<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Indikator Penting Penerapan Moderasi Beragama di Indonesia</title><description>Ada 4 indikator seseorang bisa disebut sudah menerapkan moderasi beragama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/24/337/2926575/4-indikator-penting-penerapan-moderasi-beragama-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/24/337/2926575/4-indikator-penting-penerapan-moderasi-beragama-di-indonesia"/><item><title>4 Indikator Penting Penerapan Moderasi Beragama di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/24/337/2926575/4-indikator-penting-penerapan-moderasi-beragama-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/24/337/2926575/4-indikator-penting-penerapan-moderasi-beragama-di-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 24 November 2023 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/24/337/2926575/4-indikator-penting-penerapan-moderasi-beragama-di-indonesia-cvafxLKmsw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Media Gathering: Penguatan Moderasi Beragama (Foto: Quranul Hidayat)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/24/337/2926575/4-indikator-penting-penerapan-moderasi-beragama-di-indonesia-cvafxLKmsw.jpg</image><title>Media Gathering: Penguatan Moderasi Beragama (Foto: Quranul Hidayat)</title></images><description>MAGELANG - Pemerintah telah mengeluarkan Perpres No 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. Penguatan tersebut menjadi penting di tengah berbagai tantangan sosial kemasyarakat yang bisa mengendorkan semangat moderasi beragama.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Dr. Wawan Djunaedi mengatakan, ada 4 indikator seseorang bisa disebut sudah menerapkan moderasi beragama.

BACA JUGA:
Jadi Komitmen Besar, Ini Beberapa Langkah Kemenag Memperkuat Moderasi Beragama


Wawan berharap keempat indikator tersebut bisa terus diperkuat karena faktanya sudah makin terkikis di masyarakat.

&quot;Suasana kebangsaan mengkhawatirkan, karena 4 indikator itu mulai terkikis. Untuk itu, Pemerintah mengarusutamakan moderasi beragama,&quot; tutupnya.

Hal ini ditegaskan Wawan saat Media Gathering membedah Perpres 58 Tahun 2023 di Magelang, Jumat (24/11/2023). Hadir juga Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo.

BACA JUGA:
Miris! Ditinggal Sholat Jamaah di Masjid, Motor Milik Ojol di Bogor Raib


Lantas, berikut 4 indikator moderasi bergama di Tanah Air:

Indikator pertama, kata Wawan, adalah komitmen kebangsaan. Setiap orang beragama yang moderat pasti cinta Tanah Air dan orang yang punya komitmen kebangsaan dipastikan tidak akan memikirkan tanah air lebih pada aspek agama semata.

&quot;Karena dia mikir bangsanya itu mikir itu rumahnya, Indonesia itu rumah bersama, kalau tak mikir Indonesia bisa habis-habisan. Menjaga Indonesia ini adalah kewajiban dalam semua agama,&quot; tegasnya.

Kedua toleran, yang menurut Wawan mudah diucapkan tapi susah diterapkan. Arti toleran adalah sanggup menanggung beban. Setiap manusia mampu memaklumi dan saling menghormati segala perbedaan di sekitarnya.



&quot;Kalau belum sanggup menanggung beban itu belum toleran,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Mobil Satpol PP Ugal-ugalan Tabrak Sejumlah Pemotor di Sunter, Enam Kritis dan Satu Tewas




Ketiga anti kekerasan. Wawan menegaskan, seseorang yang beragama secara moderat, maka tidak akan melakukan kekerasan, baik verbal, fisik maupun seksual.



&quot;Kalau agama moderat pasti say no to violance, baik verbal, fisik, seksual dan lain lain. Apabila orang beragama melakukan tindak kekerasan, sama tetangga judes, sinis, itu agamanya tidak moderat,&quot; ujarnya.



&quot;Keempat menghargai tradisi, penghargaan terhadap tradisi. Walupun tradisi tidak sesuai dengan ajaran agama tetap menghargai,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>MAGELANG - Pemerintah telah mengeluarkan Perpres No 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. Penguatan tersebut menjadi penting di tengah berbagai tantangan sosial kemasyarakat yang bisa mengendorkan semangat moderasi beragama.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Dr. Wawan Djunaedi mengatakan, ada 4 indikator seseorang bisa disebut sudah menerapkan moderasi beragama.

BACA JUGA:
Jadi Komitmen Besar, Ini Beberapa Langkah Kemenag Memperkuat Moderasi Beragama


Wawan berharap keempat indikator tersebut bisa terus diperkuat karena faktanya sudah makin terkikis di masyarakat.

&quot;Suasana kebangsaan mengkhawatirkan, karena 4 indikator itu mulai terkikis. Untuk itu, Pemerintah mengarusutamakan moderasi beragama,&quot; tutupnya.

Hal ini ditegaskan Wawan saat Media Gathering membedah Perpres 58 Tahun 2023 di Magelang, Jumat (24/11/2023). Hadir juga Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo.

BACA JUGA:
Miris! Ditinggal Sholat Jamaah di Masjid, Motor Milik Ojol di Bogor Raib


Lantas, berikut 4 indikator moderasi bergama di Tanah Air:

Indikator pertama, kata Wawan, adalah komitmen kebangsaan. Setiap orang beragama yang moderat pasti cinta Tanah Air dan orang yang punya komitmen kebangsaan dipastikan tidak akan memikirkan tanah air lebih pada aspek agama semata.

&quot;Karena dia mikir bangsanya itu mikir itu rumahnya, Indonesia itu rumah bersama, kalau tak mikir Indonesia bisa habis-habisan. Menjaga Indonesia ini adalah kewajiban dalam semua agama,&quot; tegasnya.

Kedua toleran, yang menurut Wawan mudah diucapkan tapi susah diterapkan. Arti toleran adalah sanggup menanggung beban. Setiap manusia mampu memaklumi dan saling menghormati segala perbedaan di sekitarnya.



&quot;Kalau belum sanggup menanggung beban itu belum toleran,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Mobil Satpol PP Ugal-ugalan Tabrak Sejumlah Pemotor di Sunter, Enam Kritis dan Satu Tewas




Ketiga anti kekerasan. Wawan menegaskan, seseorang yang beragama secara moderat, maka tidak akan melakukan kekerasan, baik verbal, fisik maupun seksual.



&quot;Kalau agama moderat pasti say no to violance, baik verbal, fisik, seksual dan lain lain. Apabila orang beragama melakukan tindak kekerasan, sama tetangga judes, sinis, itu agamanya tidak moderat,&quot; ujarnya.



&quot;Keempat menghargai tradisi, penghargaan terhadap tradisi. Walupun tradisi tidak sesuai dengan ajaran agama tetap menghargai,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
