<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sosok Intel Misterius Hans Hamzah, Anak Buah LB Moerdani Keturunan Tionghoa yang Ahli 6 Bahasa Asing</title><description>Anak buah LB Moerdanai keturunan Tionghoa yang ahli dalam menggunakan 6 bahasa asing</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2929155/sosok-intel-misterius-hans-hamzah-anak-buah-lb-moerdani-keturunan-tionghoa-yang-ahli-6-bahasa-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2929155/sosok-intel-misterius-hans-hamzah-anak-buah-lb-moerdani-keturunan-tionghoa-yang-ahli-6-bahasa-asing"/><item><title>Sosok Intel Misterius Hans Hamzah, Anak Buah LB Moerdani Keturunan Tionghoa yang Ahli 6 Bahasa Asing</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2929155/sosok-intel-misterius-hans-hamzah-anak-buah-lb-moerdani-keturunan-tionghoa-yang-ahli-6-bahasa-asing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2929155/sosok-intel-misterius-hans-hamzah-anak-buah-lb-moerdani-keturunan-tionghoa-yang-ahli-6-bahasa-asing</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/337/2929155/sosok-intel-misterius-hans-hamzah-anak-buah-lb-moerdani-keturunan-tionghoa-yang-ahli-6-bahasa-asing-8FKkf5TPil.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi sosok intel misterius (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/337/2929155/sosok-intel-misterius-hans-hamzah-anak-buah-lb-moerdani-keturunan-tionghoa-yang-ahli-6-bahasa-asing-8FKkf5TPil.jpg</image><title>Ilustrasi sosok intel misterius (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mengenal sosok intel misterius Hans Hamzah, anak buah LB Moerdanai keturunan Tionghoa yang ahli dalam menggunakan 6 bahasa asing. Dia juga  salah satu intel dari TNI Angkatan Darat (AD) yang dikenal sangat misterius.

BACA JUGA:
Sosok Putra Untung Surapati: Tak Punya Kesaktian, Sering Menggoda Bibinya

Hal ini tidak lepas dari kemampuan penyamarannya yang luar biasa. Satu-satunya sumber yang bisa menjelaskan sosok Hans Hamzah ini adalah sebuah tulisan dari seorang penulis buku-buku tentang sejarah militer Asia dan operasi-operasi intelijen bernama Ken Conboy.
Adapun sosok intel misterius Hans Hamzah, anak buah LB Moerdanai keturunan Tionghoa yang ahli dalam menggunakan 6 bahasa asing terungkap dalam buku berjudul Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia
Dalam buku itu, Ken menjelaskan bahwa Hans Hamzah adalah seorang anggota Satsus Intel yang terlibat dalam operasi bersandi Flamboyan yang dipimpin oleh Kolonel Dading Kalbuadi.

BACA JUGA:
Ini Sosok Jenderal Cerdas TNI Lulusan Terbaik Akmil 3 Kali Berturut-Turut

Pada operasi yang dibentuk oleh LB Moerdani ini, militer secara khusus mengincar koper Atase Militer Portugal Mayor Antonio Joao Soares yang datang ke Indonesia dan hendak menuju ke Timor Timur.

Hans Hamzah berperan krusial dalam Operasi Flamboyan pada 1975 itu. Setelah gagal membongkar isi koper Soers di Jakarta, Dading merancang siasat.
Hans Hamzah menyamar sebagai Kepala Cabang Maskapai Merpati Airlines ketika Soares berada di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, bersiap terbang ke Kupang. Saat Soares melapor, Hamzah berimprovisasi bahwa visa sang atase harus mendapat persetujuan dari imigrasi.
Dalam operasi ini, Hamzah kemudian menyamar menjadi seorang guru asal Singapura yang kemudian berkenalan dengan Tinguely di lobi hotel. Saat telah akrab, Hamzah kemudian menawarkan sebuah penginapan yang lebih murah agar mahasiswa yang pernah belajar di Jerman Barat itu melihatnya.
Keesokan harinya, Hamzah membawa Tinguely ke sebuah guest house yang berada di Jalan Raden Saleh, Cikini. Tinguely kemudian sepakat untuk tinggal di sana.
Saking akrabnya Hamzah dengan mahasiswa itu, dirinya kemudian membawa Tinguely berjalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah. Tinguely sejatinya menyadari jika dirinya diawasi oleh spionase, namun dirinya tidak memiliki kecurigaan sedikitpun pada Hamzah.
Pada akhirnya, Hamzah berhasil mengorek banyak informasi tentang sosok Tinguely ini. Ternyata, Tinguely ini bukanlah seorang seorang operator teroris dan hanya sebatas penyorak ideologis semata. Akhirnya, Hugo Tinguely ditetapkan sebagai orang yang tidak mengancam kedaulatan negara.

</description><content:encoded>JAKARTA - Mengenal sosok intel misterius Hans Hamzah, anak buah LB Moerdanai keturunan Tionghoa yang ahli dalam menggunakan 6 bahasa asing. Dia juga  salah satu intel dari TNI Angkatan Darat (AD) yang dikenal sangat misterius.

BACA JUGA:
Sosok Putra Untung Surapati: Tak Punya Kesaktian, Sering Menggoda Bibinya

Hal ini tidak lepas dari kemampuan penyamarannya yang luar biasa. Satu-satunya sumber yang bisa menjelaskan sosok Hans Hamzah ini adalah sebuah tulisan dari seorang penulis buku-buku tentang sejarah militer Asia dan operasi-operasi intelijen bernama Ken Conboy.
Adapun sosok intel misterius Hans Hamzah, anak buah LB Moerdanai keturunan Tionghoa yang ahli dalam menggunakan 6 bahasa asing terungkap dalam buku berjudul Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia
Dalam buku itu, Ken menjelaskan bahwa Hans Hamzah adalah seorang anggota Satsus Intel yang terlibat dalam operasi bersandi Flamboyan yang dipimpin oleh Kolonel Dading Kalbuadi.

BACA JUGA:
Ini Sosok Jenderal Cerdas TNI Lulusan Terbaik Akmil 3 Kali Berturut-Turut

Pada operasi yang dibentuk oleh LB Moerdani ini, militer secara khusus mengincar koper Atase Militer Portugal Mayor Antonio Joao Soares yang datang ke Indonesia dan hendak menuju ke Timor Timur.

Hans Hamzah berperan krusial dalam Operasi Flamboyan pada 1975 itu. Setelah gagal membongkar isi koper Soers di Jakarta, Dading merancang siasat.
Hans Hamzah menyamar sebagai Kepala Cabang Maskapai Merpati Airlines ketika Soares berada di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, bersiap terbang ke Kupang. Saat Soares melapor, Hamzah berimprovisasi bahwa visa sang atase harus mendapat persetujuan dari imigrasi.
Dalam operasi ini, Hamzah kemudian menyamar menjadi seorang guru asal Singapura yang kemudian berkenalan dengan Tinguely di lobi hotel. Saat telah akrab, Hamzah kemudian menawarkan sebuah penginapan yang lebih murah agar mahasiswa yang pernah belajar di Jerman Barat itu melihatnya.
Keesokan harinya, Hamzah membawa Tinguely ke sebuah guest house yang berada di Jalan Raden Saleh, Cikini. Tinguely kemudian sepakat untuk tinggal di sana.
Saking akrabnya Hamzah dengan mahasiswa itu, dirinya kemudian membawa Tinguely berjalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah. Tinguely sejatinya menyadari jika dirinya diawasi oleh spionase, namun dirinya tidak memiliki kecurigaan sedikitpun pada Hamzah.
Pada akhirnya, Hamzah berhasil mengorek banyak informasi tentang sosok Tinguely ini. Ternyata, Tinguely ini bukanlah seorang seorang operator teroris dan hanya sebatas penyorak ideologis semata. Akhirnya, Hugo Tinguely ditetapkan sebagai orang yang tidak mengancam kedaulatan negara.

</content:encoded></item></channel></rss>
