<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diguyur Hujan Deras, Akses Balai Kota Tangsel Dikepung Banjir</title><description>Sejumlah akses jalan pun terendam banjir, termasuk di sekitar Balai Kota yang terletak di Maruga, Ciputat.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/28/338/2928907/diguyur-hujan-deras-akses-balai-kota-tangsel-dikepung-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/28/338/2928907/diguyur-hujan-deras-akses-balai-kota-tangsel-dikepung-banjir"/><item><title>Diguyur Hujan Deras, Akses Balai Kota Tangsel Dikepung Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/28/338/2928907/diguyur-hujan-deras-akses-balai-kota-tangsel-dikepung-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/28/338/2928907/diguyur-hujan-deras-akses-balai-kota-tangsel-dikepung-banjir</guid><pubDate>Selasa 28 November 2023 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/28/338/2928907/diguyur-hujan-deras-akses-balai-kota-tangsel-dikepung-banjir-86Wdvi6W8F.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/28/338/2928907/diguyur-hujan-deras-akses-balai-kota-tangsel-dikepung-banjir-86Wdvi6W8F.JPG</image><title></title></images><description>TANGERANG SELATAN - Hujan deras mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (28/11/23). Sejumlah akses jalan pun terendam banjir, termasuk di sekitar Balai Kota yang terletak di Maruga, Ciputat.

Hujan deras itu turun sejak sekira pukul 17.00 WIB. Hingga saat ini pukul 18.15 WIB, curah hujan tak juga mereda. Dampaknya, luapan air di saluran drainase tak lagi mampu terbendung hingga meluap ke permukaan jalan.

Lalu lintas di depan balai kota nyaris lumpuh. Hanya kendaraan roda empat dapat melaju perlahan, sedang sepeda motor praktis harus menepi. Pengendara motor yang nekat menerjang banjir terpaksa harus mendorong kendaraannya karena mogok.


BACA JUGA:
Imbas Banjir dan Longsor, Akses Jalan di Lereng Gunung Merbabu Masih Putus


&quot;Mogok pak tadi kerendem separuh, banjirnya lumayan tinggi,&quot; ujar Sulaiman (46) driver Ojol yang menepikan kendaraanya di pintu masuk balai kota.

Ketinggian banjir cukup variatif antara 30 hingga 60 centi. Kondisi di depan Gedung Menara Pandang termasuk paling parah, karena tak lagi terlihat jelas batas antara drainase dan badan jalan.

Kondisi di sana semakin parah, sebab banyak galian tanah sisa pengerjaan drainase menumpuk di tepi jalan. Banyak tumpukan tanah itu bertaburan terkikis hujan, hingga membahayakan para pengendara motor.
</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Hujan deras mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (28/11/23). Sejumlah akses jalan pun terendam banjir, termasuk di sekitar Balai Kota yang terletak di Maruga, Ciputat.

Hujan deras itu turun sejak sekira pukul 17.00 WIB. Hingga saat ini pukul 18.15 WIB, curah hujan tak juga mereda. Dampaknya, luapan air di saluran drainase tak lagi mampu terbendung hingga meluap ke permukaan jalan.

Lalu lintas di depan balai kota nyaris lumpuh. Hanya kendaraan roda empat dapat melaju perlahan, sedang sepeda motor praktis harus menepi. Pengendara motor yang nekat menerjang banjir terpaksa harus mendorong kendaraannya karena mogok.


BACA JUGA:
Imbas Banjir dan Longsor, Akses Jalan di Lereng Gunung Merbabu Masih Putus


&quot;Mogok pak tadi kerendem separuh, banjirnya lumayan tinggi,&quot; ujar Sulaiman (46) driver Ojol yang menepikan kendaraanya di pintu masuk balai kota.

Ketinggian banjir cukup variatif antara 30 hingga 60 centi. Kondisi di depan Gedung Menara Pandang termasuk paling parah, karena tak lagi terlihat jelas batas antara drainase dan badan jalan.

Kondisi di sana semakin parah, sebab banyak galian tanah sisa pengerjaan drainase menumpuk di tepi jalan. Banyak tumpukan tanah itu bertaburan terkikis hujan, hingga membahayakan para pengendara motor.
</content:encoded></item></channel></rss>
