<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Bicara soal Pentingnya Mencintai Negara: Itu Sebuah Keharusan    </title><description>Mahfud MD berbicara soal penting bangsa mendirikan negara dan mencintainya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930427/mahfud-md-bicara-soal-pentingnya-mencintai-negara-itu-sebuah-keharusan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930427/mahfud-md-bicara-soal-pentingnya-mencintai-negara-itu-sebuah-keharusan"/><item><title>Mahfud MD Bicara soal Pentingnya Mencintai Negara: Itu Sebuah Keharusan    </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930427/mahfud-md-bicara-soal-pentingnya-mencintai-negara-itu-sebuah-keharusan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/30/337/2930427/mahfud-md-bicara-soal-pentingnya-mencintai-negara-itu-sebuah-keharusan</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 22:41 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/337/2930427/mahfud-md-bicara-soal-pentingnya-mencintai-negara-itu-sebuah-keharusan-IV5X8in3Vo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/337/2930427/mahfud-md-bicara-soal-pentingnya-mencintai-negara-itu-sebuah-keharusan-IV5X8in3Vo.jpg</image><title>Mahfud MD. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8xLzE3NDQ4My81L3g4cTNzOTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGERANG - Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai Persatuan Indonesia (Perindo),&amp;nbsp;Mahfud&amp;nbsp;MD berbicara soal penting bangsa mendirikan negara dan mencintainya. Kata dia, negara didirikan untuk melindungi bangsanya.

Hal itu dia sampaikan saat melakukan dialog dialog kebangsaan dengan tema Jaminan Hukum Kesejahteraan Dunia Pesantren di Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Antika, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis, (30/11/2023). Nampak, acara ini turut dihadiri oleh ratusan santri dan santriwati Ponpes tersebut.

BACA JUGA:


Siap Hadapi Debat Capres-Cawapres, Mahfud MD: Masyarakat yang Menilai&amp;nbsp;
Mulanya&amp;nbsp;Mahfud&amp;nbsp;menceritakan soal lagu Ya Lal Wathon yang memiliki arti cinta Tanah Air. Di mana lagu tersebut sebelumnya dilantunkan para santri ketika Cawapres yang mendampingi Capres Ganjar Pranowo itu tiba di Ponpes.

&quot;Ada semangat juang dalam Ya Lal Wathon. Ya Lal Wathon, Ya Lal Wathon. Bangkitlah Hai Bangsaku (artinya),&quot; kata dia.

Kata dia, umat Islam berkewajiban mendirikan negara. Oleh sebab itu, pada zaman kolonial, peran pesantren sangat penting dalam mendirikan negara untuk bangsa Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lantunan Sholawat Sambut Kedatangan Mahfud MD di Ponpes Nur Antika Tangerang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Zaman Belanda dan Jepang dahulu tidak ada kebebasan beribadah. Setelah merdeka, pesantren bagus, masjid bagus. Jadi mendirikan negara itu sebuah keharusan,&quot; katanya.

Menurut&amp;nbsp;Mahfud, pada saat zaman sebelum Indonesia merdeka para santri bersama bangsa Indonesia lainnya berjuang melepaskan bangsa Indonesia lepas dari penjajahan.

&quot;Setelah itu mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sifatnya multikultural, multi agama, multi etnis, suku dan ras,&quot; tuturnya.Lanjut Mahfud, kecintaan kepada negara adalah bagian dari iman. Lantaran kecintaan tersebut para pemuda lintas agama, ras dan suku melakukan sumpah pada 28 Oktober yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.



&quot;Maka kenapa pada 1928 ada sumpah pemuda untuk bersatu dalam satu bangsa, tanah air, dan bahasa yang sama,&quot; pungkasnya.









</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8xLzE3NDQ4My81L3g4cTNzOTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGERANG - Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai Persatuan Indonesia (Perindo),&amp;nbsp;Mahfud&amp;nbsp;MD berbicara soal penting bangsa mendirikan negara dan mencintainya. Kata dia, negara didirikan untuk melindungi bangsanya.

Hal itu dia sampaikan saat melakukan dialog dialog kebangsaan dengan tema Jaminan Hukum Kesejahteraan Dunia Pesantren di Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Antika, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis, (30/11/2023). Nampak, acara ini turut dihadiri oleh ratusan santri dan santriwati Ponpes tersebut.

BACA JUGA:


Siap Hadapi Debat Capres-Cawapres, Mahfud MD: Masyarakat yang Menilai&amp;nbsp;
Mulanya&amp;nbsp;Mahfud&amp;nbsp;menceritakan soal lagu Ya Lal Wathon yang memiliki arti cinta Tanah Air. Di mana lagu tersebut sebelumnya dilantunkan para santri ketika Cawapres yang mendampingi Capres Ganjar Pranowo itu tiba di Ponpes.

&quot;Ada semangat juang dalam Ya Lal Wathon. Ya Lal Wathon, Ya Lal Wathon. Bangkitlah Hai Bangsaku (artinya),&quot; kata dia.

Kata dia, umat Islam berkewajiban mendirikan negara. Oleh sebab itu, pada zaman kolonial, peran pesantren sangat penting dalam mendirikan negara untuk bangsa Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lantunan Sholawat Sambut Kedatangan Mahfud MD di Ponpes Nur Antika Tangerang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Zaman Belanda dan Jepang dahulu tidak ada kebebasan beribadah. Setelah merdeka, pesantren bagus, masjid bagus. Jadi mendirikan negara itu sebuah keharusan,&quot; katanya.

Menurut&amp;nbsp;Mahfud, pada saat zaman sebelum Indonesia merdeka para santri bersama bangsa Indonesia lainnya berjuang melepaskan bangsa Indonesia lepas dari penjajahan.

&quot;Setelah itu mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sifatnya multikultural, multi agama, multi etnis, suku dan ras,&quot; tuturnya.Lanjut Mahfud, kecintaan kepada negara adalah bagian dari iman. Lantaran kecintaan tersebut para pemuda lintas agama, ras dan suku melakukan sumpah pada 28 Oktober yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.



&quot;Maka kenapa pada 1928 ada sumpah pemuda untuk bersatu dalam satu bangsa, tanah air, dan bahasa yang sama,&quot; pungkasnya.









</content:encoded></item></channel></rss>
