<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gibran Tak Hadiri Dialog UM Surabaya, Pengamat: Bukti Ketidaksiapan dan Kekalahan Gagasan</title><description>&amp;nbsp;&amp;ldquo;Seperti kita ketahui bahwa pasangan tersebut menggunakan strategi kampanye politik gimmick seperti Joget Gemoy,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/24/337/2926697/gibran-tak-hadiri-dialog-um-surabaya-pengamat-bukti-ketidaksiapan-dan-kekalahan-gagasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/24/337/2926697/gibran-tak-hadiri-dialog-um-surabaya-pengamat-bukti-ketidaksiapan-dan-kekalahan-gagasan"/><item><title>Gibran Tak Hadiri Dialog UM Surabaya, Pengamat: Bukti Ketidaksiapan dan Kekalahan Gagasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/24/337/2926697/gibran-tak-hadiri-dialog-um-surabaya-pengamat-bukti-ketidaksiapan-dan-kekalahan-gagasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/24/337/2926697/gibran-tak-hadiri-dialog-um-surabaya-pengamat-bukti-ketidaksiapan-dan-kekalahan-gagasan</guid><pubDate>Jum'at 24 November 2023 18:09 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/24/337/2926697/gibran-tak-hadiri-dialog-um-surabaya-pengamat-bukti-ketidaksiapan-dan-kekalahan-gagasan-PN3omJ94IW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gibran Rakabuming Raka (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/24/337/2926697/gibran-tak-hadiri-dialog-um-surabaya-pengamat-bukti-ketidaksiapan-dan-kekalahan-gagasan-PN3omJ94IW.jpg</image><title>Gibran Rakabuming Raka (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNC8xLzE3NDE2OC81L3g4cHdzd2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SURABAYA - Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman menyatakan, ketidakhadiran putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus cawapres dari Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka dalam memenuhi undangan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada Jumat (24/11/2023) adalah bentuk ketidaksiapan gagasan.
Gibran tidak hadir dalam dialog terkait visi misi calon presiden memperlihatkan keterbatasan strategi politik gimmick yang digunakan pasangan Prabowo Subianto-Gibran dalam menghadapi Pilpres 2024.
&amp;ldquo;Seperti kita ketahui bahwa pasangan tersebut menggunakan strategi kampanye politik gimmick seperti Joget Gemoy yang disebarkan dalam berbagai platform media sosial untuk memikat pemilih,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Muhammadiyah Singgung Gibran Tak Hadiri Dialog Publik Dampingi Prabowo


Menurut dia, strategi kampanye yang sebetulnya memiliki fungsi manipulatif untuk mengalihkan warga terkait berbagai persoalan yang dihadapi pasangan tersebut seperti dugaan pelanggaran HAM, pelanggaran etik berskala berat dalam kandidasi Gibran sebagai wapres salam proses di MK kemarin, maupun kekhawatiran mobilisasi aparatur negara seperti perangkat desa demi pemenangan.

&amp;ldquo;Ketidakhadiran Gibran ini membuktikan kekalahan gagasan, dan ketidaksiapan pasangan tersebut dalam mempertanggungjawabkan gagasan seperti apa yang akan dibawa oleh pasangan tersebut dalam momen Pilpres 2024,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Buntut Pengerahan Kepala Desa Dukung Prabowo-Gibran, Bawaslu Panggil Panitia


Berkaitan dengan hal tersebut, hal yang dapat kita ambil pelajaran adalah bahwa kontestasi Pilpres 2024 membutuhkan politik adu gagasan untuk memastikan jalan masa depan Indonesia tetap berada pada rel pemajuan bangsa dan negara ke depan.

Tingginya dosis politik gimmick hanya akan memperdaya publik dan mengelabui kesadaran publik bahwa pasangan yang menggunakan politik gimmick sebetulnya mereka tidak siap mengelola negara dengan gagasan dan praktik bernegara, dimana mereka telah mengalami kekalahan awal politik yaitu kekalahan politik gagasan.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNC8xLzE3NDE2OC81L3g4cHdzd2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SURABAYA - Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman menyatakan, ketidakhadiran putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus cawapres dari Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka dalam memenuhi undangan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada Jumat (24/11/2023) adalah bentuk ketidaksiapan gagasan.
Gibran tidak hadir dalam dialog terkait visi misi calon presiden memperlihatkan keterbatasan strategi politik gimmick yang digunakan pasangan Prabowo Subianto-Gibran dalam menghadapi Pilpres 2024.
&amp;ldquo;Seperti kita ketahui bahwa pasangan tersebut menggunakan strategi kampanye politik gimmick seperti Joget Gemoy yang disebarkan dalam berbagai platform media sosial untuk memikat pemilih,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Muhammadiyah Singgung Gibran Tak Hadiri Dialog Publik Dampingi Prabowo


Menurut dia, strategi kampanye yang sebetulnya memiliki fungsi manipulatif untuk mengalihkan warga terkait berbagai persoalan yang dihadapi pasangan tersebut seperti dugaan pelanggaran HAM, pelanggaran etik berskala berat dalam kandidasi Gibran sebagai wapres salam proses di MK kemarin, maupun kekhawatiran mobilisasi aparatur negara seperti perangkat desa demi pemenangan.

&amp;ldquo;Ketidakhadiran Gibran ini membuktikan kekalahan gagasan, dan ketidaksiapan pasangan tersebut dalam mempertanggungjawabkan gagasan seperti apa yang akan dibawa oleh pasangan tersebut dalam momen Pilpres 2024,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Buntut Pengerahan Kepala Desa Dukung Prabowo-Gibran, Bawaslu Panggil Panitia


Berkaitan dengan hal tersebut, hal yang dapat kita ambil pelajaran adalah bahwa kontestasi Pilpres 2024 membutuhkan politik adu gagasan untuk memastikan jalan masa depan Indonesia tetap berada pada rel pemajuan bangsa dan negara ke depan.

Tingginya dosis politik gimmick hanya akan memperdaya publik dan mengelabui kesadaran publik bahwa pasangan yang menggunakan politik gimmick sebetulnya mereka tidak siap mengelola negara dengan gagasan dan praktik bernegara, dimana mereka telah mengalami kekalahan awal politik yaitu kekalahan politik gagasan.

</content:encoded></item></channel></rss>
