<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua KPK Firli Bahuri Tersangka, Abraham Samad: Sekarang Bukan Cicak Vs Buaya!</title><description>Sekarang bukan cicak buaya. Karena dulu beda konteksnya. Karena Firli itu betul-betul penjahat. Bukan korban dari kriminalisasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/23/337/2926084/ketua-kpk-firli-bahuri-tersangka-abraham-samad-sekarang-bukan-cicak-vs-buaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/23/337/2926084/ketua-kpk-firli-bahuri-tersangka-abraham-samad-sekarang-bukan-cicak-vs-buaya"/><item><title>Ketua KPK Firli Bahuri Tersangka, Abraham Samad: Sekarang Bukan Cicak Vs Buaya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/23/337/2926084/ketua-kpk-firli-bahuri-tersangka-abraham-samad-sekarang-bukan-cicak-vs-buaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/23/337/2926084/ketua-kpk-firli-bahuri-tersangka-abraham-samad-sekarang-bukan-cicak-vs-buaya</guid><pubDate>Kamis 23 November 2023 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/23/337/2926084/ketua-kpk-firli-bahuri-tersangka-abraham-samad-sekarang-bukan-cicak-vs-buaya-1iu7gMoMlp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Abraham Samad bilang kasus Firli Bahuri bukan soal cicak vs buaya (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/23/337/2926084/ketua-kpk-firli-bahuri-tersangka-abraham-samad-sekarang-bukan-cicak-vs-buaya-1iu7gMoMlp.jpg</image><title>Abraham Samad bilang kasus Firli Bahuri bukan soal cicak vs buaya (Foto : MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMy8xLzE3NDEzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Sejumlah mantan pegawai KPK yang tergabung dalam Indonesia Memanggil (IM57+) Institute menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih KPK, Kamis (23/11/2023).

Dalam aski tersebut, terdapat Ketua Lembaga Anti-rasuah periode 2011-2015, Abraham Samad. Dalam kesempatan itu, Samad menyatakan kasus yang menjerat Ketua KPK Firli Bahuri bukan cicak vs buaya.

&quot;Sekarang bukan cicak buaya. Karena dulu beda konteksnya. Karena Firli itu betul-betul penjahat. Bukan korban dari kriminalisasi,&quot; kata Samad saat ditemui di depan Gedung Merah Putih KPK.


BACA JUGA:
Teman Wanita Mantan Kasat Narkoba Lampung Selatan Sering Dikasih Uang Jajan


&quot;Firli bukan korban dari kriminalisasi. Kalau dulu kita membela KPK karena KPK adalah korban kriminalisasi,&quot; sambungnya.

Samad melanjutkan, ia menduga Firli telah melakukan pemerasan sebagaimana yang disampaikan Polda Metro Jaya saat menyampaikan penetapan tersangka pucuk pimpinan lembaga antirasuah itu.

&quot;Ini orang melakukan kejahatan, kejahatan apa? pemerasan, gratifikasi, dan penyuapan, karena itu beda konteksnya,&quot; ujarnya.Diketahui, puluhan mantan pegawai KPK itu terlihat membawa poster bertuliskan 'selamat atas penetapan Firli jadi tersangka' dengan latar belakang merah saat tiba di kantor KPK.

Saat ditemui, Abraham Samad menyatakan penetapan Firli sebagai tersangka merupakan langkah yang bisa bersih-bersih dari pihak yang memanfaatkan KPK.

&quot;Momentum ini adalah momentum untuk membersihkan KPK dari penjahat-penjahat yang berada dan bercokol di dalamnya yang selama ini merusak muruah pemberantasan korupsi dan merusak kelembagaan KPK,&quot; kata Abraham kepada wartawan.


BACA JUGA:
Terima Surat Penetapan Tersangka Firli Bahuri, Istana Siapkan Keppres


Kemudian, mereka juga melakukan aksi cukur gundul yang dilakukan di halaman Gedung Merah Putih KPK. Setidaknya, yang mencukur gundul rambut mereka adalah Abraham dan Novel.

Tak berhenti di situ, mereka pun kemudian melakukan potong tumpeng. Potongan tumpeng pertama diberikan kepada Abraham.

&quot;Secara simbolik kita berikan ke Pak Abraham Samad sebagai wujud syukur kita bahwa masih ada upaya untuk memberantas korupsi, masih ada upaya untuk menyelamatkan KPK,&quot; tutur Yudi Purnomo.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMy8xLzE3NDEzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Sejumlah mantan pegawai KPK yang tergabung dalam Indonesia Memanggil (IM57+) Institute menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih KPK, Kamis (23/11/2023).

Dalam aski tersebut, terdapat Ketua Lembaga Anti-rasuah periode 2011-2015, Abraham Samad. Dalam kesempatan itu, Samad menyatakan kasus yang menjerat Ketua KPK Firli Bahuri bukan cicak vs buaya.

&quot;Sekarang bukan cicak buaya. Karena dulu beda konteksnya. Karena Firli itu betul-betul penjahat. Bukan korban dari kriminalisasi,&quot; kata Samad saat ditemui di depan Gedung Merah Putih KPK.


BACA JUGA:
Teman Wanita Mantan Kasat Narkoba Lampung Selatan Sering Dikasih Uang Jajan


&quot;Firli bukan korban dari kriminalisasi. Kalau dulu kita membela KPK karena KPK adalah korban kriminalisasi,&quot; sambungnya.

Samad melanjutkan, ia menduga Firli telah melakukan pemerasan sebagaimana yang disampaikan Polda Metro Jaya saat menyampaikan penetapan tersangka pucuk pimpinan lembaga antirasuah itu.

&quot;Ini orang melakukan kejahatan, kejahatan apa? pemerasan, gratifikasi, dan penyuapan, karena itu beda konteksnya,&quot; ujarnya.Diketahui, puluhan mantan pegawai KPK itu terlihat membawa poster bertuliskan 'selamat atas penetapan Firli jadi tersangka' dengan latar belakang merah saat tiba di kantor KPK.

Saat ditemui, Abraham Samad menyatakan penetapan Firli sebagai tersangka merupakan langkah yang bisa bersih-bersih dari pihak yang memanfaatkan KPK.

&quot;Momentum ini adalah momentum untuk membersihkan KPK dari penjahat-penjahat yang berada dan bercokol di dalamnya yang selama ini merusak muruah pemberantasan korupsi dan merusak kelembagaan KPK,&quot; kata Abraham kepada wartawan.


BACA JUGA:
Terima Surat Penetapan Tersangka Firli Bahuri, Istana Siapkan Keppres


Kemudian, mereka juga melakukan aksi cukur gundul yang dilakukan di halaman Gedung Merah Putih KPK. Setidaknya, yang mencukur gundul rambut mereka adalah Abraham dan Novel.

Tak berhenti di situ, mereka pun kemudian melakukan potong tumpeng. Potongan tumpeng pertama diberikan kepada Abraham.

&quot;Secara simbolik kita berikan ke Pak Abraham Samad sebagai wujud syukur kita bahwa masih ada upaya untuk memberantas korupsi, masih ada upaya untuk menyelamatkan KPK,&quot; tutur Yudi Purnomo.</content:encoded></item></channel></rss>
