<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dengar Keluhan Warga Ajukan KUR dengan Jaminan Sertifikat Rumah, Ganjar : Sebetulnya Tak Perlu Agunan</title><description>Dengar Keluhan Warga Ajukan KUR dengan Jaminan Sertifikat Rumah, Ganjar : Sebetulnya Tak Perlu Agunan</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/03/340/2931851/dengar-keluhan-warga-ajukan-kur-dengan-jaminan-sertifikat-rumah-ganjar-sebetulnya-tak-perlu-agunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/03/340/2931851/dengar-keluhan-warga-ajukan-kur-dengan-jaminan-sertifikat-rumah-ganjar-sebetulnya-tak-perlu-agunan"/><item><title>Dengar Keluhan Warga Ajukan KUR dengan Jaminan Sertifikat Rumah, Ganjar : Sebetulnya Tak Perlu Agunan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/03/340/2931851/dengar-keluhan-warga-ajukan-kur-dengan-jaminan-sertifikat-rumah-ganjar-sebetulnya-tak-perlu-agunan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/03/340/2931851/dengar-keluhan-warga-ajukan-kur-dengan-jaminan-sertifikat-rumah-ganjar-sebetulnya-tak-perlu-agunan</guid><pubDate>Minggu 03 Desember 2023 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/03/340/2931851/dengar-keluhan-warga-ajukan-kur-dengan-jaminan-sertifikat-rumah-ganjar-sebetulnya-tak-perlu-agunan-g2k1LJz9f4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo menegaskan KUR seharusnya tidak memerlukan agunan. (MPI/Achmad Al Fiqri) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/03/340/2931851/dengar-keluhan-warga-ajukan-kur-dengan-jaminan-sertifikat-rumah-ganjar-sebetulnya-tak-perlu-agunan-g2k1LJz9f4.jpg</image><title>Ganjar Pranowo menegaskan KUR seharusnya tidak memerlukan agunan. (MPI/Achmad Al Fiqri) </title></images><description>

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMi8xLzE3NDU3OS81L3g4cTV1OHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


KENDARI - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mendengar aspirasi masyarakat saat mengunjungi Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (3/12/2023). Dalam momen itu, warga menyampaikan keluhannya. Salah satunya terkait syarat pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Salah satu warga mengaku pernah diminta agunan berupa sertifikat rumah saat mengajukan KUR sebesar Rp5 juta. Merespons itu, ia merasa, KUR tak perlu ada syarat agunan.









BACA JUGA:
Tukang Becak hingga Pedagang Ikan di Kendari Teriakkan Ganjar Presiden












&quot;Masa pinjam Rp5 juta harus pakai jaminan. Itu yang salah banknya. Itu kalau banknya di bawah saya, langsung ganti pimpinannya. Karena KUR sebetulnya tidak perlu agunan. Ini praktik-praktik yang ada,&quot; ujar Ganjar dalam acara Toga-Toma Diskusi Santai dan Silaturahmi bertajuk &quot;Toleransi Beragama Budaya di-Sultra,&quot; di Hotel Claro, Sulawesi Tenggara, Minggu (3/12/2023).








BACA JUGA:
Peduli Disabilitas, Ganjar Minta Disediakan Akses untuk Difabel Nyoblos Pemilu 2024















Capres yang diusung Partai Perindo ini menyinggung pengalamannya saat menjadi Gubernur Jawa Tengah. Saat itu, Ganjar pernah membuat kebijakan skema kredit khusus untuk perempuan.

&quot;Bahkan banyak perempuan-perempuan baru memulai usaha. Ternyata, yang mereka butuhkan itu enggak banyak, 'pak, modal saya tiap hari butuh sejuta saja, dua juta saja'. Maka kemudian kami kasih suku bunga rendah,&quot; tutur Ganjar.







BACA JUGA:
Warga Disabilitas di Jatinegara Harap Ganjar Dapat Bukakan Lapangan Kerja Lebih Luas



















&quot;Suku bunganya 2 persen. Mahal apa murah? Bukan murah bu, itu murah banget. Setahun 2 persen. Dan ibu-ibu yang di pasar yang memanfaatkan. Inilah tindakan khusus untuk perempuan,&quot; tuturnya.



</description><content:encoded>

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMi8xLzE3NDU3OS81L3g4cTV1OHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


KENDARI - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mendengar aspirasi masyarakat saat mengunjungi Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (3/12/2023). Dalam momen itu, warga menyampaikan keluhannya. Salah satunya terkait syarat pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Salah satu warga mengaku pernah diminta agunan berupa sertifikat rumah saat mengajukan KUR sebesar Rp5 juta. Merespons itu, ia merasa, KUR tak perlu ada syarat agunan.









BACA JUGA:
Tukang Becak hingga Pedagang Ikan di Kendari Teriakkan Ganjar Presiden












&quot;Masa pinjam Rp5 juta harus pakai jaminan. Itu yang salah banknya. Itu kalau banknya di bawah saya, langsung ganti pimpinannya. Karena KUR sebetulnya tidak perlu agunan. Ini praktik-praktik yang ada,&quot; ujar Ganjar dalam acara Toga-Toma Diskusi Santai dan Silaturahmi bertajuk &quot;Toleransi Beragama Budaya di-Sultra,&quot; di Hotel Claro, Sulawesi Tenggara, Minggu (3/12/2023).








BACA JUGA:
Peduli Disabilitas, Ganjar Minta Disediakan Akses untuk Difabel Nyoblos Pemilu 2024















Capres yang diusung Partai Perindo ini menyinggung pengalamannya saat menjadi Gubernur Jawa Tengah. Saat itu, Ganjar pernah membuat kebijakan skema kredit khusus untuk perempuan.

&quot;Bahkan banyak perempuan-perempuan baru memulai usaha. Ternyata, yang mereka butuhkan itu enggak banyak, 'pak, modal saya tiap hari butuh sejuta saja, dua juta saja'. Maka kemudian kami kasih suku bunga rendah,&quot; tutur Ganjar.







BACA JUGA:
Warga Disabilitas di Jatinegara Harap Ganjar Dapat Bukakan Lapangan Kerja Lebih Luas



















&quot;Suku bunganya 2 persen. Mahal apa murah? Bukan murah bu, itu murah banget. Setahun 2 persen. Dan ibu-ibu yang di pasar yang memanfaatkan. Inilah tindakan khusus untuk perempuan,&quot; tuturnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
