<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! HUT KKB Papua 1 Desember Rusuh, Polisi Diserang Warga</title><description>Tindakan tegas Kepolisian membuat massa berhamburan menyelamatkan diri hingga ke rumah-rumah warga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/01/340/2930935/breaking-news-hut-kkb-papua-1-desember-rusuh-polisi-diserang-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/01/340/2930935/breaking-news-hut-kkb-papua-1-desember-rusuh-polisi-diserang-warga"/><item><title>Breaking News! HUT KKB Papua 1 Desember Rusuh, Polisi Diserang Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/01/340/2930935/breaking-news-hut-kkb-papua-1-desember-rusuh-polisi-diserang-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/01/340/2930935/breaking-news-hut-kkb-papua-1-desember-rusuh-polisi-diserang-warga</guid><pubDate>Jum'at 01 Desember 2023 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Chanry Andrew S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/01/340/2930935/breaking-news-hut-kkb-papua-1-desember-rusuh-polisi-diserang-warga-BBrKUIgigB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Diserang Warga saat HUT KKB 1 Desember/Okezone </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/01/340/2930935/breaking-news-hut-kkb-papua-1-desember-rusuh-polisi-diserang-warga-BBrKUIgigB.jpg</image><title>Polisi Diserang Warga saat HUT KKB 1 Desember/Okezone </title></images><description>


PAPUA - Pihak Kepolisian Polresta Sorong Kota yang dibackup Pasukan Brimob terpaksa membubarkan aksi massa warga Papua yang memperingati Deklarasi Kemerdekaan West Papua ke-62 tahun, pada 1 Desember 2023.
Pembubaran paksa yang dilakukan pihak Kepolisian dengan menggunakan gas air mata itu menimbulkan reaksi dari massa aksi dengan menyerang polisi dengan lemparan batu.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Happy Perdana Yudianto mengatakan, situasi Kamtibmas saat pembubaran paksa aksi massa masih dapat dikendalikan oleh pihak Kepolisian.
&quot;Jadi, sampai detik ini situasi masih bisa kita kendalikan,&amp;rdquo; ujar Kombes Pol Happy Perdana Yudianto kepada wartawan di lokasi aksi massa, Jumat (1/12/2023).

BACA JUGA:
Panglima TNI Siap Gunakan Hard Power Usai Banyak Prajurit Gugur Ditembak KKB Papua

&amp;ldquo;Tadi, sedikit ada dorongan-dorongan karena memang siang ini bertepatan dengan Pawai Santa jadi untuk teman-teman yang melakukan aksi, kita sedikit dorong berikan imbauan,&quot;lanjutnya.
Terkait aksi massa hari ini, pihaknya mengerahkan puluhan personel dari Polresta Sorong Kota dan Brimob Kompi B.
&quot;Untuk pengamanan hari ini, sebanyak 70 personel Polresta dan juga 1 pleton Brimob Kompi B diterjunkan untuk melakukan pengamanan,&quot; bebernya.

BACA JUGA:
Breaking News! 2 Prajurit Kostrad Gugur Ditembak KKB di Nduga, Total 6 Anggota TNI Jadi Korban

Sementara itu terkait situasi Kamtibmas di Kota Sorong pasca aksi massa pada tanggal 1 Desember menurut Kombes Pol Happy situasi kondusif. Dia menjamin keamanan bagi masyarakat Kota Sorong.
&quot;Situasi saya jamin aman, oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir. Situasi sudah kondusif,&quot; pungkasnya.
Pantauan di lokasi, awalnya aksi massa berlangsung kondusif. Masa terlihat mulai berkumpul di depan Mall Ramayana sejak pukul 10.00 WIT. Mereka sempat menyampaikan sejumlah orasi dan menggelar atraksi tarian adat Papua.Pihak Kepolisian yang tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan atas aksi tersebut tiba-tiba diserang dengan batu oleh sejumlah massa aksi.
Situasi yang semakin memanas membuat aparat Kepolisian langsung bertindak tegas dengan melepas tembakan gas air mata untuk membubarkan massa aksi.
Tindakan tegas Kepolisian membuat massa berhamburan menyelamatkan diri hingga ke rumah-rumah warga.</description><content:encoded>


PAPUA - Pihak Kepolisian Polresta Sorong Kota yang dibackup Pasukan Brimob terpaksa membubarkan aksi massa warga Papua yang memperingati Deklarasi Kemerdekaan West Papua ke-62 tahun, pada 1 Desember 2023.
Pembubaran paksa yang dilakukan pihak Kepolisian dengan menggunakan gas air mata itu menimbulkan reaksi dari massa aksi dengan menyerang polisi dengan lemparan batu.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Happy Perdana Yudianto mengatakan, situasi Kamtibmas saat pembubaran paksa aksi massa masih dapat dikendalikan oleh pihak Kepolisian.
&quot;Jadi, sampai detik ini situasi masih bisa kita kendalikan,&amp;rdquo; ujar Kombes Pol Happy Perdana Yudianto kepada wartawan di lokasi aksi massa, Jumat (1/12/2023).

BACA JUGA:
Panglima TNI Siap Gunakan Hard Power Usai Banyak Prajurit Gugur Ditembak KKB Papua

&amp;ldquo;Tadi, sedikit ada dorongan-dorongan karena memang siang ini bertepatan dengan Pawai Santa jadi untuk teman-teman yang melakukan aksi, kita sedikit dorong berikan imbauan,&quot;lanjutnya.
Terkait aksi massa hari ini, pihaknya mengerahkan puluhan personel dari Polresta Sorong Kota dan Brimob Kompi B.
&quot;Untuk pengamanan hari ini, sebanyak 70 personel Polresta dan juga 1 pleton Brimob Kompi B diterjunkan untuk melakukan pengamanan,&quot; bebernya.

BACA JUGA:
Breaking News! 2 Prajurit Kostrad Gugur Ditembak KKB di Nduga, Total 6 Anggota TNI Jadi Korban

Sementara itu terkait situasi Kamtibmas di Kota Sorong pasca aksi massa pada tanggal 1 Desember menurut Kombes Pol Happy situasi kondusif. Dia menjamin keamanan bagi masyarakat Kota Sorong.
&quot;Situasi saya jamin aman, oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir. Situasi sudah kondusif,&quot; pungkasnya.
Pantauan di lokasi, awalnya aksi massa berlangsung kondusif. Masa terlihat mulai berkumpul di depan Mall Ramayana sejak pukul 10.00 WIT. Mereka sempat menyampaikan sejumlah orasi dan menggelar atraksi tarian adat Papua.Pihak Kepolisian yang tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan atas aksi tersebut tiba-tiba diserang dengan batu oleh sejumlah massa aksi.
Situasi yang semakin memanas membuat aparat Kepolisian langsung bertindak tegas dengan melepas tembakan gas air mata untuk membubarkan massa aksi.
Tindakan tegas Kepolisian membuat massa berhamburan menyelamatkan diri hingga ke rumah-rumah warga.</content:encoded></item></channel></rss>
