<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ganjar Pranowo: SDM Unggul Kunci Pengentasan Kemiskinan di Indonesia</title><description>Pengentasan kemiskinan harus dilakukan dari akarnya. Bahkan, dari saat anak dalam kandungan ibunya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/03/340/2931627/ganjar-pranowo-sdm-unggul-kunci-pengentasan-kemiskinan-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/03/340/2931627/ganjar-pranowo-sdm-unggul-kunci-pengentasan-kemiskinan-di-indonesia"/><item><title>   Ganjar Pranowo: SDM Unggul Kunci Pengentasan Kemiskinan di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/03/340/2931627/ganjar-pranowo-sdm-unggul-kunci-pengentasan-kemiskinan-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/03/340/2931627/ganjar-pranowo-sdm-unggul-kunci-pengentasan-kemiskinan-di-indonesia</guid><pubDate>Minggu 03 Desember 2023 04:00 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/03/340/2931627/ganjar-pranowo-sdm-unggul-kunci-pengentasan-kemiskinan-di-indonesia-Ze3MdgxOFk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: dok istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/03/340/2931627/ganjar-pranowo-sdm-unggul-kunci-pengentasan-kemiskinan-di-indonesia-Ze3MdgxOFk.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: dok istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMi82LzE3NDU4NS81L3g4cTYwbnI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BIMA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo membeberkan program unggulannya kepada relawan dan kader partai pengusung di Kabupaten Bima, NTB, Sabtu (2/12/2023) petang.
Ditemani Wakil Ketua Koordinator Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, TGB HM Zainul Majdi, Ganjar membeberkan program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan, pengentasan kemiskinan harus dilakukan dari akarnya. Bahkan, dari saat anak dalam kandungan ibunya.

BACA JUGA:
Didoakan Tokoh Adat Sasak Jadi Presiden, Ganjar: Terima Kasih Banyak Pak

&quot;Kalau lahirnya sehat dan bayinya juga sehat, maka dalam indeksnya akan ketahuan dapat mencegah angka kematian melahirkan dan angka kematian balita,&quot; kata Ganjar di hadapan ratusan relawan dan kader partai.
Capres Partai Perindo itu menilai, hal tersebut sangat penting dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang anak menjadi SDM yang sehat.
&quot;Karena ini menjadi investasi pertama kita untuk menciptakan SDM unggul ke depan,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
 Kunjungi Istana Kesultanan Bima, Ganjar Pranowo Disambut Tarian Lenggo

Kemudian soal pengentasan kemiskinan ekstrem, Ganjar mengaku, pihaknya sudah menemukan cara yang sangat efektif.
Ia mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan ekstrem biasanya disebabkan oleh orang tua yang hidup sebatang kara dan tidak mampu mencari pekerjaan.
&quot;Dengan cara apa? Itu harus diperhatikan oleh negara karena fakir miskin, orang telantar itu harus dipelihara oleh negara. Dengan dikasih BLT, PKH, dan jaminan kesehatan,&quot; tegasnya.Di sisi lain, Ganjar menegaskan bahwa bantuan tersebut harus tepat sasaran kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan.

&quot;Itu yang harus kita jaga. Harus tepat sasaran,&quot; ujarnya.

Selain itu, Ganjar mengatakan bahwa pengentasan kemiskinan tidak akan tuntas jika tidak dibarengi dengan pendidikan yang layak.

Oleh karena itu, pihaknya menawarkan kepada masyarakat tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya diberikan kuliah gratis sampai sarjana

&quot;Kalau di dalam satu keluarga miskin ada satu sarjana yang kita biayai oleh negara sepenuhnya, maka ini akan membebaskan dari kemiskinan keluarganya,&quot; tandas Ganjar.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMi82LzE3NDU4NS81L3g4cTYwbnI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BIMA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo membeberkan program unggulannya kepada relawan dan kader partai pengusung di Kabupaten Bima, NTB, Sabtu (2/12/2023) petang.
Ditemani Wakil Ketua Koordinator Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, TGB HM Zainul Majdi, Ganjar membeberkan program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan, pengentasan kemiskinan harus dilakukan dari akarnya. Bahkan, dari saat anak dalam kandungan ibunya.

BACA JUGA:
Didoakan Tokoh Adat Sasak Jadi Presiden, Ganjar: Terima Kasih Banyak Pak

&quot;Kalau lahirnya sehat dan bayinya juga sehat, maka dalam indeksnya akan ketahuan dapat mencegah angka kematian melahirkan dan angka kematian balita,&quot; kata Ganjar di hadapan ratusan relawan dan kader partai.
Capres Partai Perindo itu menilai, hal tersebut sangat penting dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang anak menjadi SDM yang sehat.
&quot;Karena ini menjadi investasi pertama kita untuk menciptakan SDM unggul ke depan,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
 Kunjungi Istana Kesultanan Bima, Ganjar Pranowo Disambut Tarian Lenggo

Kemudian soal pengentasan kemiskinan ekstrem, Ganjar mengaku, pihaknya sudah menemukan cara yang sangat efektif.
Ia mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan ekstrem biasanya disebabkan oleh orang tua yang hidup sebatang kara dan tidak mampu mencari pekerjaan.
&quot;Dengan cara apa? Itu harus diperhatikan oleh negara karena fakir miskin, orang telantar itu harus dipelihara oleh negara. Dengan dikasih BLT, PKH, dan jaminan kesehatan,&quot; tegasnya.Di sisi lain, Ganjar menegaskan bahwa bantuan tersebut harus tepat sasaran kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan.

&quot;Itu yang harus kita jaga. Harus tepat sasaran,&quot; ujarnya.

Selain itu, Ganjar mengatakan bahwa pengentasan kemiskinan tidak akan tuntas jika tidak dibarengi dengan pendidikan yang layak.

Oleh karena itu, pihaknya menawarkan kepada masyarakat tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya diberikan kuliah gratis sampai sarjana

&quot;Kalau di dalam satu keluarga miskin ada satu sarjana yang kita biayai oleh negara sepenuhnya, maka ini akan membebaskan dari kemiskinan keluarganya,&quot; tandas Ganjar.



</content:encoded></item></channel></rss>
