<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Medan Curam, Petugas Kesulitan Padamkan Api di Gunung Panderman Batu   </title><description>Pemadaman api di Gunung Panderman Kota Batu mengalami kendala medan terjal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/22/519/2924996/medan-curam-petugas-kesulitan-padamkan-api-di-gunung-panderman-batu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/22/519/2924996/medan-curam-petugas-kesulitan-padamkan-api-di-gunung-panderman-batu"/><item><title> Medan Curam, Petugas Kesulitan Padamkan Api di Gunung Panderman Batu   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/22/519/2924996/medan-curam-petugas-kesulitan-padamkan-api-di-gunung-panderman-batu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/22/519/2924996/medan-curam-petugas-kesulitan-padamkan-api-di-gunung-panderman-batu</guid><pubDate>Rabu 22 November 2023 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/22/519/2924996/medan-curam-petugas-kesulitan-padamkan-api-di-gunung-panderman-batu-LLK17H8nOP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/22/519/2924996/medan-curam-petugas-kesulitan-padamkan-api-di-gunung-panderman-batu-LLK17H8nOP.jpg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>

KOTA BATU - Pemadaman api di Gunung Panderman Kota Batu mengalami kendala medan terjal. Bahkan kemiringan medan di lokasi kebakaran mencapai kemiringan 60 derajat.

Kasi Kedaruratan BPBD Kota Batu, Doddy Fatturachman menyatakan, medan terjal menjadi tantangan bagi tim pemadam gabungan. Pasalnya kemiringan di lokasi hingga 60 derajat yang menyulitkan tim.

&quot;Medan terjal susah, posisinya di tebing gitu kemiringan curam, orangnya jalan ke sana susah,&quot; kata Doddy Fatturachman, dihubungi MPI, Rabu (22/11/2023).

BACA JUGA:
Kebakaran Gunung Panderman Batu Meluas, Personel Gabungan Tambahan Dikerahkan

Hal ini membuat proses pemadaman api dilakukan secara manual. Tim gabungan menggunakan akar ranting pohon besar memukul-mukulkan titik api, dan membuat sekat agar api tidak menyebar ke titik lain.

&quot;Pemadaman manual tidak bisa menggunakan air, bawa orangnya saja susah, orangnya saja jalan dua sampai tiga jam ke titik lokasi,&quot; ucapnya.

Selain medan terjal, tiupan angin di atas juga cukup kencang. Dari laporan tim dan koordinasi dengan BMKG angin di Gunung Panderman berkecepatan 30 kilometer per jam.

BACA JUGA:
Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Letusan 1.900 Meter di Atas Puncak&amp;nbsp; &amp;nbsp;
&quot;Angin juga faktor pendukungnya susah pemadaman, angin merambatnya api itu semakin luas, jadi proses pemadaman manual, nggak bisa bawa air susah,&quot; tukasnya.



Sebelumnya diberitakan, lahan hutan di Gunung Panderman Kota Batu terbakar pada Selasa sore (21/11/2023). Titik api pertama muncul di sebuah pohon yang ada di petak 227 RPH Oro-oro Ombo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Api awalnya membakar satu buah pohon kemudian menyebar hingga beberapa titik api.



Sebanyak sekitar 40 personel gabungan dikerahkan dari BPBD, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, TNI polri, relawan, hingga masyarakat sekitar gunung. Mereka terbagi menjadi dua tim yang berangkat dari dua pos berbeda.

</description><content:encoded>

KOTA BATU - Pemadaman api di Gunung Panderman Kota Batu mengalami kendala medan terjal. Bahkan kemiringan medan di lokasi kebakaran mencapai kemiringan 60 derajat.

Kasi Kedaruratan BPBD Kota Batu, Doddy Fatturachman menyatakan, medan terjal menjadi tantangan bagi tim pemadam gabungan. Pasalnya kemiringan di lokasi hingga 60 derajat yang menyulitkan tim.

&quot;Medan terjal susah, posisinya di tebing gitu kemiringan curam, orangnya jalan ke sana susah,&quot; kata Doddy Fatturachman, dihubungi MPI, Rabu (22/11/2023).

BACA JUGA:
Kebakaran Gunung Panderman Batu Meluas, Personel Gabungan Tambahan Dikerahkan

Hal ini membuat proses pemadaman api dilakukan secara manual. Tim gabungan menggunakan akar ranting pohon besar memukul-mukulkan titik api, dan membuat sekat agar api tidak menyebar ke titik lain.

&quot;Pemadaman manual tidak bisa menggunakan air, bawa orangnya saja susah, orangnya saja jalan dua sampai tiga jam ke titik lokasi,&quot; ucapnya.

Selain medan terjal, tiupan angin di atas juga cukup kencang. Dari laporan tim dan koordinasi dengan BMKG angin di Gunung Panderman berkecepatan 30 kilometer per jam.

BACA JUGA:
Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Letusan 1.900 Meter di Atas Puncak&amp;nbsp; &amp;nbsp;
&quot;Angin juga faktor pendukungnya susah pemadaman, angin merambatnya api itu semakin luas, jadi proses pemadaman manual, nggak bisa bawa air susah,&quot; tukasnya.



Sebelumnya diberitakan, lahan hutan di Gunung Panderman Kota Batu terbakar pada Selasa sore (21/11/2023). Titik api pertama muncul di sebuah pohon yang ada di petak 227 RPH Oro-oro Ombo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Api awalnya membakar satu buah pohon kemudian menyebar hingga beberapa titik api.



Sebanyak sekitar 40 personel gabungan dikerahkan dari BPBD, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, TNI polri, relawan, hingga masyarakat sekitar gunung. Mereka terbagi menjadi dua tim yang berangkat dari dua pos berbeda.

</content:encoded></item></channel></rss>
