<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Mahasiswa di Yogyakarta: Demokrasi Seumur Jagung Dirusak Orang Haus Kekuasaan</title><description>Demokrasi yang baru seumur jagung ini telah dirusak oleh sejumlah orang yang haus kekuasaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/29/510/2929649/demo-mahasiswa-di-yogyakarta-demokrasi-seumur-jagung-dirusak-orang-haus-kekuasaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/29/510/2929649/demo-mahasiswa-di-yogyakarta-demokrasi-seumur-jagung-dirusak-orang-haus-kekuasaan"/><item><title>Demo Mahasiswa di Yogyakarta: Demokrasi Seumur Jagung Dirusak Orang Haus Kekuasaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/29/510/2929649/demo-mahasiswa-di-yogyakarta-demokrasi-seumur-jagung-dirusak-orang-haus-kekuasaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/29/510/2929649/demo-mahasiswa-di-yogyakarta-demokrasi-seumur-jagung-dirusak-orang-haus-kekuasaan</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/510/2929649/demo-mahasiswa-di-yogyakarta-demokrasi-seumur-jagung-dirusak-orang-haus-kekuasaan-Rp9KLXIsqT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahasiswa gelar mimbar kerakyatan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/510/2929649/demo-mahasiswa-di-yogyakarta-demokrasi-seumur-jagung-dirusak-orang-haus-kekuasaan-Rp9KLXIsqT.jpg</image><title>Mahasiswa gelar mimbar kerakyatan (Foto: MPI)</title></images><description>


YORYAKARTA - Puluhan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah kampus di Jateng-DIY melakukan aksi demonstrasi di depan monumen Serangan Umum 1 Maret, Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (29/11/2023).
Sembari membentangkan spanduk bertuliskan kritik mereka juga membawa jagung yang telah dikupas separuh.

BACA JUGA:
Jagung Jadi Simbol, Mahasiswa Gelar Mimbar Kerakyatan: Hukum Kehilangan Independensi

Massa yang memakai pakaian berwarna hitam dengan tulisan Republik Rasa Kerajaan. Mereka berasal dari BEM UGM, UMY, UII, UPN, Utidar, Universitas Muhammadiyah Magelang dan berbagai universitas lainnya
Mereka memulai aksi sekitar pukul 16.45 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Para mahasiswa berkumpul untuk menyuarakan kebingungan demokrasi yang terjadi saat ini.

BACA JUGA:
 Cekcok di Jalan, Dua Pria Ini Nekat Tembaki Mahasiswa Pakai Air Softgun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ketua BEM KM UGM Geilbran Muhammad Noor mengatakan mereka terpaksa turun ke jalan menyuarakan keresahan mereka, keresahan rakyat Indonesia. Sebab demokrasi Indonesia tidak sedang baik-baik saja karena dirusak oleh sekelompok orang yang ingin mempertahankan kekuasaan dengan oligarki.
&quot;Demokrasi yang baru seumur jagung ini telah dirusak oleh sejumlah orang yang haus kekuasaan,&quot; kata dia.
Mahkamah Konstutusi (MK), menurut para mahasiswa telah membuat keputusan yang kontroversial dan juga ada intervensi dari pihak luar. Di mana pada saat itu mereka hanya berasumsi dan hanya menduga jika memang ada intervensi dari luar.Namun, pada tanggal 7 November majelis kehormatan MK menyatakan bahwa apa yang mereka dugakan apa yang mereka asumsikan apa yang tuduhkan  pada mahkamah konstitusi adalah tepat dan benar.
Sayangnya, tidak ada perubahan cukup spesifik atas keluarnya putusan NKRI mahkamah konstitusi. Mahkamah konstitusi telah berubah Mengkakang Konstitusi yang menjadi keponakannya menjadi calon pemimpin dan menghianati kerakyatan.
&quot;Ini harus kita lawan. Tidak boleh diam,&quot; tegasnya.

BACA JUGA:
Pencuri Dua Ekor Kambing Sisakan Jeroan di Depok Terancam 7 Tahun Penjara

Ketua LEM UII, Muhammad Rayhan menambahkan saat ini demokrasi di Indonesia tidak sedang baik-baik sajam Partisipasi rakyat itu sendiri terhadap demokrasi telah dikebiri, telah dipotong dan dibakar oleh penguasa itu sendiri.
&quot;hari ini pihak-pihak yang kita berikan mandat telah menghianati sedemikian rupa Bagaimana politik dinasti dijalankan politik dinasti diupayakan oleh oligarki kekuasaan,&quot;ujarnya
Gerakan ini adalah awal mula dari sebuah langkah besar nantinya. Hari ini sudah ada 20an universitas yang bergabung menyuarakan keresahan bangsa. Dan mereka bakal terus menularkan semangat tersebut ke seluruh penjuru negeri.</description><content:encoded>


YORYAKARTA - Puluhan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah kampus di Jateng-DIY melakukan aksi demonstrasi di depan monumen Serangan Umum 1 Maret, Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (29/11/2023).
Sembari membentangkan spanduk bertuliskan kritik mereka juga membawa jagung yang telah dikupas separuh.

BACA JUGA:
Jagung Jadi Simbol, Mahasiswa Gelar Mimbar Kerakyatan: Hukum Kehilangan Independensi

Massa yang memakai pakaian berwarna hitam dengan tulisan Republik Rasa Kerajaan. Mereka berasal dari BEM UGM, UMY, UII, UPN, Utidar, Universitas Muhammadiyah Magelang dan berbagai universitas lainnya
Mereka memulai aksi sekitar pukul 16.45 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Para mahasiswa berkumpul untuk menyuarakan kebingungan demokrasi yang terjadi saat ini.

BACA JUGA:
 Cekcok di Jalan, Dua Pria Ini Nekat Tembaki Mahasiswa Pakai Air Softgun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ketua BEM KM UGM Geilbran Muhammad Noor mengatakan mereka terpaksa turun ke jalan menyuarakan keresahan mereka, keresahan rakyat Indonesia. Sebab demokrasi Indonesia tidak sedang baik-baik saja karena dirusak oleh sekelompok orang yang ingin mempertahankan kekuasaan dengan oligarki.
&quot;Demokrasi yang baru seumur jagung ini telah dirusak oleh sejumlah orang yang haus kekuasaan,&quot; kata dia.
Mahkamah Konstutusi (MK), menurut para mahasiswa telah membuat keputusan yang kontroversial dan juga ada intervensi dari pihak luar. Di mana pada saat itu mereka hanya berasumsi dan hanya menduga jika memang ada intervensi dari luar.Namun, pada tanggal 7 November majelis kehormatan MK menyatakan bahwa apa yang mereka dugakan apa yang mereka asumsikan apa yang tuduhkan  pada mahkamah konstitusi adalah tepat dan benar.
Sayangnya, tidak ada perubahan cukup spesifik atas keluarnya putusan NKRI mahkamah konstitusi. Mahkamah konstitusi telah berubah Mengkakang Konstitusi yang menjadi keponakannya menjadi calon pemimpin dan menghianati kerakyatan.
&quot;Ini harus kita lawan. Tidak boleh diam,&quot; tegasnya.

BACA JUGA:
Pencuri Dua Ekor Kambing Sisakan Jeroan di Depok Terancam 7 Tahun Penjara

Ketua LEM UII, Muhammad Rayhan menambahkan saat ini demokrasi di Indonesia tidak sedang baik-baik sajam Partisipasi rakyat itu sendiri terhadap demokrasi telah dikebiri, telah dipotong dan dibakar oleh penguasa itu sendiri.
&quot;hari ini pihak-pihak yang kita berikan mandat telah menghianati sedemikian rupa Bagaimana politik dinasti dijalankan politik dinasti diupayakan oleh oligarki kekuasaan,&quot;ujarnya
Gerakan ini adalah awal mula dari sebuah langkah besar nantinya. Hari ini sudah ada 20an universitas yang bergabung menyuarakan keresahan bangsa. Dan mereka bakal terus menularkan semangat tersebut ke seluruh penjuru negeri.</content:encoded></item></channel></rss>
