<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Enggak Baper Dihajar dan Dikritik: Yang Penting Tidak Boleh Fitnah</title><description>Ganjar Pranowo mengatakan dirinya tidak pernah bawa perasaan (baper) jika dihajar, dikritik, bahkan dihina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930056/ganjar-enggak-baper-dihajar-dan-dikritik-yang-penting-tidak-boleh-fitnah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930056/ganjar-enggak-baper-dihajar-dan-dikritik-yang-penting-tidak-boleh-fitnah"/><item><title>Ganjar Enggak Baper Dihajar dan Dikritik: Yang Penting Tidak Boleh Fitnah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930056/ganjar-enggak-baper-dihajar-dan-dikritik-yang-penting-tidak-boleh-fitnah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930056/ganjar-enggak-baper-dihajar-dan-dikritik-yang-penting-tidak-boleh-fitnah</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/337/2930056/ganjar-enggak-baper-dihajar-dan-dikritik-yang-penting-tidak-boleh-fitnah-rGSQFW0M9m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/337/2930056/ganjar-enggak-baper-dihajar-dan-dikritik-yang-penting-tidak-boleh-fitnah-rGSQFW0M9m.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8xLzE3NDQ1Mi81L3g4cTM4OHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Calon presiden (capres) yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo mengatakan dirinya tidak pernah bawa perasaan (baper) jika dihajar, dikritik, bahkan dihina. Hal tersebut dia ungkap dalam acara Dialog Pers dan Capres di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Kamis (30/11/2023).

&quot;Kalau dihajar, saya sudah terlalu sering, dipuji juga pernah. Yang perlu disikapi dari kita jangan baperan,&quot; katanya.


BACA JUGA:
Strategi Ganjar Kurangi Kesenjangan di Papua: Pacu Pendidikan, Infrastruktur &amp;amp; Kesehatan


Namun, Ganjar yang dikenal sebagai sosok pemimpin muda, energetik, merakyat, berprestasi, berpengalaman, dan family man itu berpesan agar apa yang disampaikan bukan berupa fitnah.

&quot;Kita berada pada posisi itu tuh, Anda itu wajib dikritik, wajib di ini, jadi jangan baperan. Yang penting edukasinya dan tidak boleh fitnah. Itu saja,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:
Cerita PNS Minta Foto Bareng, Ganjar: Saya Rasa Wajah Saya Seperti Hantu


Capres nomor urut 3 itu menegaskan bahwa semua orang mempunyai kebebasan berpendapat. Bahkan, ia mempersilahkan anak muda hingga stand up komedian untuk menyampaikan kritiknya.

&quot;Jadi terkait dengan kebebasan dan kemerdekaan berekspresi, silakan. Bahkan anak-anak sekarang, para stand up komedian, jadi ketakutan semua. Mas kalau saya kritik ini gimana? Lho, saya kritik aja,&quot; katanya.Namun, Ganjar meminta agar pihak yang mengkritik dirinya tidak marah ketika ia melakukan kritik balik.

&quot;Tapi kalian nanti saya kritik jangan marah ya. Nah pada saat saya gantian kritik, lho gimana sih, anda ini pejabat kok ngeritik. Enggak, maksud saya biar ada dialektika. Kan kita ini masih belajar nih, kita ini belum mapan-mapan banget,&quot; katanya.

&quot;Kalau anda boleh, kenapa saya tidak boleh? Woh Anda pejabat. Oke kalau begitu saya batasi. Tapi saya boleh dong menggiatkan. Begitu. Ini yang terjadi,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8xLzE3NDQ1Mi81L3g4cTM4OHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Calon presiden (capres) yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo mengatakan dirinya tidak pernah bawa perasaan (baper) jika dihajar, dikritik, bahkan dihina. Hal tersebut dia ungkap dalam acara Dialog Pers dan Capres di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Kamis (30/11/2023).

&quot;Kalau dihajar, saya sudah terlalu sering, dipuji juga pernah. Yang perlu disikapi dari kita jangan baperan,&quot; katanya.


BACA JUGA:
Strategi Ganjar Kurangi Kesenjangan di Papua: Pacu Pendidikan, Infrastruktur &amp;amp; Kesehatan


Namun, Ganjar yang dikenal sebagai sosok pemimpin muda, energetik, merakyat, berprestasi, berpengalaman, dan family man itu berpesan agar apa yang disampaikan bukan berupa fitnah.

&quot;Kita berada pada posisi itu tuh, Anda itu wajib dikritik, wajib di ini, jadi jangan baperan. Yang penting edukasinya dan tidak boleh fitnah. Itu saja,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:
Cerita PNS Minta Foto Bareng, Ganjar: Saya Rasa Wajah Saya Seperti Hantu


Capres nomor urut 3 itu menegaskan bahwa semua orang mempunyai kebebasan berpendapat. Bahkan, ia mempersilahkan anak muda hingga stand up komedian untuk menyampaikan kritiknya.

&quot;Jadi terkait dengan kebebasan dan kemerdekaan berekspresi, silakan. Bahkan anak-anak sekarang, para stand up komedian, jadi ketakutan semua. Mas kalau saya kritik ini gimana? Lho, saya kritik aja,&quot; katanya.Namun, Ganjar meminta agar pihak yang mengkritik dirinya tidak marah ketika ia melakukan kritik balik.

&quot;Tapi kalian nanti saya kritik jangan marah ya. Nah pada saat saya gantian kritik, lho gimana sih, anda ini pejabat kok ngeritik. Enggak, maksud saya biar ada dialektika. Kan kita ini masih belajar nih, kita ini belum mapan-mapan banget,&quot; katanya.

&quot;Kalau anda boleh, kenapa saya tidak boleh? Woh Anda pejabat. Oke kalau begitu saya batasi. Tapi saya boleh dong menggiatkan. Begitu. Ini yang terjadi,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
