<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>150 Pencari Kerja di Karawang Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp500 juta</title><description>Sedikitnya 150 orang calon tenaga kerja di Karawang menjadi korban penipuan sebuah yayasan penyalur tenaga kerja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/525/2930216/150-pencari-kerja-di-karawang-jadi-korban-penipuan-kerugian-capai-rp500-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/30/525/2930216/150-pencari-kerja-di-karawang-jadi-korban-penipuan-kerugian-capai-rp500-juta"/><item><title>150 Pencari Kerja di Karawang Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp500 juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/30/525/2930216/150-pencari-kerja-di-karawang-jadi-korban-penipuan-kerugian-capai-rp500-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/30/525/2930216/150-pencari-kerja-di-karawang-jadi-korban-penipuan-kerugian-capai-rp500-juta</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Nila Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/525/2930216/150-pencari-kerja-di-karawang-jadi-korban-penipuan-kerugian-capai-rp500-juta-nZoeKmERsN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban penipuan penyalur tenaga kerja lapor polisi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/525/2930216/150-pencari-kerja-di-karawang-jadi-korban-penipuan-kerugian-capai-rp500-juta-nZoeKmERsN.jpg</image><title>Korban penipuan penyalur tenaga kerja lapor polisi (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNS8xLzE3NDIyOC81L3g4cHkzZ3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

KARAWANG - Sedikitnya 150 orang calon tenaga kerja di Karawang menjadi korban penipuan sebuah yayasan penyalur tenaga kerja. Korban diiming-imingi bekerja sebagai tenaga sekuriti di sejumlah perusahaan.

Kerugian yang dialami korban mencapai Rp500 juta.


BACA JUGA:
Ganjar Bilang Pers Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Ini Alasannya


Salah satu perwakilan korban, Sugeng Wiyono mengatakan, dia mewakili 150 korban calon tenaga kerja yang menjadi korban penipuan yayasan penyalur tenaga kerja melaporkan Yayasan Cobra Jaga Negara yang berkantor pusat di Cikarang, namun memiliki kantor cabang di Cikampek ke Polres Karawang karena telah melakukan penipuan.

Yayasan tersebut  tidak bisa memenuhi janjinya untuk mengembalikan uang calon tenaga kerja senilai Rp500 juta.

&quot;Karena tidak bisa bekerja seperti yang dijanjikan terus yayasan itu berjanji mau mengembalikan uang, namun itu tidak pernah terjadi hingga kami laporkan,&quot; kata Sugeng Wiyono, Kamis (30/12/23).


BACA JUGA:
Diguyur Hujan Deras, Jembatan Rawayan di Sukarana Bogor Roboh


Menurut Sugen, para calon tenaga kerja dijanjikan bekerja sebagai sekuriti setelah membayar biaya administrasi mulai dari Rp2 juta hingga Rp8 juta per orangnya. Namun, setelah ditunggu para pencari kerja janji untuk mendapat pekerjaan tidak pernah terjadi. Akhirnya para pencari kerja meminta uang yang sudah disetorkan dan dijanjikan akan dikembalikan.

&quot;Yayasan itu berjanji akan mengembalikan uang dan sudah beberapa kali mediasi namun tidak pernah terwujud,&quot; katanya.Karena kesal, akhirnya para pencari kerja yang menjadi korban mendatangi Mapolres Karawang melaporkan kasus penipuan tersebut.

Sementara itu, Humas Polres Karawang, Ipda Kusmayadi membenarkan adanya laporan dari puluhan calon tenaga kerja tersebut.

Polisi masih meminta keterangan para korban untuk memproses laporan tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNS8xLzE3NDIyOC81L3g4cHkzZ3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

KARAWANG - Sedikitnya 150 orang calon tenaga kerja di Karawang menjadi korban penipuan sebuah yayasan penyalur tenaga kerja. Korban diiming-imingi bekerja sebagai tenaga sekuriti di sejumlah perusahaan.

Kerugian yang dialami korban mencapai Rp500 juta.


BACA JUGA:
Ganjar Bilang Pers Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Ini Alasannya


Salah satu perwakilan korban, Sugeng Wiyono mengatakan, dia mewakili 150 korban calon tenaga kerja yang menjadi korban penipuan yayasan penyalur tenaga kerja melaporkan Yayasan Cobra Jaga Negara yang berkantor pusat di Cikarang, namun memiliki kantor cabang di Cikampek ke Polres Karawang karena telah melakukan penipuan.

Yayasan tersebut  tidak bisa memenuhi janjinya untuk mengembalikan uang calon tenaga kerja senilai Rp500 juta.

&quot;Karena tidak bisa bekerja seperti yang dijanjikan terus yayasan itu berjanji mau mengembalikan uang, namun itu tidak pernah terjadi hingga kami laporkan,&quot; kata Sugeng Wiyono, Kamis (30/12/23).


BACA JUGA:
Diguyur Hujan Deras, Jembatan Rawayan di Sukarana Bogor Roboh


Menurut Sugen, para calon tenaga kerja dijanjikan bekerja sebagai sekuriti setelah membayar biaya administrasi mulai dari Rp2 juta hingga Rp8 juta per orangnya. Namun, setelah ditunggu para pencari kerja janji untuk mendapat pekerjaan tidak pernah terjadi. Akhirnya para pencari kerja meminta uang yang sudah disetorkan dan dijanjikan akan dikembalikan.

&quot;Yayasan itu berjanji akan mengembalikan uang dan sudah beberapa kali mediasi namun tidak pernah terwujud,&quot; katanya.Karena kesal, akhirnya para pencari kerja yang menjadi korban mendatangi Mapolres Karawang melaporkan kasus penipuan tersebut.

Sementara itu, Humas Polres Karawang, Ipda Kusmayadi membenarkan adanya laporan dari puluhan calon tenaga kerja tersebut.

Polisi masih meminta keterangan para korban untuk memproses laporan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
