanganan Isu Papua, Apa Saja?</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/22/337/2925414/panglima-tni-sebut-pendekatan-smart-power-dalam-penanganan-isu-papua-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/22/337/2925414/panglima-tni-sebut-pendekatan-smart-power-dalam-penanganan-isu-papua-apa-saja</guid><pubDate>Rabu 22 November 2023 20:39 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Farhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/22/337/2925414/panglima-tni-sebut-pendekatan-smart-power-dalam-penanganan-isu-papua-apa-saja-iH5PEgJKrx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/22/337/2925414/panglima-tni-sebut-pendekatan-smart-power-dalam-penanganan-isu-papua-apa-saja-iH5PEgJKrx.jpg</image><title>Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA4Mi81L3g4cHVwMzM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, pada hari ini, Rabu (22/11/2023).
Selepas melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) dengan Panglima sebelumnya, Laksamana TNI Yudo Margono, Agus pun menyebut program utamanya dalam penanganan sejumlah isu Papua.
Agus mengatakan bahwa penanganan Papua menjadi salah satu program utama TNI di masa jabatannya. Selain memfokuskan menangani Organisasi Papua Merdeka (OPM), Agus menjelaskan pendekatan yang dilakukan guna menangani polemik keamanan di Tanah Cendrawasih itu.

BACA JUGA:
Menteri Basuki: Kementerian PUPR Dukung Pengembangan Energi Hijau Lewat Infrastruktur

&quot;Mungkin rekan-rekan sudah monitor juga visi misi saya pada saat saya fit and proper test, jadi menghadapi Papua harus smart power,&quot; ungkap Agus saat jumpa pers selepas sertijab di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menyebutkan ada dua metode dalam melaksanakan smart power tangani masalah di Papua. Jika mengacu pada metode pertama, Agus menyebutkan metode soft power sebagai langkah pengamanan menghadapi KKB.

BACA JUGA:
AS dan Indonesia Akan Selenggarakan Latihan Militer Keris Marine Exercise 2023

&quot;(Jika) menggunakan soft power. kita akan kedepankan operasi teritorial,&quot; tutur Agus.
Operasi teritorial adalah bentuk kegiatan TNI yang mengutamakan pendekatan merangkut masyarakat lokal. Kegiatan operasi teritorial ini dilakukan semisal dengan mengerahkan anggota TNI dalam pelayanan sosial seperti menjadi guru atau dokter bagi masyarakat.Di sisi lain, Agus pun menyebutkan metode kedua dari smart power yang berupa hard power. Pendekatan hard power kepada KKB yang mengancam keselamatan jiwa menggunakan senjata api.
&quot;Kemudian hard power-nya, karena mereka masih kombatan (kelompok bersenjata api) jadi tetap akan kita lawan dengan senjata. Tentunya pasukan kita yang terlatih tadi yang saya sampaikan di awal, well-trained,&quot; tutur Agus.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA4Mi81L3g4cHVwMzM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, pada hari ini, Rabu (22/11/2023).
Selepas melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) dengan Panglima sebelumnya, Laksamana TNI Yudo Margono, Agus pun menyebut program utamanya dalam penanganan sejumlah isu Papua.
Agus mengatakan bahwa penanganan Papua menjadi salah satu program utama TNI di masa jabatannya. Selain memfokuskan menangani Organisasi Papua Merdeka (OPM), Agus menjelaskan pendekatan yang dilakukan guna menangani polemik keamanan di Tanah Cendrawasih itu.

BACA JUGA:
Menteri Basuki: Kementerian PUPR Dukung Pengembangan Energi Hijau Lewat Infrastruktur

&quot;Mungkin rekan-rekan sudah monitor juga visi misi saya pada saat saya fit and proper test, jadi menghadapi Papua harus smart power,&quot; ungkap Agus saat jumpa pers selepas sertijab di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menyebutkan ada dua metode dalam melaksanakan smart power tangani masalah di Papua. Jika mengacu pada metode pertama, Agus menyebutkan metode soft power sebagai langkah pengamanan menghadapi KKB.

BACA JUGA:
AS dan Indonesia Akan Selenggarakan Latihan Militer Keris Marine Exercise 2023

&quot;(Jika) menggunakan soft power. kita akan kedepankan operasi teritorial,&quot; tutur Agus.
Operasi teritorial adalah bentuk kegiatan TNI yang mengutamakan pendekatan merangkut masyarakat lokal. Kegiatan operasi teritorial ini dilakukan semisal dengan mengerahkan anggota TNI dalam pelayanan sosial seperti menjadi guru atau dokter bagi masyarakat.Di sisi lain, Agus pun menyebutkan metode kedua dari smart power yang berupa hard power. Pendekatan hard power kepada KKB yang mengancam keselamatan jiwa menggunakan senjata api.
&quot;Kemudian hard power-nya, karena mereka masih kombatan (kelompok bersenjata api) jadi tetap akan kita lawan dengan senjata. Tentunya pasukan kita yang terlatih tadi yang saya sampaikan di awal, well-trained,&quot; tutur Agus.





</content:encoded></item></channel></rss>
