<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Buat Kamp Pelatihan untuk Wirausaha Muda</title><description>Menurutnya, wirausahawan muda seringkali menghadapi hambatan besar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930303/pemerintah-buat-kamp-pelatihan-untuk-wirausaha-muda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930303/pemerintah-buat-kamp-pelatihan-untuk-wirausaha-muda"/><item><title>Pemerintah Buat Kamp Pelatihan untuk Wirausaha Muda</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930303/pemerintah-buat-kamp-pelatihan-untuk-wirausaha-muda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930303/pemerintah-buat-kamp-pelatihan-untuk-wirausaha-muda</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/337/2930303/pemerintah-buat-kamp-pelatihan-untuk-wirausaha-muda-qDzD1Ykwb2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Bikin Kamp Pelatihan untuk Wirausaha Muda/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/337/2930303/pemerintah-buat-kamp-pelatihan-untuk-wirausaha-muda-qDzD1Ykwb2.jpg</image><title>Pemerintah Bikin Kamp Pelatihan untuk Wirausaha Muda/ist</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8xLzE3NDQyNS81L3g4cTMyeTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengadakan kerja sama dengan Program Pembangunan PBB (United Nations Development Program) dan Citi Foundation untuk meningkatkan kemampuan wirausaha lewat kamp pelatihan.
&quot;Program transformasi ini mempertemukan 50 perwakilan pemuda dari 25 wirausaha sosial, semuanya berdedikasi untuk mendorong perubahan positif di komunitas mereka,&quot; kata Head of Innovative Financing Lab M. Didi Hardiana, Kamis (30/11/2023).

BACA JUGA:
Menko PMK: Perlu Pemerataan Pelayanan Kesehatan dalam Membangun Indonesia

Didi mengatakan, nama program tersebut adalah Youth Co:Lab, untuk menumbuhkan kewirausahaan, inovasi, dan keterampilan kepemimpinan di kalangan individu muda di kawasan Asia dan Pasifik.
Dia menilai National Bootcamp di Indonesia tahun ini bertujuan untuk memberdayakan pengusaha sosial muda untuk meningkatkan skala bisnis dan memperkuat dampak sosial mereka.

BACA JUGA:
Ganjar Dukung Kebebasan Pers: Pemerintahnya Enggak Baperan Kalau Dikritik

Menurutnya, wirausahawan muda seringkali menghadapi hambatan besar seperti terbatasnya akses terhadap modal dan kurangnya pendampingan.
&quot;National Bootcamp dirancang khusus untuk mengatasi tantangan-tantangan ini secara langsung, menawarkan kurikulum komprehensif berupa lokakarya, sesi pendampingan, dan peluang berjejaring,&quot; jelasnya.Tercatat ada beragam kelompok wirausaha muda, dengan fokus memberikan solusi secara inklusif lewat Youth Co:Lab National Bootcamp 2023.

Sebanyak enam puluh persen peserta berasal dari Kelompok Kurang Diuntungkan dan Rentan (Leave No One Behind atau LNOB), termasuk masyarakat adat, etnis dan agama minoritas, migran, generasi muda berpenghasilan rendah.

&amp;ldquo;Dan mereka yang tidak bekerja, bersekolah, atau mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment, or Training atau NEET),&amp;rdquo; pungkasnya.

Sementara, Country Head of Public Affairs Citi Indonesia Puni A. Anjungsari menyatakan kegiatan ini menekankan pentingnya peran wirausaha muda dalam ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

&quot;Untuk memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal, generasi muda sebagai penerus bangsa harus diberikan kesempatan dan akses yang luas untuk menjadi penggerak utama perekonomian melalui kewirausahaan,&quot; tutup Puni.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8xLzE3NDQyNS81L3g4cTMyeTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengadakan kerja sama dengan Program Pembangunan PBB (United Nations Development Program) dan Citi Foundation untuk meningkatkan kemampuan wirausaha lewat kamp pelatihan.
&quot;Program transformasi ini mempertemukan 50 perwakilan pemuda dari 25 wirausaha sosial, semuanya berdedikasi untuk mendorong perubahan positif di komunitas mereka,&quot; kata Head of Innovative Financing Lab M. Didi Hardiana, Kamis (30/11/2023).

BACA JUGA:
Menko PMK: Perlu Pemerataan Pelayanan Kesehatan dalam Membangun Indonesia

Didi mengatakan, nama program tersebut adalah Youth Co:Lab, untuk menumbuhkan kewirausahaan, inovasi, dan keterampilan kepemimpinan di kalangan individu muda di kawasan Asia dan Pasifik.
Dia menilai National Bootcamp di Indonesia tahun ini bertujuan untuk memberdayakan pengusaha sosial muda untuk meningkatkan skala bisnis dan memperkuat dampak sosial mereka.

BACA JUGA:
Ganjar Dukung Kebebasan Pers: Pemerintahnya Enggak Baperan Kalau Dikritik

Menurutnya, wirausahawan muda seringkali menghadapi hambatan besar seperti terbatasnya akses terhadap modal dan kurangnya pendampingan.
&quot;National Bootcamp dirancang khusus untuk mengatasi tantangan-tantangan ini secara langsung, menawarkan kurikulum komprehensif berupa lokakarya, sesi pendampingan, dan peluang berjejaring,&quot; jelasnya.Tercatat ada beragam kelompok wirausaha muda, dengan fokus memberikan solusi secara inklusif lewat Youth Co:Lab National Bootcamp 2023.

Sebanyak enam puluh persen peserta berasal dari Kelompok Kurang Diuntungkan dan Rentan (Leave No One Behind atau LNOB), termasuk masyarakat adat, etnis dan agama minoritas, migran, generasi muda berpenghasilan rendah.

&amp;ldquo;Dan mereka yang tidak bekerja, bersekolah, atau mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment, or Training atau NEET),&amp;rdquo; pungkasnya.

Sementara, Country Head of Public Affairs Citi Indonesia Puni A. Anjungsari menyatakan kegiatan ini menekankan pentingnya peran wirausaha muda dalam ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

&quot;Untuk memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal, generasi muda sebagai penerus bangsa harus diberikan kesempatan dan akses yang luas untuk menjadi penggerak utama perekonomian melalui kewirausahaan,&quot; tutup Puni.

</content:encoded></item></channel></rss>
