<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hamas: 14.854 Orang Tewas di Gaza, Termasuk 5.850 Anak-Anak</title><description>Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 12.700 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/24/18/2926550/hamas-14-854-orang-tewas-di-gaza-termasuk-5-850-anak-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/24/18/2926550/hamas-14-854-orang-tewas-di-gaza-termasuk-5-850-anak-anak"/><item><title>Hamas: 14.854 Orang Tewas di Gaza, Termasuk 5.850 Anak-Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/24/18/2926550/hamas-14-854-orang-tewas-di-gaza-termasuk-5-850-anak-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/24/18/2926550/hamas-14-854-orang-tewas-di-gaza-termasuk-5-850-anak-anak</guid><pubDate>Jum'at 24 November 2023 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/24/18/2926550/hamas-14-854-orang-tewas-di-gaza-termasuk-5-850-anak-anak-VviWo4p5YX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Hamas-Israel terus memanas dan memakan banyak korban jiwa (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/24/18/2926550/hamas-14-854-orang-tewas-di-gaza-termasuk-5-850-anak-anak-VviWo4p5YX.jpg</image><title>Perang Hamas-Israel terus memanas dan memakan banyak korban jiwa (Foto: AFP)</title></images><description>GAZA - Menurut informasi dari otoritas Hamas di Jalur Gaza, jumlah orang yang terbunuh di Gaza akibat serangan Israel sejak 7 Oktober kini mencapai 14.854 orang, termasuk 5.850 anak-anak.
Mendapatkan informasi terkini mengenai jumlah korban jiwa di Gaza menjadi semakin sulit karena kampanye besar-besaran Israel melalui udara dan darat terus berlanjut.

Pada Senin (20/11/2023), Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah, yang mengambil data dari rumah sakit dan sumber lain di Jalur Gaza, menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 12.700 orang.


BACA JUGA:
Serangan Membabi Buta Israel Jelang Gencatan Senjata, Serang Sekolah hingga RS Indonesia di Gaza&amp;nbsp;

Dalam perkembangan kesehatan sejak saat itu, kementerian yang berbasis di Ramallah mengatakan gangguan serius pada jaringan komunikasi di Gaza membuat upaya pengumpulan data yang akurat menjadi sulit dilakukan.

BACA JUGA:
Israel Konfirmasi Tangkap Direktur RS Al-Shifa di Gaza untuk Diinterogasi

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB (PBB) atau OCHA, yang mengumpulkan dan mengaudit data dari seluruh wilayah pendudukan Palestina, terus mengutip angka-angka yang berasal dari Gaza.

Pada Rabu (22/11/2023), ketua OCHA PBB Martin Griffiths mengatakan kepada CNN bahwa PBB tetap berpegang pada penggunaan statistik dari Kementerian Kesehatan di Gaza, dengan mengatakan timnya telah melakukan triangulasi [angka-angka tersebut] selama bertahun-tahun untuk memastikan pihaknya yakin mengenai angka-angka tersebut.

&amp;ldquo;Kami tidak mengeluarkan angka-angka ini tanpa berpikir panjang,&amp;rdquo; katanya.


Sementara itu, beberapa saat sebelum resmi dimulainya gencatan senjata sementara, militer Israel mengunggah video di media sosial (medsos) yang memperingatkan masyarakat di Gaza bahwa &amp;ldquo;perang belum berakhir&amp;rdquo;.

&amp;ldquo;Jeda kemanusiaan ini bersifat sementara,&amp;rdquo; kata Avichay Adraee, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, yang berbicara dalam bahasa Arab, dikutip CNN.

&amp;ldquo;Jalur Gaza bagian utara adalah zona perang yang berbahaya dan dilarang bergerak ke utara. Demi keselamatan Anda, Anda harus tetap berada di zona kemanusiaan di selatan,&amp;rdquo; katanya kepada warga Gaza.


Seperti diketahui, gencatan senjata selama empat hari antara Israel dan Hamas di Gaza mulai dilakukan sekarang. Yakni pukul 07.00 waktu setempat atau pukul 12.00 waktu Jakarta.</description><content:encoded>GAZA - Menurut informasi dari otoritas Hamas di Jalur Gaza, jumlah orang yang terbunuh di Gaza akibat serangan Israel sejak 7 Oktober kini mencapai 14.854 orang, termasuk 5.850 anak-anak.
Mendapatkan informasi terkini mengenai jumlah korban jiwa di Gaza menjadi semakin sulit karena kampanye besar-besaran Israel melalui udara dan darat terus berlanjut.

Pada Senin (20/11/2023), Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah, yang mengambil data dari rumah sakit dan sumber lain di Jalur Gaza, menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 12.700 orang.


BACA JUGA:
Serangan Membabi Buta Israel Jelang Gencatan Senjata, Serang Sekolah hingga RS Indonesia di Gaza&amp;nbsp;

Dalam perkembangan kesehatan sejak saat itu, kementerian yang berbasis di Ramallah mengatakan gangguan serius pada jaringan komunikasi di Gaza membuat upaya pengumpulan data yang akurat menjadi sulit dilakukan.

BACA JUGA:
Israel Konfirmasi Tangkap Direktur RS Al-Shifa di Gaza untuk Diinterogasi

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB (PBB) atau OCHA, yang mengumpulkan dan mengaudit data dari seluruh wilayah pendudukan Palestina, terus mengutip angka-angka yang berasal dari Gaza.

Pada Rabu (22/11/2023), ketua OCHA PBB Martin Griffiths mengatakan kepada CNN bahwa PBB tetap berpegang pada penggunaan statistik dari Kementerian Kesehatan di Gaza, dengan mengatakan timnya telah melakukan triangulasi [angka-angka tersebut] selama bertahun-tahun untuk memastikan pihaknya yakin mengenai angka-angka tersebut.

&amp;ldquo;Kami tidak mengeluarkan angka-angka ini tanpa berpikir panjang,&amp;rdquo; katanya.


Sementara itu, beberapa saat sebelum resmi dimulainya gencatan senjata sementara, militer Israel mengunggah video di media sosial (medsos) yang memperingatkan masyarakat di Gaza bahwa &amp;ldquo;perang belum berakhir&amp;rdquo;.

&amp;ldquo;Jeda kemanusiaan ini bersifat sementara,&amp;rdquo; kata Avichay Adraee, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, yang berbicara dalam bahasa Arab, dikutip CNN.

&amp;ldquo;Jalur Gaza bagian utara adalah zona perang yang berbahaya dan dilarang bergerak ke utara. Demi keselamatan Anda, Anda harus tetap berada di zona kemanusiaan di selatan,&amp;rdquo; katanya kepada warga Gaza.


Seperti diketahui, gencatan senjata selama empat hari antara Israel dan Hamas di Gaza mulai dilakukan sekarang. Yakni pukul 07.00 waktu setempat atau pukul 12.00 waktu Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
