<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah dan Asal Usul Pulo Gebang yang Berasal dari Nama Pohon</title><description>Pulo Gebang sendiri terkenal karena keberadaan Terminal Terpadu yang modern dan mirip dengan bandara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/29/337/2928446/sejarah-dan-asal-usul-pulo-gebang-yang-berasal-dari-nama-pohon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/29/337/2928446/sejarah-dan-asal-usul-pulo-gebang-yang-berasal-dari-nama-pohon"/><item><title>Sejarah dan Asal Usul Pulo Gebang yang Berasal dari Nama Pohon</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/29/337/2928446/sejarah-dan-asal-usul-pulo-gebang-yang-berasal-dari-nama-pohon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/29/337/2928446/sejarah-dan-asal-usul-pulo-gebang-yang-berasal-dari-nama-pohon</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Cita Najma Zenitha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/28/337/2928446/sejarah-dan-asal-usul-pulo-gebang-yang-berasal-dari-nama-pohon-dONAGkinsx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi sejarah dan kisah Pulo Gebang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/28/337/2928446/sejarah-dan-asal-usul-pulo-gebang-yang-berasal-dari-nama-pohon-dONAGkinsx.jpg</image><title>Ilustrasi sejarah dan kisah Pulo Gebang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sejarah dan asal usul Pulo Gebang yang berasal dari nama pohon. Adapun Pulo Gebang sendiri terkenal karena keberadaan Terminal Terpadu yang modern dan mirip dengan bandara.

BACA JUGA:
Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud Se-Pulau Jawa, Perindo: Rapatkan Barisan!

Terminal ini menjadi ikon yang membuat Pulo Gebang semakin dikenal oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Berdirinya Pulo Gebang ternyata memiliki sejarah unik. Pasalnya nama kelurahan ini berasal dari nama pohon.
Nah, berikut sejarah dan asal usul Pulo Gebang yang berasal dari nama pohon:
Menghimpun buku, 212 Asal Usul Djakarta Tempo Doeloe&quot; karya Zaenuddin HM, sejarah Pulo Gebang berasal dari dua kata yaitu &quot;Pulo&quot; dan &quot;Gebang&quot;. Dalam bahasa Indonesia, &quot;Pulo&quot; berarti daratan, sementara &quot;Gebang&quot; merujuk pada jenis pohon palem yang besar dengan nama latin Corypha utan.
Pohon Gebang memiliki ciri yang unik. Pasalnya, daun-daunnya berukuran besar dan berbentuk kipas dengan diameter mencapai 2-3,5 meter. Pohon ini hanya berbunga dan berbuah sekali seumur hidupnya.

BACA JUGA:
Terminal Pulo Gebang Mulai Dipadati Pemudik Hari Ini

Ketika pohon Gebang mencapai akhir hidupnya, semua daunnya akan mati. Kemudian pada ujung batangnya muncul kumpulan bunga dengan ratusan ribu kuntum bunga kuning kehijauan yang harum.
Buahnya berbentuk bola dengan tangkai pendek, berwarna hijau, dan memiliki diameter 2-3 meter.Di berbagai daerah di Indonesia, pohon Gebang juga dikenal dengan nama-nama seperti gabang, gawang, ucuk, lontar utan, pocok, ibus, silar, kuala, dan masih banyak lagi.
Selain memiliki nilai sejarah dan asal usul yang menarik, pohon Gebang juga memiliki manfaat yang beragam. Setiap bagian dari pohon ini memiliki khasiat.
Salah satunya adalah daun Gebang dapat diolah menjadi berbagai produk seperti anyaman, topi, tikar, karung, tali, jala, dan pakaian tradisional. Di beberapa kota di Indonesia, pohon Gebang digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kerajinan tangan.
Pohon Gebang juga memiliki umbi yang kaya akan sagu. Setiap satu pohon akan menghasilkan 90 kg sagu. Umumnya, sagu hasil produksi pohon Gebang digunakan untuk pakan hewan. Namun manusia juga dapat mengkonsumsinya pada masa paceklik.
Demikian sejarah dan asal usul Pulo Gebang yang berasal dari nama pohon.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sejarah dan asal usul Pulo Gebang yang berasal dari nama pohon. Adapun Pulo Gebang sendiri terkenal karena keberadaan Terminal Terpadu yang modern dan mirip dengan bandara.

BACA JUGA:
Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud Se-Pulau Jawa, Perindo: Rapatkan Barisan!

Terminal ini menjadi ikon yang membuat Pulo Gebang semakin dikenal oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Berdirinya Pulo Gebang ternyata memiliki sejarah unik. Pasalnya nama kelurahan ini berasal dari nama pohon.
Nah, berikut sejarah dan asal usul Pulo Gebang yang berasal dari nama pohon:
Menghimpun buku, 212 Asal Usul Djakarta Tempo Doeloe&quot; karya Zaenuddin HM, sejarah Pulo Gebang berasal dari dua kata yaitu &quot;Pulo&quot; dan &quot;Gebang&quot;. Dalam bahasa Indonesia, &quot;Pulo&quot; berarti daratan, sementara &quot;Gebang&quot; merujuk pada jenis pohon palem yang besar dengan nama latin Corypha utan.
Pohon Gebang memiliki ciri yang unik. Pasalnya, daun-daunnya berukuran besar dan berbentuk kipas dengan diameter mencapai 2-3,5 meter. Pohon ini hanya berbunga dan berbuah sekali seumur hidupnya.

BACA JUGA:
Terminal Pulo Gebang Mulai Dipadati Pemudik Hari Ini

Ketika pohon Gebang mencapai akhir hidupnya, semua daunnya akan mati. Kemudian pada ujung batangnya muncul kumpulan bunga dengan ratusan ribu kuntum bunga kuning kehijauan yang harum.
Buahnya berbentuk bola dengan tangkai pendek, berwarna hijau, dan memiliki diameter 2-3 meter.Di berbagai daerah di Indonesia, pohon Gebang juga dikenal dengan nama-nama seperti gabang, gawang, ucuk, lontar utan, pocok, ibus, silar, kuala, dan masih banyak lagi.
Selain memiliki nilai sejarah dan asal usul yang menarik, pohon Gebang juga memiliki manfaat yang beragam. Setiap bagian dari pohon ini memiliki khasiat.
Salah satunya adalah daun Gebang dapat diolah menjadi berbagai produk seperti anyaman, topi, tikar, karung, tali, jala, dan pakaian tradisional. Di beberapa kota di Indonesia, pohon Gebang digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kerajinan tangan.
Pohon Gebang juga memiliki umbi yang kaya akan sagu. Setiap satu pohon akan menghasilkan 90 kg sagu. Umumnya, sagu hasil produksi pohon Gebang digunakan untuk pakan hewan. Namun manusia juga dapat mengkonsumsinya pada masa paceklik.
Demikian sejarah dan asal usul Pulo Gebang yang berasal dari nama pohon.
</content:encoded></item></channel></rss>
