<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah dan Asal Usul Cimanggis, Lahan Subur yang Dijadikan Vila Gubernur Jenderal Belanda</title><description>Kecamatan Cimanggis rupanya menyimpan kisah sejarah dan asal usul nama yang menarik untuk diulas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/01/337/2930808/sejarah-dan-asal-usul-cimanggis-lahan-subur-yang-dijadikan-vila-gubernur-jenderal-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/01/337/2930808/sejarah-dan-asal-usul-cimanggis-lahan-subur-yang-dijadikan-vila-gubernur-jenderal-belanda"/><item><title>Sejarah dan Asal Usul Cimanggis, Lahan Subur yang Dijadikan Vila Gubernur Jenderal Belanda</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/01/337/2930808/sejarah-dan-asal-usul-cimanggis-lahan-subur-yang-dijadikan-vila-gubernur-jenderal-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/01/337/2930808/sejarah-dan-asal-usul-cimanggis-lahan-subur-yang-dijadikan-vila-gubernur-jenderal-belanda</guid><pubDate>Jum'at 01 Desember 2023 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Clarissa Andarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/01/337/2930808/sejarah-dan-asal-usul-cimanggis-lahan-subur-yang-dijadikan-vila-gubernur-jenderal-belanda-Q6zyCipXv9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejarah dan asal usul Cimanggis. (Foto: PPID Cimanggis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/01/337/2930808/sejarah-dan-asal-usul-cimanggis-lahan-subur-yang-dijadikan-vila-gubernur-jenderal-belanda-Q6zyCipXv9.jpg</image><title>Sejarah dan asal usul Cimanggis. (Foto: PPID Cimanggis)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDQ5NC81L3g4cTRlbmw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Terletak di Kota Depok, Jawa Barat dan tepat terbelah oleh Jalan Raya Bogor yang menjadi pintu masuk Jakarta dan Bogor, Kecamatan Cimanggis rupanya menyimpan kisah sejarah dan asal usul nama yang menarik untuk diulas.

Kecamatan Cimanggis sendiri memiliki asal-usul nama yang berasal dari bahasa Sunda. Cimanggis merupakan gabungan dari kata &amp;ldquo;cai&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;manggis&amp;rdquo;. Dalam bahasa Sunda arti kata &amp;ldquo;Cai&amp;rdquo; adalah air, sedangkan &amp;ldquo;mangga&amp;rdquo; merupakan nama sebuah buah yang pada saat itu menjadi buah yang ditanam pada perkebunan yang terletak di Cimanggis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hujan Deras Akibatkan Sejumlah Jalan di Depok Tergenang Banjir

Jika ditarik ulur ke belakang, daerah Cimanggis memiliki sejarah dengan para keluarga kolonial Belanda yang tinggal di Indonesia. Pada tahun 1745, dibangun sebuah Villa di Buitenzorg oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff. Wilayah tersebut disebut juga dengan sebutan Land Yemans.

Selain dibangun villa, wilayah Cimanggis ini dikenal dengan lahan yang subur milik keluarga Yemans. Sehingga mulai ditanami perkebunan manggis, yang kemudian dirawat secara turun menurun.

Di tahun berikutnya sekitar 1842, mulai dibangun pos Trans-Java yang menghubungkan beberapa wilayah termasuk Lands Yemans, yang kemudian diganti menjadi Lands Cimanggis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir Rendam Mampang Depok, Warga: Gimana ini Pak Wali Kota Nggak Ada Perubahan

Pada masa tersebut, Land Cimanggis memegang posisi yang penting karena kerap dijadikan sebagai tempat bermalam dan tempat beristirahat bagi para pendatang yang ingin menginap dari Batavia ke Buitenzorg atau sebaliknya. Wilayah Cimanggis juga merupakan bagian dari Kawedan Jonggol dan pembantu Kawedan Cibinong.

Seiring berkembangnya waktu, kini Cimanggis telah resmi dibentuk menjadi salah satu Kecamatan di Kota Depok. Pembentukan kecamatan tersebut seiring dengan penetapan Depok menjadi Kota Administratif, tepatnya pada tahun 1999.

Kecamatan Cimanggis yang memiliki luas 2.158 hektar, kiini terbagi atas 6 kelurahan yang terdiri dari Kelurahan Cisalak Pasar, Kelurahan Mekarsari, Kelurahan Tugu, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kelurahan Harjamukti, dan Kelurahan Curug.

Saat ini Cimanggis termasuk kedalam tiga kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi di Kota Depok. Dengan total masyarakat yang berdomisili di Cimanggis sebanyak 265 ribu jiwa.

Padatnya penduduk yang tinggal di wilayah ini disebabkan karena mudahnya akses jalan dan wilayah yang cukup strategis yaitu berada di antara Jalan Raya Bogor. Kemudian terdapat berbagai akses jalan tol yang dapat digunakan seperti Tol Jagorawi, Tol Cijago (Cinere-Jagorawi), serta Tol Cimanggis-Cibitung.

Saat ini wilayah Kecamatan Cimanggis telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Terlebih dengan keluarganya Perda Kota Depok No.8 Tahun 2007, yang menugaskan agar kawasan ini bisa gencar dalam melakukan pembangunan sarana dan prasarana agar dapat sejajar dengan wilayah kecamatan lain.



Mulai dari sarana pendidikan dari bangku SD (Sekolah Dasar) hingga perguruan tinggi. Dapat diakses secara mudah melalui Kecamatan Cimanggis. Kemudian pusat kesehatan, dan pusat perbelanjaan juga turut dibangun, salah satunya seperti Grand Cimanggis Mall.



Selain itu dengan dibangunnya LRT sebagai moda transportasi umum. Saat ini Cimanggis juga memiliki stasiun sendiri yakni Stasiun LRT Harjamukti. Dimana LRT tersebut telah menjadi moda transportasi baru yang menghubungkan wilayah Jabodebek.



Demikian ulasan mengenai sejarah dan asal-usul Kecamatan Cimanggis, dimana kini telah banyak perkembangan yang terjadi dan menjadi semakin maju.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDQ5NC81L3g4cTRlbmw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Terletak di Kota Depok, Jawa Barat dan tepat terbelah oleh Jalan Raya Bogor yang menjadi pintu masuk Jakarta dan Bogor, Kecamatan Cimanggis rupanya menyimpan kisah sejarah dan asal usul nama yang menarik untuk diulas.

Kecamatan Cimanggis sendiri memiliki asal-usul nama yang berasal dari bahasa Sunda. Cimanggis merupakan gabungan dari kata &amp;ldquo;cai&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;manggis&amp;rdquo;. Dalam bahasa Sunda arti kata &amp;ldquo;Cai&amp;rdquo; adalah air, sedangkan &amp;ldquo;mangga&amp;rdquo; merupakan nama sebuah buah yang pada saat itu menjadi buah yang ditanam pada perkebunan yang terletak di Cimanggis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hujan Deras Akibatkan Sejumlah Jalan di Depok Tergenang Banjir

Jika ditarik ulur ke belakang, daerah Cimanggis memiliki sejarah dengan para keluarga kolonial Belanda yang tinggal di Indonesia. Pada tahun 1745, dibangun sebuah Villa di Buitenzorg oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff. Wilayah tersebut disebut juga dengan sebutan Land Yemans.

Selain dibangun villa, wilayah Cimanggis ini dikenal dengan lahan yang subur milik keluarga Yemans. Sehingga mulai ditanami perkebunan manggis, yang kemudian dirawat secara turun menurun.

Di tahun berikutnya sekitar 1842, mulai dibangun pos Trans-Java yang menghubungkan beberapa wilayah termasuk Lands Yemans, yang kemudian diganti menjadi Lands Cimanggis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir Rendam Mampang Depok, Warga: Gimana ini Pak Wali Kota Nggak Ada Perubahan

Pada masa tersebut, Land Cimanggis memegang posisi yang penting karena kerap dijadikan sebagai tempat bermalam dan tempat beristirahat bagi para pendatang yang ingin menginap dari Batavia ke Buitenzorg atau sebaliknya. Wilayah Cimanggis juga merupakan bagian dari Kawedan Jonggol dan pembantu Kawedan Cibinong.

Seiring berkembangnya waktu, kini Cimanggis telah resmi dibentuk menjadi salah satu Kecamatan di Kota Depok. Pembentukan kecamatan tersebut seiring dengan penetapan Depok menjadi Kota Administratif, tepatnya pada tahun 1999.

Kecamatan Cimanggis yang memiliki luas 2.158 hektar, kiini terbagi atas 6 kelurahan yang terdiri dari Kelurahan Cisalak Pasar, Kelurahan Mekarsari, Kelurahan Tugu, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kelurahan Harjamukti, dan Kelurahan Curug.

Saat ini Cimanggis termasuk kedalam tiga kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi di Kota Depok. Dengan total masyarakat yang berdomisili di Cimanggis sebanyak 265 ribu jiwa.

Padatnya penduduk yang tinggal di wilayah ini disebabkan karena mudahnya akses jalan dan wilayah yang cukup strategis yaitu berada di antara Jalan Raya Bogor. Kemudian terdapat berbagai akses jalan tol yang dapat digunakan seperti Tol Jagorawi, Tol Cijago (Cinere-Jagorawi), serta Tol Cimanggis-Cibitung.

Saat ini wilayah Kecamatan Cimanggis telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Terlebih dengan keluarganya Perda Kota Depok No.8 Tahun 2007, yang menugaskan agar kawasan ini bisa gencar dalam melakukan pembangunan sarana dan prasarana agar dapat sejajar dengan wilayah kecamatan lain.



Mulai dari sarana pendidikan dari bangku SD (Sekolah Dasar) hingga perguruan tinggi. Dapat diakses secara mudah melalui Kecamatan Cimanggis. Kemudian pusat kesehatan, dan pusat perbelanjaan juga turut dibangun, salah satunya seperti Grand Cimanggis Mall.



Selain itu dengan dibangunnya LRT sebagai moda transportasi umum. Saat ini Cimanggis juga memiliki stasiun sendiri yakni Stasiun LRT Harjamukti. Dimana LRT tersebut telah menjadi moda transportasi baru yang menghubungkan wilayah Jabodebek.



Demikian ulasan mengenai sejarah dan asal-usul Kecamatan Cimanggis, dimana kini telah banyak perkembangan yang terjadi dan menjadi semakin maju.</content:encoded></item></channel></rss>
