<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 1 Desember, Hujan dan Angin Kencang</title><description>&amp;nbsp;
Guswanto pun mengungkapkan, beberapa fenomena atmosfer yang terpantau cukup signifikan</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/27/337/2927518/4-fakta-waspada-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-1-desember-hujan-dan-angin-kencang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/27/337/2927518/4-fakta-waspada-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-1-desember-hujan-dan-angin-kencang"/><item><title>4 Fakta Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 1 Desember, Hujan dan Angin Kencang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/27/337/2927518/4-fakta-waspada-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-1-desember-hujan-dan-angin-kencang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/27/337/2927518/4-fakta-waspada-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-1-desember-hujan-dan-angin-kencang</guid><pubDate>Senin 27 November 2023 06:21 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/26/337/2927518/4-fakta-waspada-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-1-desember-hujan-dan-angin-kencang-KicJRhb5zT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/26/337/2927518/4-fakta-waspada-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-1-desember-hujan-dan-angin-kencang-KicJRhb5zT.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Antara</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA0OC81L3g4cHVhcXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi bisa terjadi sepekan ke depan hingga 1 Desember 2023.

Berikut faktanya:
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Waspada Banjir! BMKG: Jabodetabek Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Sepekan ke Depan

1.Adanya dinamika atmosfer

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, hal ini sesuai monitoring perkembangan kondisi cuaca dan iklim di seluruh wilayah Indonesia yang saat ini menunjukkan adanya signifikansi dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.

&amp;ldquo;Analisis klimatologis BMKG per Dasarian II November 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 20% wilayah Indonesia masuk musim hujan,&amp;rdquo; ungkap Guswanto dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (26/11/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masuki Musim Hujan, BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 1 Desember

2. Peningkatan curah hujan

Guswanto pun mengungkapkan, beberapa fenomena atmosfer yang terpantau cukup signifikan dan dapat memicu peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia di antaranya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).

Fenomena ini mulai memasuki wilayah Indonesia bagian barat dan diprediksikan dapat terus aktif di sekitar wilayah Indonesia hingga periode Dasarian I Desember 2023 dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.


BACA JUGA:


Bibit Siklon Tropis 99W Terdeteksi di Kalbar, BMKG: Waspada Dampak Cuacanya!&amp;nbsp;

3. Indikasi penguatan angin



adapun, fenomena skala regional lainnya adalah gelombang Equatorial Rossby (ER) yang terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan timur hingga periode akhir Dasarian III November 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Takjub Saksikan Lautan Manusia di Makassar



Selain itu, adanya penguatan monsun Asia, terlihat dari adanya indikasi penguatan angin lapisan atas dari wilayah Laut China Selatan hingga lebih dari 25 knot (47 km/jam).



4. Muncul Bibit Siklon Tropis 99W



Tidak hanya itu, Guswanto juga melaporkan munculnya Bibit Siklon Tropis 99W di Laut Natuna Utara dan Sirkulasi Siklonik di barat Sumatra dan Selat Karimata yang memicu pembentukan daerah pertemuan dan perlambatan angin.



Bibit Siklon Tropis 99W tersebut memiliki kecepatan angin maksimum hingga 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya mencapai 1006 hPa dengan pergerakan sistem ke arah Barat.



&amp;ldquo;Anomali positif Suhu Muka Laut di wilayah Laut China Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Sulawesi hingga 3&amp;#7506;C menjadi sumber uap air dalam pembentukan awan hujan,&amp;rdquo; pungkasnya.



</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA0OC81L3g4cHVhcXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi bisa terjadi sepekan ke depan hingga 1 Desember 2023.

Berikut faktanya:
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Waspada Banjir! BMKG: Jabodetabek Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Sepekan ke Depan

1.Adanya dinamika atmosfer

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, hal ini sesuai monitoring perkembangan kondisi cuaca dan iklim di seluruh wilayah Indonesia yang saat ini menunjukkan adanya signifikansi dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.

&amp;ldquo;Analisis klimatologis BMKG per Dasarian II November 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 20% wilayah Indonesia masuk musim hujan,&amp;rdquo; ungkap Guswanto dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (26/11/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masuki Musim Hujan, BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 1 Desember

2. Peningkatan curah hujan

Guswanto pun mengungkapkan, beberapa fenomena atmosfer yang terpantau cukup signifikan dan dapat memicu peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia di antaranya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).

Fenomena ini mulai memasuki wilayah Indonesia bagian barat dan diprediksikan dapat terus aktif di sekitar wilayah Indonesia hingga periode Dasarian I Desember 2023 dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.


BACA JUGA:


Bibit Siklon Tropis 99W Terdeteksi di Kalbar, BMKG: Waspada Dampak Cuacanya!&amp;nbsp;

3. Indikasi penguatan angin



adapun, fenomena skala regional lainnya adalah gelombang Equatorial Rossby (ER) yang terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan timur hingga periode akhir Dasarian III November 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Takjub Saksikan Lautan Manusia di Makassar



Selain itu, adanya penguatan monsun Asia, terlihat dari adanya indikasi penguatan angin lapisan atas dari wilayah Laut China Selatan hingga lebih dari 25 knot (47 km/jam).



4. Muncul Bibit Siklon Tropis 99W



Tidak hanya itu, Guswanto juga melaporkan munculnya Bibit Siklon Tropis 99W di Laut Natuna Utara dan Sirkulasi Siklonik di barat Sumatra dan Selat Karimata yang memicu pembentukan daerah pertemuan dan perlambatan angin.



Bibit Siklon Tropis 99W tersebut memiliki kecepatan angin maksimum hingga 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya mencapai 1006 hPa dengan pergerakan sistem ke arah Barat.



&amp;ldquo;Anomali positif Suhu Muka Laut di wilayah Laut China Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Sulawesi hingga 3&amp;#7506;C menjadi sumber uap air dalam pembentukan awan hujan,&amp;rdquo; pungkasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
