<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Gajah Mada Membunuh Kebo Iwa untuk Hancurkan Kerajaan Bali</title><description>Kisah Gajah Mada membunuh Kebo Iwa untuk hancurkan kerajaan Bali menjadi fakta sejarah yang tertulis dalam prasasti.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/28/337/2928374/kisah-gajah-mada-membunuh-kebo-iwa-untuk-hancurkan-kerajaan-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/28/337/2928374/kisah-gajah-mada-membunuh-kebo-iwa-untuk-hancurkan-kerajaan-bali"/><item><title>Kisah Gajah Mada Membunuh Kebo Iwa untuk Hancurkan Kerajaan Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/28/337/2928374/kisah-gajah-mada-membunuh-kebo-iwa-untuk-hancurkan-kerajaan-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/28/337/2928374/kisah-gajah-mada-membunuh-kebo-iwa-untuk-hancurkan-kerajaan-bali</guid><pubDate>Selasa 28 November 2023 06:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/28/337/2928374/kisah-gajah-mada-membunuh-kebo-iwa-untuk-hancurkan-kerajaan-bali-eRrzP3rO5P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kisah gajah mada (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/28/337/2928374/kisah-gajah-mada-membunuh-kebo-iwa-untuk-hancurkan-kerajaan-bali-eRrzP3rO5P.jpg</image><title>Ilustrasi kisah gajah mada (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Kisah Gajah Mada membunuh Kebo Iwa untuk hancurkan kerajaan Bali menjadi fakta sejarah yang tertulis dalam prasasti.

BACA JUGA:
Deretan 5 Lokasi yang Dipercaya sebagai Makam Gajah Mada, Salah Satunya di Lombok

Salah satunya termuat dalam Prasasti Blanjong Sanur berangka tahun 836, yang menuliskan tentang nama-nama raja pada saat itu. Apalagi sejarah Kerajaan Bali niscaya tidak dapat dilepaskan dengan masa kejayaan dan masa keruntuhannya.
Di mana, konon Kerajaan Bali memiliki pusat pemerintahan pertama kalinya di Singhamandawa dan didirikan oleh Sri Ugranesa. Semasa pemerintahan Dharmodayana, Kerajaan Bali mengalami masa kejayaan.
Berikut kisah Gajah Mada membunuh Kebo Iwa untuk hancurkan kerajaan Bali:
Suatu ketika Kerajaan Bali memiliki seorang patih sakti mandraguna yang bernama Kebo Iwa. Karena kesaktian sang patih, Kerajaan Bali semakin tersohor dan kuat hingga tidak mudah untuk ditaklukkan oleh kerajaan- kerajaan lain.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
5 Fakta Soeharto Sempat Mengincar Topeng Mistis Gajah Mada

Bahkan, oleh Kerajaan Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada yang waktu itu ingin menaklukkan Bali demi Sumpah Palapa-nya.
Sayang, Kebo Iwa tak dapat ditaklukkan melalui perang tanding. Hal ini membuat Gajah Mada harus menyusun strategi jitu. Gajah Mada mengundang Kebo Iwa untuk datang di Pulau Jawa. Setiba di Pulau Jawa, Kebo Iwa diminta oleh Gajah Mada untuk membuat sumur.
Selagi Kebo Iwa menggali Sumur, Gajah Mada memerintahkan pada pasukan Majapahit untuk menimbun Patih Bali itu dengan tanah bercampur batu-batu. Berkat kesaktian yang dimilikinya, Kebo Iwa berhasil melontarkan tanah dan batu - batu ke atas hingga selamatlah ia dari maut.
Pada akhirnya, Patih Kebo Iwa menyerahkan diri pada Majapahit dan merelakan dirinya untuk dibunuh. Karena sikap Kebo Iwa yang rela atas kematiannya itu, justru memicu murka pihak Majapahit. Sesudah Gebo Iwa tewas, Gajah Mada kemudian menyusun strategi baru untuk menaklukkan Bali dengan cara berpura-pura menyerah dan melakukan perundingan.
Strategi yang digunakan oleh Gajah Mada akhirnya membawa hasil gemilang. Sehingga Gajah Mada mampu menaklukkan Bali sesudah berhasil menangkap Raja Bali, Gajah Waktra. Dengan ditangkapnya Gajah Waktra, maka Kerajaan Bali yang kemudian menjadi bawahan Majapahit itu mengalami keruntuhan.
Sesudah ditaklukkan oleh Majapahit, para penduduk Bali melarikan diri ke daerah pegunungan. Sekarang, mereka bisa ditemui di daerah Bali seperti di Desa Tenganan atau Desa Tengangan Pengringsingan
</description><content:encoded>JAKARTA - Kisah Gajah Mada membunuh Kebo Iwa untuk hancurkan kerajaan Bali menjadi fakta sejarah yang tertulis dalam prasasti.

BACA JUGA:
Deretan 5 Lokasi yang Dipercaya sebagai Makam Gajah Mada, Salah Satunya di Lombok

Salah satunya termuat dalam Prasasti Blanjong Sanur berangka tahun 836, yang menuliskan tentang nama-nama raja pada saat itu. Apalagi sejarah Kerajaan Bali niscaya tidak dapat dilepaskan dengan masa kejayaan dan masa keruntuhannya.
Di mana, konon Kerajaan Bali memiliki pusat pemerintahan pertama kalinya di Singhamandawa dan didirikan oleh Sri Ugranesa. Semasa pemerintahan Dharmodayana, Kerajaan Bali mengalami masa kejayaan.
Berikut kisah Gajah Mada membunuh Kebo Iwa untuk hancurkan kerajaan Bali:
Suatu ketika Kerajaan Bali memiliki seorang patih sakti mandraguna yang bernama Kebo Iwa. Karena kesaktian sang patih, Kerajaan Bali semakin tersohor dan kuat hingga tidak mudah untuk ditaklukkan oleh kerajaan- kerajaan lain.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
5 Fakta Soeharto Sempat Mengincar Topeng Mistis Gajah Mada

Bahkan, oleh Kerajaan Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada yang waktu itu ingin menaklukkan Bali demi Sumpah Palapa-nya.
Sayang, Kebo Iwa tak dapat ditaklukkan melalui perang tanding. Hal ini membuat Gajah Mada harus menyusun strategi jitu. Gajah Mada mengundang Kebo Iwa untuk datang di Pulau Jawa. Setiba di Pulau Jawa, Kebo Iwa diminta oleh Gajah Mada untuk membuat sumur.
Selagi Kebo Iwa menggali Sumur, Gajah Mada memerintahkan pada pasukan Majapahit untuk menimbun Patih Bali itu dengan tanah bercampur batu-batu. Berkat kesaktian yang dimilikinya, Kebo Iwa berhasil melontarkan tanah dan batu - batu ke atas hingga selamatlah ia dari maut.
Pada akhirnya, Patih Kebo Iwa menyerahkan diri pada Majapahit dan merelakan dirinya untuk dibunuh. Karena sikap Kebo Iwa yang rela atas kematiannya itu, justru memicu murka pihak Majapahit. Sesudah Gebo Iwa tewas, Gajah Mada kemudian menyusun strategi baru untuk menaklukkan Bali dengan cara berpura-pura menyerah dan melakukan perundingan.
Strategi yang digunakan oleh Gajah Mada akhirnya membawa hasil gemilang. Sehingga Gajah Mada mampu menaklukkan Bali sesudah berhasil menangkap Raja Bali, Gajah Waktra. Dengan ditangkapnya Gajah Waktra, maka Kerajaan Bali yang kemudian menjadi bawahan Majapahit itu mengalami keruntuhan.
Sesudah ditaklukkan oleh Majapahit, para penduduk Bali melarikan diri ke daerah pegunungan. Sekarang, mereka bisa ditemui di daerah Bali seperti di Desa Tenganan atau Desa Tengangan Pengringsingan
</content:encoded></item></channel></rss>
