<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Orang Belanda Zaman Dulu Dipanggil Noni dan Sinyo?</title><description>Hal ini seiring masyarakat Indonesia memiliki julukan atau panggilan kepada orang Belanda&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/23/337/2925067/kenapa-orang-belanda-zaman-dulu-dipanggil-noni-dan-sinyo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/23/337/2925067/kenapa-orang-belanda-zaman-dulu-dipanggil-noni-dan-sinyo"/><item><title>Kenapa Orang Belanda Zaman Dulu Dipanggil Noni dan Sinyo?</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/23/337/2925067/kenapa-orang-belanda-zaman-dulu-dipanggil-noni-dan-sinyo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/23/337/2925067/kenapa-orang-belanda-zaman-dulu-dipanggil-noni-dan-sinyo</guid><pubDate>Kamis 23 November 2023 07:34 WIB</pubDate><dc:creator>Cita Najma Zenitha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/22/337/2925067/kenapa-orang-belanda-zaman-dulu-dipanggil-noni-dan-sinyo-nLj0KxG5h4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi alasan orang Belanda dijuluki Noni (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/22/337/2925067/kenapa-orang-belanda-zaman-dulu-dipanggil-noni-dan-sinyo-nLj0KxG5h4.jpg</image><title>Ilustrasi alasan orang Belanda dijuluki Noni (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA- Kenapa orang Belanda zaman dulu dipanggil Noni dan Sinyo? Hal ini seiring masyarakat Indonesia memiliki julukan atau panggilan kepada orang Belanda yang tinggal di Indonesia.
Apalagi, beberapa kebudayaan dari  Belanda  menjadi akulturasi di Indonesia. Salah satunya, makanan, atau beberapa nama jalan termasuk istilah nama atau panggilannya.

BACA JUGA:
 Kisah Bung Karno Ketika Melihat Noni Belanda yang Menolak Lamarannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lantas kenapa orang Belanda zaman dulu dipanggil Noni dan Sinyo?
Menghimpun berbagai sumber, orang Belanda zaman dulu dipanggil Noni dan Sinyo karena memiliki darah keturunan dari wanita Indonesia. Sinyo merujuk kepada anak laki-laki yang belum menikah hasil peranakan Belanda-Indonesia. Sedangkan, noni merupakan julukan anak perempuan keturunan Belanda-Indonesia.
Perkawinan Belanda-Indonesia terjadi karena keberadaan orang Belanda di Indonesia didominasi oleh pria. Sulit bagi mereka menemukan wanita Eropa di Indonesia.

BACA JUGA:
Provokasi Belanda di Pertempuran Sibolga Hancurkan Perjanjian Linggarjati

Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak pria Belanda memiliki nyai yang berperan mengatur rumah tangga sekaligus menjadi teman tidur (gundik). Dari praktik pergundikan ini lahirlah keturunan campuran Belanda dan wanita Indonesia yang dikenal sebagai Sinyo dan Noni.
Anak-anak hasil perkawinan Belanda-Indonesia cenderung memiliki cara berpikir seperti orang Belanda. Mereka bersekolah di sekolah Belanda dan berbicara bahasa Belanda.
Namun, mereka memiliki pandangan rasis tentang masyarakat pribumi. Sinyo dan Noni tidak mau disamakan seperti masyarakat pribumi walaupun mengetahui ibu mereka berasal dari Indonesia.
Ironisnya mereka juga mendapat pandangan negatif dan rasisme dari orang Eropa atau orang Belanda tulen. Keberadaan mereka diposisikan jauh di bawah orang Belanda asli karna mereka memiliki darah campuran.
Dapat dikatakan bahwa julukan Sinyo dan Noni merupakan panggilan rasis dari orang Eropa kepada anak hasil perkawinan Belanda-Indonesia. Sebagaimana yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dalam cerita tetralogi Pulau Buru: Bumi Manusia (1980).
Demikian penjelasan kenapa orang Belanda zaman dulu dipanggil Noni dan Sinyo.
</description><content:encoded>JAKARTA- Kenapa orang Belanda zaman dulu dipanggil Noni dan Sinyo? Hal ini seiring masyarakat Indonesia memiliki julukan atau panggilan kepada orang Belanda yang tinggal di Indonesia.
Apalagi, beberapa kebudayaan dari  Belanda  menjadi akulturasi di Indonesia. Salah satunya, makanan, atau beberapa nama jalan termasuk istilah nama atau panggilannya.

BACA JUGA:
 Kisah Bung Karno Ketika Melihat Noni Belanda yang Menolak Lamarannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lantas kenapa orang Belanda zaman dulu dipanggil Noni dan Sinyo?
Menghimpun berbagai sumber, orang Belanda zaman dulu dipanggil Noni dan Sinyo karena memiliki darah keturunan dari wanita Indonesia. Sinyo merujuk kepada anak laki-laki yang belum menikah hasil peranakan Belanda-Indonesia. Sedangkan, noni merupakan julukan anak perempuan keturunan Belanda-Indonesia.
Perkawinan Belanda-Indonesia terjadi karena keberadaan orang Belanda di Indonesia didominasi oleh pria. Sulit bagi mereka menemukan wanita Eropa di Indonesia.

BACA JUGA:
Provokasi Belanda di Pertempuran Sibolga Hancurkan Perjanjian Linggarjati

Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak pria Belanda memiliki nyai yang berperan mengatur rumah tangga sekaligus menjadi teman tidur (gundik). Dari praktik pergundikan ini lahirlah keturunan campuran Belanda dan wanita Indonesia yang dikenal sebagai Sinyo dan Noni.
Anak-anak hasil perkawinan Belanda-Indonesia cenderung memiliki cara berpikir seperti orang Belanda. Mereka bersekolah di sekolah Belanda dan berbicara bahasa Belanda.
Namun, mereka memiliki pandangan rasis tentang masyarakat pribumi. Sinyo dan Noni tidak mau disamakan seperti masyarakat pribumi walaupun mengetahui ibu mereka berasal dari Indonesia.
Ironisnya mereka juga mendapat pandangan negatif dan rasisme dari orang Eropa atau orang Belanda tulen. Keberadaan mereka diposisikan jauh di bawah orang Belanda asli karna mereka memiliki darah campuran.
Dapat dikatakan bahwa julukan Sinyo dan Noni merupakan panggilan rasis dari orang Eropa kepada anak hasil perkawinan Belanda-Indonesia. Sebagaimana yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dalam cerita tetralogi Pulau Buru: Bumi Manusia (1980).
Demikian penjelasan kenapa orang Belanda zaman dulu dipanggil Noni dan Sinyo.
</content:encoded></item></channel></rss>
