<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Emas Soekarno dan Gatot Soebroto seperti Air dan Minyak</title><description>Soeharto dan Achmad Jani, dua perwira Angkatan Darat era 1960 an.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/26/337/2927178/anak-emas-soekarno-dan-gatot-soebroto-seperti-air-dan-minyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/26/337/2927178/anak-emas-soekarno-dan-gatot-soebroto-seperti-air-dan-minyak"/><item><title>Anak Emas Soekarno dan Gatot Soebroto seperti Air dan Minyak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/26/337/2927178/anak-emas-soekarno-dan-gatot-soebroto-seperti-air-dan-minyak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/26/337/2927178/anak-emas-soekarno-dan-gatot-soebroto-seperti-air-dan-minyak</guid><pubDate>Minggu 26 November 2023 05:12 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/25/337/2927178/anak-emas-soekarno-dan-gatot-soebroto-seperti-air-dan-minyak-x923H6B0vH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno dan Soeharto (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/25/337/2927178/anak-emas-soekarno-dan-gatot-soebroto-seperti-air-dan-minyak-x923H6B0vH.jpg</image><title>Soekarno dan Soeharto (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Soeharto dan Achmad Jani, dua perwira Angkatan Darat era 1960 an seperti air dan minyak, dua entitas yang sulit disatukan, tidak sejalan, dan tidak harmonis.&amp;nbsp;
Perbedaan utamanya terletak pada jabatan militer. Achmad Jani, yang lebih muda sekitar setahun dari Soeharto pada masa itu, meraih karier militer lebih cepat karena dianggap sebagai &quot;anak emas&quot; oleh Presiden Soekarno.

BACA JUGA:
Buka Kongres HMI-Kohati, Jokowi Didampingi Panglima TNI Berpesan Jangan Salah Pilih Pemimpin

Soeharto, di sisi lain, tidak memiliki hubungan dekat dengan Soekarno. Keterikatan Soeharto lebih erat dengan Jenderal Gatot Soebroto sejak masa revolusi.
Gatot Soebroto pernah melindungi Soeharto saat berhasil selamat dari serangan bombardemen pasukan lawan, terlibat dalam Palagan Ambarawa, dan menjadi penyelamat Soeharto dari pengadilan militer.

BACA JUGA:
Inilah Sosok Jenderal TNI yang Jadi Tentara Gara-gara Boneka Jailangkung

Pada saat itu, Soeharto dituduh menggunakan perangkat militer untuk menyelundupkan barang. Achmad Jani dan Nasution ingin mengadilinya, tetapi Gatot Soebroto turun tangan.&amp;nbsp;
Soeharto &quot;hanya&quot; dicopot dari jabatannya sebagai Pangdam Diponegoro dan &quot;diasingkan&quot; ke SSKAD (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat).
Di sisi lain, Achmad Jani menjadi &quot;anak emas&quot; Soekarno. Sebagai contoh, ketika Jenderal Abdoel Haris Nasution mengajukan calon penggantinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Soekarno beberapa kali menolak Soeharto, tetapi dengan cepat menyetujui mencantumkan nama Achmad Jani.
Bibit-bibit iri mulai muncul. Soeharto, sebagai individu yang tertutup, enggan menghadiri agenda &quot;coffee morning&quot; yang dihadiri pejabat tinggi TNI AD, termasuk Letjen Achmad Jani.
Nasution, yang menggunakan helikopter menuju agenda &quot;coffee morning,&quot; melihat Soeharto bermain golf.
&quot;Pak Nas kan tahu saya,&quot; jawab Soeharto singkat ketika Nasution bertanya lewat telepon mengapa ia tidak mau datang, seperti yang dikutip dari buku '34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto'.

BACA JUGA:
Geger! Pria Bekasi Tewas dengan Leher Tersayat Dekat Rumahnya

Seolah terperangkap dalam perang dingin dengan Achmad Jani dan bahkan di masa mendatang dengan Nasution, Soeharto lebih sering &quot;curhat&quot; pada Gatot Soebroto. &quot;Waktumu akan tiba,&quot; kata Gatot Soebroto singkat ketika mendengar keluhan Soeharto.&amp;nbsp;
Dan memang benar, Soeharto menjadi tokoh kunci yang mengatasi PKI pasca Gerakan 30 September 1965, yang juga merenggut nyawa Jenderal (Anumerta) Achmad Jani.

BACA JUGA:
Permudah Warga Dapatkan Air, Relawan Ganjar Buat Embung Penampungan di Garut

Setahun setelahnya, Soeharto diangkat menjadi pejabat Presiden menggantikan Soekarno setelah Surat Perintah 11 Maret Supersemar (1966) dan penolakan penjelasan Soekarno (Nawaksara) tentang tragedi G30S oleh MPRS. Soeharto menjadi Presiden RI hingga 32 tahun lamanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Soeharto dan Achmad Jani, dua perwira Angkatan Darat era 1960 an seperti air dan minyak, dua entitas yang sulit disatukan, tidak sejalan, dan tidak harmonis.&amp;nbsp;
Perbedaan utamanya terletak pada jabatan militer. Achmad Jani, yang lebih muda sekitar setahun dari Soeharto pada masa itu, meraih karier militer lebih cepat karena dianggap sebagai &quot;anak emas&quot; oleh Presiden Soekarno.

BACA JUGA:
Buka Kongres HMI-Kohati, Jokowi Didampingi Panglima TNI Berpesan Jangan Salah Pilih Pemimpin

Soeharto, di sisi lain, tidak memiliki hubungan dekat dengan Soekarno. Keterikatan Soeharto lebih erat dengan Jenderal Gatot Soebroto sejak masa revolusi.
Gatot Soebroto pernah melindungi Soeharto saat berhasil selamat dari serangan bombardemen pasukan lawan, terlibat dalam Palagan Ambarawa, dan menjadi penyelamat Soeharto dari pengadilan militer.

BACA JUGA:
Inilah Sosok Jenderal TNI yang Jadi Tentara Gara-gara Boneka Jailangkung

Pada saat itu, Soeharto dituduh menggunakan perangkat militer untuk menyelundupkan barang. Achmad Jani dan Nasution ingin mengadilinya, tetapi Gatot Soebroto turun tangan.&amp;nbsp;
Soeharto &quot;hanya&quot; dicopot dari jabatannya sebagai Pangdam Diponegoro dan &quot;diasingkan&quot; ke SSKAD (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat).
Di sisi lain, Achmad Jani menjadi &quot;anak emas&quot; Soekarno. Sebagai contoh, ketika Jenderal Abdoel Haris Nasution mengajukan calon penggantinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Soekarno beberapa kali menolak Soeharto, tetapi dengan cepat menyetujui mencantumkan nama Achmad Jani.
Bibit-bibit iri mulai muncul. Soeharto, sebagai individu yang tertutup, enggan menghadiri agenda &quot;coffee morning&quot; yang dihadiri pejabat tinggi TNI AD, termasuk Letjen Achmad Jani.
Nasution, yang menggunakan helikopter menuju agenda &quot;coffee morning,&quot; melihat Soeharto bermain golf.
&quot;Pak Nas kan tahu saya,&quot; jawab Soeharto singkat ketika Nasution bertanya lewat telepon mengapa ia tidak mau datang, seperti yang dikutip dari buku '34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto'.

BACA JUGA:
Geger! Pria Bekasi Tewas dengan Leher Tersayat Dekat Rumahnya

Seolah terperangkap dalam perang dingin dengan Achmad Jani dan bahkan di masa mendatang dengan Nasution, Soeharto lebih sering &quot;curhat&quot; pada Gatot Soebroto. &quot;Waktumu akan tiba,&quot; kata Gatot Soebroto singkat ketika mendengar keluhan Soeharto.&amp;nbsp;
Dan memang benar, Soeharto menjadi tokoh kunci yang mengatasi PKI pasca Gerakan 30 September 1965, yang juga merenggut nyawa Jenderal (Anumerta) Achmad Jani.

BACA JUGA:
Permudah Warga Dapatkan Air, Relawan Ganjar Buat Embung Penampungan di Garut

Setahun setelahnya, Soeharto diangkat menjadi pejabat Presiden menggantikan Soekarno setelah Surat Perintah 11 Maret Supersemar (1966) dan penolakan penjelasan Soekarno (Nawaksara) tentang tragedi G30S oleh MPRS. Soeharto menjadi Presiden RI hingga 32 tahun lamanya.</content:encoded></item></channel></rss>
