<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demisioner BEM Nusantara: Kita Butuh Gagasan, Bukan Sekadar Jual Goyangan</title><description>&amp;nbsp;
Ia meminta agar pasangan-pasangan calon presiden dan wakil presiden tak hanya menampilkan gimik-gimik kepada generasi-generasi pemuda&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930355/demisioner-bem-nusantara-kita-butuh-gagasan-bukan-sekadar-jual-goyangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930355/demisioner-bem-nusantara-kita-butuh-gagasan-bukan-sekadar-jual-goyangan"/><item><title>Demisioner BEM Nusantara: Kita Butuh Gagasan, Bukan Sekadar Jual Goyangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930355/demisioner-bem-nusantara-kita-butuh-gagasan-bukan-sekadar-jual-goyangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930355/demisioner-bem-nusantara-kita-butuh-gagasan-bukan-sekadar-jual-goyangan</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 19:36 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/337/2930355/demisioner-bem-nusantara-kita-butuh-gagasan-bukan-sekadar-jual-goyangan-cGKHuWPTsy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demisioner BEM Nusantara tagih gagasan Capres Cawapres/Foto: MPI </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/337/2930355/demisioner-bem-nusantara-kita-butuh-gagasan-bukan-sekadar-jual-goyangan-cGKHuWPTsy.jpg</image><title>Demisioner BEM Nusantara tagih gagasan Capres Cawapres/Foto: MPI </title></images><description>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8xLzE3NDQ1Mi81L3g4cTM4OHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Demisioner Korpus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Dimas Prayoga menilai, Pemilu 2024 harus melahirkan gagasan-gagasan untuk Indonesia.


Ia meminta agar pasangan-pasangan calon presiden dan wakil presiden tak hanya menampilkan gimik-gimik kepada generasi-generasi pemuda. Sebab, Pemilu 2024 mayoritasnya diikuti oleh pemilih milenial dan gen Z.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ingatkan Netralitas Aparat, Perindo: Rakyat Akan Selalu Bersama Aiman Witjaksono



&amp;ldquo;Bagaimana nanti kerangka mereka membawa Indonesia tahun 2024 dan setetusnya ketika mereka terpilih, itu yang kita butuhkan. Bukan hanya goyang-goyangan konyol, bukan hanya sekadar kegemoyan yang dijual, itu yang ingin anak muda sampaikan,&amp;rdquo; kata Dimas dalam acara dialog di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2023).



Pasalnya, tambah dia, generasj muda kekiniaan terbiasa dengan teknologi informasi. Lewat teknologi informasi itu juga, generasi muda paling dekat mendapatkan informasi mengenai pandangan Capres-Cawapres.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Berbeda Boleh, Terpecah Jangan!


Ia menilai apabila paslon tertentu justru menitikberatkan pada gimik dan bukan gagasan, maka hal itu justru menjadi penghinaan.



&amp;ldquo;Ketika hari ini kemudian kita disuguhkan oleh politik konyol dan kegemoyan ini adalah penghibaan bagi saya,&amp;rdquo; katanya.



&amp;ldquo;Karena ditampilkan gimik gemoy itu artinya ini penghinaann bahwa anak milenial atau gen Z itu tidak penting bertarung gagasan tapi yang penting adalah lucu-lucuaan saja,&amp;rdquo; tambahnya.





Padahal, kata dia, Indonesia tengah menyongsong dan bersiap menjadi negara maju. Indonesia juga akan mengalami kondisi bonus demografi.




&amp;nbsp;BACA JUGA:

Demokrasi Diraih dengan Berdarah-darah, Taufan Damanik: Jaga Prinsip Itu!



&amp;ldquo;Padahal kemudian hari ini kita berbicara atau mencari pemimpin yang penduduknya nanti itu 318 juta. Jadi kita tidak sekadar butuh goyangan yang lucu, tapi kita butuh gagasan yang konkrit untuk membawa Indonesia ke depan,&amp;rdquo; tuturnya.





</description><content:encoded>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8xLzE3NDQ1Mi81L3g4cTM4OHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Demisioner Korpus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Dimas Prayoga menilai, Pemilu 2024 harus melahirkan gagasan-gagasan untuk Indonesia.


Ia meminta agar pasangan-pasangan calon presiden dan wakil presiden tak hanya menampilkan gimik-gimik kepada generasi-generasi pemuda. Sebab, Pemilu 2024 mayoritasnya diikuti oleh pemilih milenial dan gen Z.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ingatkan Netralitas Aparat, Perindo: Rakyat Akan Selalu Bersama Aiman Witjaksono



&amp;ldquo;Bagaimana nanti kerangka mereka membawa Indonesia tahun 2024 dan setetusnya ketika mereka terpilih, itu yang kita butuhkan. Bukan hanya goyang-goyangan konyol, bukan hanya sekadar kegemoyan yang dijual, itu yang ingin anak muda sampaikan,&amp;rdquo; kata Dimas dalam acara dialog di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2023).



Pasalnya, tambah dia, generasj muda kekiniaan terbiasa dengan teknologi informasi. Lewat teknologi informasi itu juga, generasi muda paling dekat mendapatkan informasi mengenai pandangan Capres-Cawapres.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Berbeda Boleh, Terpecah Jangan!


Ia menilai apabila paslon tertentu justru menitikberatkan pada gimik dan bukan gagasan, maka hal itu justru menjadi penghinaan.



&amp;ldquo;Ketika hari ini kemudian kita disuguhkan oleh politik konyol dan kegemoyan ini adalah penghibaan bagi saya,&amp;rdquo; katanya.



&amp;ldquo;Karena ditampilkan gimik gemoy itu artinya ini penghinaann bahwa anak milenial atau gen Z itu tidak penting bertarung gagasan tapi yang penting adalah lucu-lucuaan saja,&amp;rdquo; tambahnya.





Padahal, kata dia, Indonesia tengah menyongsong dan bersiap menjadi negara maju. Indonesia juga akan mengalami kondisi bonus demografi.




&amp;nbsp;BACA JUGA:

Demokrasi Diraih dengan Berdarah-darah, Taufan Damanik: Jaga Prinsip Itu!



&amp;ldquo;Padahal kemudian hari ini kita berbicara atau mencari pemimpin yang penduduknya nanti itu 318 juta. Jadi kita tidak sekadar butuh goyangan yang lucu, tapi kita butuh gagasan yang konkrit untuk membawa Indonesia ke depan,&amp;rdquo; tuturnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
