<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pilpres 2024, Yenny Wahid: Setiap Orang Punya Hak dalam Sistem Demokrasi, Termasuk Santri</title><description>Seorang santri boleh ikut berpolitik praktis asalkan sudah cukup umur sesuai dengan yang diatur dalam konstitusi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/25/337/2926991/pilpres-2024-yenny-wahid-setiap-orang-punya-hak-dalam-sistem-demokrasi-termasuk-santri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/25/337/2926991/pilpres-2024-yenny-wahid-setiap-orang-punya-hak-dalam-sistem-demokrasi-termasuk-santri"/><item><title>Pilpres 2024, Yenny Wahid: Setiap Orang Punya Hak dalam Sistem Demokrasi, Termasuk Santri</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/25/337/2926991/pilpres-2024-yenny-wahid-setiap-orang-punya-hak-dalam-sistem-demokrasi-termasuk-santri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/25/337/2926991/pilpres-2024-yenny-wahid-setiap-orang-punya-hak-dalam-sistem-demokrasi-termasuk-santri</guid><pubDate>Sabtu 25 November 2023 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/25/337/2926991/pilpres-2024-yenny-wahid-setiap-orang-punya-hak-dalam-sistem-demokrasi-termasuk-santri-FTnaU6juQM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yenny Wahid (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/25/337/2926991/pilpres-2024-yenny-wahid-setiap-orang-punya-hak-dalam-sistem-demokrasi-termasuk-santri-FTnaU6juQM.jpg</image><title>Yenny Wahid (Foto: Ist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS8xLzE3MzcwMC81L3g4cG41OGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SIDOARJO - Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan, seorang santri boleh ikut berpolitik praktis asalkan sudah cukup umur sesuai dengan yang diatur dalam konstitusi.&amp;nbsp;
Hal itu disampaikan Yenny Wahid saat memberikan pendidikan politik kepada para santri saat melakukan silaturahmi di Pondok Pesantren Alkhoziny Sidoarjo Jawa Timur, Sabtu (25/11/2023).
&quot;Apakah santri boleh berpolitik praktis? boleh, kalau sudah umurnya cukup. Karena setiap orang punya hak dalam sistem demokrasi yang kita anut. Dalam sistem demokrasi setiap orang yang sudah cukup umur menurut undang-undang itu maka mempunyai hak untuk memilih pemimpin. Dan pemimpin itulah yang akan membuat kebijakan untuk kepentingan bangsa dan negara,&quot; kata Yenny Wahid.

BACA JUGA:
 Yenny Wahid Berikan Pendidikan Politik ke Para Santri di Jawa Timur&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Direktur Wahid Fondation ini menjelaskan, bahwa ulama dan umaro atau pemimpin memiliki tugas masing-masing. &quot;Umaro punya tugas kebijakan publik, ulama tugasnya berkewajiban mengingatkan umaro pada kebijakan publiknya agar kebijakan publiknya betul-betul mengacu pada kesejahteraan di masyarakat,&quot; jelasnya.

Yenny Wahid yang kini menjadi Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar - Mahfud ini mengutip dalil yang berbunyi 'kebijakan seorang pemimpin itu selalu harus ada hubungan dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya'.

&quot;Jadi tugasnya ulama jelas sekali meningatka umara. Ulama jangan dipengaruhi umara, ulama harus jernih untuk mengingatkan kalau ada yang keliru,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Hadir di Mataram, RBPR Jadi Rumah bagi Rakyat Indonesia


Yenny menegaskan, bahwa ulama tidak boleh punya ego, punya ambisi sendiri dalam politik. Namun, ambisinya bagaimana untuk kesejahteraan masyarakat banyak.

&quot;Jadi dalam berpolitik siyasat atau wasilat adalah alat, tujuannya menciptakan negara yang aman, adil, dan sejahtera,&quot; imbuhnya.

Dikatakan Yenny, semua warga negara baik itu ulama atau masyarakat umum sama-sama memiliki kewajiban untuk membangun negara Indonesia, menjaga negara ini agar aman, tentram dan tidak ada konflik.



Begitupun dengan santri, saat ini belum boleh berpolitik praktis karena umurnya belum cukup. Namun, yang paling penting adalah santri harus berprestasi.



&quot;Berprestasi itu tidak diukur dari jabatan politik aja tapi juga prestasi lainnya,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Blak-blakkan! Dukung Ganjar, Yenny Wahid: Karena Ada Pak Mahfud, Kader Gus Dur




Yenny mencontohkan mengajar anak-anak upaya pintar merupakan prestasi, menjadi kiai dan bu nyai yang menuntun para santri untuk bisa mendapat ilmu yang barokah juga prestasi, menjadi dokter yang mengabdikan diri kepada masyarakat juga prestasi, menjadi pengusaha yang sukses tapi sering sedekah juga prestasi.



&quot;Jadi boleh santri berpolitik nanti, terutama yang masih belajar. Tapi punya kewajiban untuk membangun negara kita bersama dengan yang lain,&quot; tandasnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS8xLzE3MzcwMC81L3g4cG41OGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SIDOARJO - Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan, seorang santri boleh ikut berpolitik praktis asalkan sudah cukup umur sesuai dengan yang diatur dalam konstitusi.&amp;nbsp;
Hal itu disampaikan Yenny Wahid saat memberikan pendidikan politik kepada para santri saat melakukan silaturahmi di Pondok Pesantren Alkhoziny Sidoarjo Jawa Timur, Sabtu (25/11/2023).
&quot;Apakah santri boleh berpolitik praktis? boleh, kalau sudah umurnya cukup. Karena setiap orang punya hak dalam sistem demokrasi yang kita anut. Dalam sistem demokrasi setiap orang yang sudah cukup umur menurut undang-undang itu maka mempunyai hak untuk memilih pemimpin. Dan pemimpin itulah yang akan membuat kebijakan untuk kepentingan bangsa dan negara,&quot; kata Yenny Wahid.

BACA JUGA:
 Yenny Wahid Berikan Pendidikan Politik ke Para Santri di Jawa Timur&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Direktur Wahid Fondation ini menjelaskan, bahwa ulama dan umaro atau pemimpin memiliki tugas masing-masing. &quot;Umaro punya tugas kebijakan publik, ulama tugasnya berkewajiban mengingatkan umaro pada kebijakan publiknya agar kebijakan publiknya betul-betul mengacu pada kesejahteraan di masyarakat,&quot; jelasnya.

Yenny Wahid yang kini menjadi Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar - Mahfud ini mengutip dalil yang berbunyi 'kebijakan seorang pemimpin itu selalu harus ada hubungan dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya'.

&quot;Jadi tugasnya ulama jelas sekali meningatka umara. Ulama jangan dipengaruhi umara, ulama harus jernih untuk mengingatkan kalau ada yang keliru,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
Hadir di Mataram, RBPR Jadi Rumah bagi Rakyat Indonesia


Yenny menegaskan, bahwa ulama tidak boleh punya ego, punya ambisi sendiri dalam politik. Namun, ambisinya bagaimana untuk kesejahteraan masyarakat banyak.

&quot;Jadi dalam berpolitik siyasat atau wasilat adalah alat, tujuannya menciptakan negara yang aman, adil, dan sejahtera,&quot; imbuhnya.

Dikatakan Yenny, semua warga negara baik itu ulama atau masyarakat umum sama-sama memiliki kewajiban untuk membangun negara Indonesia, menjaga negara ini agar aman, tentram dan tidak ada konflik.



Begitupun dengan santri, saat ini belum boleh berpolitik praktis karena umurnya belum cukup. Namun, yang paling penting adalah santri harus berprestasi.



&quot;Berprestasi itu tidak diukur dari jabatan politik aja tapi juga prestasi lainnya,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Blak-blakkan! Dukung Ganjar, Yenny Wahid: Karena Ada Pak Mahfud, Kader Gus Dur




Yenny mencontohkan mengajar anak-anak upaya pintar merupakan prestasi, menjadi kiai dan bu nyai yang menuntun para santri untuk bisa mendapat ilmu yang barokah juga prestasi, menjadi dokter yang mengabdikan diri kepada masyarakat juga prestasi, menjadi pengusaha yang sukses tapi sering sedekah juga prestasi.



&quot;Jadi boleh santri berpolitik nanti, terutama yang masih belajar. Tapi punya kewajiban untuk membangun negara kita bersama dengan yang lain,&quot; tandasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
