<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> TPN Ganjar-Mahfud Minta KPU Serius Tangani Peretasan Website   </title><description>Andi Widjajanto menanggapi soal diretasnya situs KPU oleh peretas anonim Jimbo. Dia berharap KPU serius menangani permasalahan ini.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/29/337/2929487/tpn-ganjar-mahfud-minta-kpu-serius-tangani-peretasan-website</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/29/337/2929487/tpn-ganjar-mahfud-minta-kpu-serius-tangani-peretasan-website"/><item><title> TPN Ganjar-Mahfud Minta KPU Serius Tangani Peretasan Website   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/29/337/2929487/tpn-ganjar-mahfud-minta-kpu-serius-tangani-peretasan-website</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/29/337/2929487/tpn-ganjar-mahfud-minta-kpu-serius-tangani-peretasan-website</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/337/2929487/tpn-ganjar-mahfud-minta-kpu-serius-tangani-peretasan-website-RyQg3fjBwX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/337/2929487/tpn-ganjar-mahfud-minta-kpu-serius-tangani-peretasan-website-RyQg3fjBwX.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok MPI)</title></images><description>

JAKARTA - Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Andi Widjajanto menanggapi soal diretasnya situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh peretas anonim Jimbo. Dia berharap KPU serius menangani permasalahan ini.

&quot;Kami menyadari bahwa ini sesuatu hal yang strategis yang sensitif yang harus disikapi secara serius baik oleh penyelenggara pemilihan umum,&quot; ucap Andi di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, Rabu (29/11/2023).

BACA JUGA:
Situs KPU Diretas 204 Juta Data DPT Bocor, TPN Ganjar-Mahfud: Perisriwa Ini Harus Diusut Tuntas Siapa Pelakunya

Menurutnya, untuk mempercepat permasalahan ini, KPU bisa berkoordinasi dengan lembaga negara lain seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ataupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kombinasi antar lembaga tersebut diharapkan mampu menanggulangi peretasan ini agar memastikan pemilu berjalan dengan aman.

&quot;Kementerian lembaga dalam hal ini Kominfo dan BSSN yang memiliki fungsi kewenangan utama untuk memastikan keamanan siber kita dalam proses pemilu 2024,&quot; katanya.

Sebelumnya, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha menyebut, akun anonim Jimbo tersebut membagikan 500.000 data contoh yang berhasil didapatkan pada salah satu postingannya di situs BreachForums yang biasa dipergunakan untuk menjual hasil peretasan, serta beberapa beberapa tangkapan layar dari website https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk memverifikasi kebenaran data yang didapatkan tersebut.

BACA JUGA:
 TPD Ganjar-Mahfud Jatim Gelar Doa Lintas Agama, Ini Harapannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Dalam postingannya di forum tersebut data 252 juta yang berhasil didapatkan terdapat beberapa data yang terduplikasi. Setelah dilakukan penyaringan, terdapat 204.807.203 data unik di mana jumlah ini hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT KPU yang berjumlah 204.807.222 pemilih dari 514 kabupaten/kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan.



Di dalam data yang didapatkan oleh Jimbo tersebut memiliki beberapa data pribadi yang cukup penting seperti NIK, No. KK, nomor KTP (berisi nomor passport untuk pemilih yang berada di luar negeri), nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan dan kabupaten serta kodefikasi TPS.</description><content:encoded>

JAKARTA - Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Andi Widjajanto menanggapi soal diretasnya situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh peretas anonim Jimbo. Dia berharap KPU serius menangani permasalahan ini.

&quot;Kami menyadari bahwa ini sesuatu hal yang strategis yang sensitif yang harus disikapi secara serius baik oleh penyelenggara pemilihan umum,&quot; ucap Andi di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, Rabu (29/11/2023).

BACA JUGA:
Situs KPU Diretas 204 Juta Data DPT Bocor, TPN Ganjar-Mahfud: Perisriwa Ini Harus Diusut Tuntas Siapa Pelakunya

Menurutnya, untuk mempercepat permasalahan ini, KPU bisa berkoordinasi dengan lembaga negara lain seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ataupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kombinasi antar lembaga tersebut diharapkan mampu menanggulangi peretasan ini agar memastikan pemilu berjalan dengan aman.

&quot;Kementerian lembaga dalam hal ini Kominfo dan BSSN yang memiliki fungsi kewenangan utama untuk memastikan keamanan siber kita dalam proses pemilu 2024,&quot; katanya.

Sebelumnya, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha menyebut, akun anonim Jimbo tersebut membagikan 500.000 data contoh yang berhasil didapatkan pada salah satu postingannya di situs BreachForums yang biasa dipergunakan untuk menjual hasil peretasan, serta beberapa beberapa tangkapan layar dari website https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk memverifikasi kebenaran data yang didapatkan tersebut.

BACA JUGA:
 TPD Ganjar-Mahfud Jatim Gelar Doa Lintas Agama, Ini Harapannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Dalam postingannya di forum tersebut data 252 juta yang berhasil didapatkan terdapat beberapa data yang terduplikasi. Setelah dilakukan penyaringan, terdapat 204.807.203 data unik di mana jumlah ini hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT KPU yang berjumlah 204.807.222 pemilih dari 514 kabupaten/kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan.



Di dalam data yang didapatkan oleh Jimbo tersebut memiliki beberapa data pribadi yang cukup penting seperti NIK, No. KK, nomor KTP (berisi nomor passport untuk pemilih yang berada di luar negeri), nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan dan kabupaten serta kodefikasi TPS.</content:encoded></item></channel></rss>
