<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Bawah Moncong Senapan Israel, Wadanjen Kopassus Yudha Airlangga Pertaruhkan Nyawa Selamatkan Bocah</title><description>Secara mengejutkan, Tentara Israel itu menodongkan senjata ke pasukan PBB asal Indonesia yang sedang berdiplomasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930074/di-bawah-moncong-senapan-israel-wadanjen-kopassus-yudha-airlangga-pertaruhkan-nyawa-selamatkan-bocah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930074/di-bawah-moncong-senapan-israel-wadanjen-kopassus-yudha-airlangga-pertaruhkan-nyawa-selamatkan-bocah"/><item><title>Di Bawah Moncong Senapan Israel, Wadanjen Kopassus Yudha Airlangga Pertaruhkan Nyawa Selamatkan Bocah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930074/di-bawah-moncong-senapan-israel-wadanjen-kopassus-yudha-airlangga-pertaruhkan-nyawa-selamatkan-bocah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930074/di-bawah-moncong-senapan-israel-wadanjen-kopassus-yudha-airlangga-pertaruhkan-nyawa-selamatkan-bocah</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/337/2930074/di-bawah-moncong-senapan-israel-wadanjen-kopassus-yudha-airlangga-pertaruhkan-nyawa-selamatkan-bocah-7Uq9Gp52IX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Brigjen Yudha Airlangga saat Masih Berpangkat Kolonel/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/337/2930074/di-bawah-moncong-senapan-israel-wadanjen-kopassus-yudha-airlangga-pertaruhkan-nyawa-selamatkan-bocah-7Uq9Gp52IX.jpg</image><title>Brigjen Yudha Airlangga saat Masih Berpangkat Kolonel/ist</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash;   Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi, rotasi, dan promosi jabatan pada 49 perwira menengah (Pamen) dan perwira tinggi (Pati) di tiga matra.
Mutasi ini tertuang berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1384/XI/2023 tanggal 29 November 2023, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

BACA JUGA:
Selamat! 7 Kolonel Ini Pecah Bintang, Nomor 5 Paspampres Viral Perisai Hidup Jokowi

Salah satu perwira yang mendapat promosi jabatan adalah, Brigjen TNI Yudha Airlangga yang sebelumnya menjabat Danpusdiklatpassus Kopassus, menjadi Wadanjen Kopassus.
Jenderal bintang satu Kopassus ini ternyata, mempunyai kisah heroik saat  dia bergabung dalam Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A di wilayah Selatan Lebanon, yang sedang menengahi kelompok Hizbullah dengan Israel di Lebanon.

BACA JUGA:
Miliki Rekam Jejak Luar Biasa, Ini Sosok Yudi Bustami Komandan Pasukan Elite Kopasgat yang Baru

Saat itu pasukan Korps Baret Merah Kopassus sebagai pasukan PBB mengubah seorang prajurit tempur menjadi pihak yang kerap mendapat sasaran kekerasan dan ancaman maut dari kelompok yang bertikai.
Seperti dikutip Okezone dalam buku Kopassus untuk Indonesia, karangan Iwan Santosa dan E.A Natanegara,  Yudha Airlangga yang saat itu masih berpangkat mayor, menceritakan pengalamannya menolong seorang bocah Lebanon yang ditangkap tentara Israel.Tentara Israel dengan brutal menangkap seorang bocah karena merusak pagar perbatasan Israel dengan Lebanon. Bocah berusia 15 tahun tersebut langsung ditahan oleh tentara Israel.
Yudha dan rekan-rekannya berdiplomasi ke pos militer Israel. Pasukan Indonesia bersikap netral dan menganggap semua tidak bermusuhan. Mereka juga menghargai prajurit Israel sebagai prajurit profesional yang sedang menjalankan tugas.
Secara mengejutkan, Tentara Israel itu menodongkan senjata ke pasukan PBB asal Indonesia yang sedang berdiplomasi.
Selama empat jam mereka merayu dan menekankan fakta ke tentara Israel bahwa pelaku adalah anak kecil. &quot;Kita kembangkan sisi kemanusiannya, sehingga mereka akhirnya membebaskan anak itu,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash;   Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi, rotasi, dan promosi jabatan pada 49 perwira menengah (Pamen) dan perwira tinggi (Pati) di tiga matra.
Mutasi ini tertuang berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1384/XI/2023 tanggal 29 November 2023, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

BACA JUGA:
Selamat! 7 Kolonel Ini Pecah Bintang, Nomor 5 Paspampres Viral Perisai Hidup Jokowi

Salah satu perwira yang mendapat promosi jabatan adalah, Brigjen TNI Yudha Airlangga yang sebelumnya menjabat Danpusdiklatpassus Kopassus, menjadi Wadanjen Kopassus.
Jenderal bintang satu Kopassus ini ternyata, mempunyai kisah heroik saat  dia bergabung dalam Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A di wilayah Selatan Lebanon, yang sedang menengahi kelompok Hizbullah dengan Israel di Lebanon.

BACA JUGA:
Miliki Rekam Jejak Luar Biasa, Ini Sosok Yudi Bustami Komandan Pasukan Elite Kopasgat yang Baru

Saat itu pasukan Korps Baret Merah Kopassus sebagai pasukan PBB mengubah seorang prajurit tempur menjadi pihak yang kerap mendapat sasaran kekerasan dan ancaman maut dari kelompok yang bertikai.
Seperti dikutip Okezone dalam buku Kopassus untuk Indonesia, karangan Iwan Santosa dan E.A Natanegara,  Yudha Airlangga yang saat itu masih berpangkat mayor, menceritakan pengalamannya menolong seorang bocah Lebanon yang ditangkap tentara Israel.Tentara Israel dengan brutal menangkap seorang bocah karena merusak pagar perbatasan Israel dengan Lebanon. Bocah berusia 15 tahun tersebut langsung ditahan oleh tentara Israel.
Yudha dan rekan-rekannya berdiplomasi ke pos militer Israel. Pasukan Indonesia bersikap netral dan menganggap semua tidak bermusuhan. Mereka juga menghargai prajurit Israel sebagai prajurit profesional yang sedang menjalankan tugas.
Secara mengejutkan, Tentara Israel itu menodongkan senjata ke pasukan PBB asal Indonesia yang sedang berdiplomasi.
Selama empat jam mereka merayu dan menekankan fakta ke tentara Israel bahwa pelaku adalah anak kecil. &quot;Kita kembangkan sisi kemanusiannya, sehingga mereka akhirnya membebaskan anak itu,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
