<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Konser Coldplay di Jakarta, Pemprov DKI Waspadai Pertambahan Kasus Cacar Monyet</title><description>Pihaknya mewaspadai 21 hari sesudah halloween pada 31 Oktober dan konser musik internasional 15 November.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/23/338/2925552/usai-konser-coldplay-di-jakarta-pemprov-dki-waspadai-pertambahan-kasus-cacar-monyet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/23/338/2925552/usai-konser-coldplay-di-jakarta-pemprov-dki-waspadai-pertambahan-kasus-cacar-monyet"/><item><title>Usai Konser Coldplay di Jakarta, Pemprov DKI Waspadai Pertambahan Kasus Cacar Monyet</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/23/338/2925552/usai-konser-coldplay-di-jakarta-pemprov-dki-waspadai-pertambahan-kasus-cacar-monyet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/23/338/2925552/usai-konser-coldplay-di-jakarta-pemprov-dki-waspadai-pertambahan-kasus-cacar-monyet</guid><pubDate>Kamis 23 November 2023 07:49 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/23/338/2925552/usai-konser-coldplay-di-jakarta-pemprov-dki-waspadai-pertambahan-kasus-cacar-monyet-kCPzGYKR4R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/23/338/2925552/usai-konser-coldplay-di-jakarta-pemprov-dki-waspadai-pertambahan-kasus-cacar-monyet-kCPzGYKR4R.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Istimewa</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNC8zNC8xNzMxOTQvNS94OHBjNzZj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi kenaikan cacar monyet pasca konser musik band internasional (Coldplay) di Stadion GBK Senayan pada 15 November 2023 silam.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan, pihaknya mewaspadai 21 hari sesudah halloween pada 31 Oktober dan konser musik internasional 15 November.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Warga Parung Panjang Terjangkit Cacar Monyet, Dinkes Lakukan Pelacakan

&quot;Apa ada pola kenaikan kasus monkeypox, kencangkan surveilans di faskes dan masyarakat,&quot; ujar Ngabila, Rabu (22/11/2023).

Menurut Ngabila, pasca dua event besar tersebut memungkinkan terjadinya aktivitas seksual berisiko seperti homoseksual. Informasi ini ia dapat dari pasien yang terbukti positif cacar monyet.

&quot;Dari hasil pemeriksaan wawancara kasus positif ada beberapa event untuk terjadinya hubungan seksual berisiko, seperti event party dan selebrasi, event olahraga bersama, dan acara hiburan skala nasional dan internasional lainnya,&quot; jelas Ngabila.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kasus Cacar Monyet Naik Jadi 51 Kasus, Kemenkes: Vaksin Sangat Terbatas dan Mahal&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Kasus cacar monyet yang bertambah kata dia perlu diwaspadai oleh semua pihak , karena penyakit tersebut menular lewat hubungan seksual berisiko.

&quot;Faktor risiko berhubungan seksual berisiko, terutama pada kelompok mayoritas pasien populasi kunci tertentu atau laki-laki dengan laki-laki,&quot; kata Ngabila.

Pemprov DKI Jakarta disebut nya akan menangani para pasien sebaik mungkin hingga dinyatakan sembuh. Dia juga mengimbau para pasien untuk tidak merasa dikucilkan.



&quot;Jangan merasa distigma. Pemerintah justru sangat care dan memperhatikan semuanya dengan sebaik-baiknya. Memastikan semua ditangani dengan baik. Jadi pemerintah hadir,&quot; tutup Ngabila.



</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNC8zNC8xNzMxOTQvNS94OHBjNzZj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi kenaikan cacar monyet pasca konser musik band internasional (Coldplay) di Stadion GBK Senayan pada 15 November 2023 silam.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan, pihaknya mewaspadai 21 hari sesudah halloween pada 31 Oktober dan konser musik internasional 15 November.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Warga Parung Panjang Terjangkit Cacar Monyet, Dinkes Lakukan Pelacakan

&quot;Apa ada pola kenaikan kasus monkeypox, kencangkan surveilans di faskes dan masyarakat,&quot; ujar Ngabila, Rabu (22/11/2023).

Menurut Ngabila, pasca dua event besar tersebut memungkinkan terjadinya aktivitas seksual berisiko seperti homoseksual. Informasi ini ia dapat dari pasien yang terbukti positif cacar monyet.

&quot;Dari hasil pemeriksaan wawancara kasus positif ada beberapa event untuk terjadinya hubungan seksual berisiko, seperti event party dan selebrasi, event olahraga bersama, dan acara hiburan skala nasional dan internasional lainnya,&quot; jelas Ngabila.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kasus Cacar Monyet Naik Jadi 51 Kasus, Kemenkes: Vaksin Sangat Terbatas dan Mahal&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Kasus cacar monyet yang bertambah kata dia perlu diwaspadai oleh semua pihak , karena penyakit tersebut menular lewat hubungan seksual berisiko.

&quot;Faktor risiko berhubungan seksual berisiko, terutama pada kelompok mayoritas pasien populasi kunci tertentu atau laki-laki dengan laki-laki,&quot; kata Ngabila.

Pemprov DKI Jakarta disebut nya akan menangani para pasien sebaik mungkin hingga dinyatakan sembuh. Dia juga mengimbau para pasien untuk tidak merasa dikucilkan.



&quot;Jangan merasa distigma. Pemerintah justru sangat care dan memperhatikan semuanya dengan sebaik-baiknya. Memastikan semua ditangani dengan baik. Jadi pemerintah hadir,&quot; tutup Ngabila.



</content:encoded></item></channel></rss>
