<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Bandang serta Longsor Terjang Humbang Hasundutan, 11 Orang Masih Hilang</title><description>Kami masih butuh dengan melibatkan anjing pelacak. Mungkin dari Brimob ya. Untuk dapat mendeteksi keberadaan korban yang hilang</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/03/608/2931836/banjir-bandang-serta-longsor-terjang-humbang-hasundutan-11-orang-masih-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/03/608/2931836/banjir-bandang-serta-longsor-terjang-humbang-hasundutan-11-orang-masih-hilang"/><item><title>Banjir Bandang serta Longsor Terjang Humbang Hasundutan, 11 Orang Masih Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/03/608/2931836/banjir-bandang-serta-longsor-terjang-humbang-hasundutan-11-orang-masih-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/03/608/2931836/banjir-bandang-serta-longsor-terjang-humbang-hasundutan-11-orang-masih-hilang</guid><pubDate>Minggu 03 Desember 2023 16:47 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/03/608/2931836/banjir-bandang-serta-longsor-terjang-humbang-hasundutan-11-orang-masih-hilang-hy4VS6GhSa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir bandang menerjang Humbang Hasudutan (Foto : BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/03/608/2931836/banjir-bandang-serta-longsor-terjang-humbang-hasundutan-11-orang-masih-hilang-hy4VS6GhSa.jpg</image><title>Banjir bandang menerjang Humbang Hasudutan (Foto : BNPB)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMi8xLzE3NDU3MC81L3g4cTVydDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;

JAKARTA - Sebanyak 11 orang masih dinyatakan hilang pascakejadian banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara yang terjadi sejak Jumat, 1 Desember 2023.

Tim gabungan yang berjumlah kurang lebih 280 orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbang Hasundutan, TNI, Polri, Basarnas, Dinas Sosial, Tagana dan Destana serta warga itu kembali menyisir lokasi terdampak di Desa Simangalumpe, Kecamatan Baktiraja.


BACA JUGA:
Humbang Hasundutan Diterjang Banjir Bandang hingga Longsor, BNPB Minta Tetapkan Tanggap Darurat


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbang Hasundutan, Benthon J Lumbangaol, mengatakan kebutuhan mendesak saat ini untuk upaya pencarian dan pertolongan adalah tambahan personel anjing pelacak.

Kondisi lokasi terdampak yang dipenuhi material bebatuan berukuran besar serta lumpur dan puing lainnya menyulitkan tim pencarian dan pertolongan, sehingga perlu didatangkan anjing pelacak untuk membantu tim dalam mendeteksi lokasi keberadaan warga yang masih dinyatakan hilang.

&amp;ldquo;Kami masih butuh dengan melibatkan anjing pelacak. Mungkin dari Brimob ya. Untuk dapat mendeteksi keberadaan korban yang hilang. Kalau peralatan sudah cukup kami rasa,&amp;rdquo; ujar Benthon dalam keterangan resminya, Minggu (3/12/2023).


BACA JUGA:
Pesan Siti Atikoh pada Suaminya Jelang Debat Capres: Tampil dengan Jujur


Terkait perkembangan penanganan pengungsi yang berjumlah 200 jiwa dari 50 KK, Benthon mengatakan bahwa seluruh kebutuhan dasar, baik permakanan, logistik dan peralatan lainnya sudah terpenuhi. Pengungsian dipusatkan di Aula Kecamatan Baktiraja. Di lokasi itu juga telah didirikan dapur umum oleh Dinas Sosial.

&amp;ldquo;Kebutuhan permakanan sudah tertangani dengan baik. Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial sudah memberikan kebutuhan para pengungsi,&amp;rdquo; jelas Benthon.Di sisi lain, Bethon juga menambahkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan juga menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar bagi para siswa yang sekolahnya terdampak bencana. Sehingga dipastikan para siswa tersebut tidak akan ketinggalan pelajaran.

&amp;ldquo;Untuk anak sekolah dijamin keberlanjutannya oleh pemerintah daerah,&amp;rdquo; pungkas Benthon.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMi8xLzE3NDU3MC81L3g4cTVydDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;

JAKARTA - Sebanyak 11 orang masih dinyatakan hilang pascakejadian banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara yang terjadi sejak Jumat, 1 Desember 2023.

Tim gabungan yang berjumlah kurang lebih 280 orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbang Hasundutan, TNI, Polri, Basarnas, Dinas Sosial, Tagana dan Destana serta warga itu kembali menyisir lokasi terdampak di Desa Simangalumpe, Kecamatan Baktiraja.


BACA JUGA:
Humbang Hasundutan Diterjang Banjir Bandang hingga Longsor, BNPB Minta Tetapkan Tanggap Darurat


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbang Hasundutan, Benthon J Lumbangaol, mengatakan kebutuhan mendesak saat ini untuk upaya pencarian dan pertolongan adalah tambahan personel anjing pelacak.

Kondisi lokasi terdampak yang dipenuhi material bebatuan berukuran besar serta lumpur dan puing lainnya menyulitkan tim pencarian dan pertolongan, sehingga perlu didatangkan anjing pelacak untuk membantu tim dalam mendeteksi lokasi keberadaan warga yang masih dinyatakan hilang.

&amp;ldquo;Kami masih butuh dengan melibatkan anjing pelacak. Mungkin dari Brimob ya. Untuk dapat mendeteksi keberadaan korban yang hilang. Kalau peralatan sudah cukup kami rasa,&amp;rdquo; ujar Benthon dalam keterangan resminya, Minggu (3/12/2023).


BACA JUGA:
Pesan Siti Atikoh pada Suaminya Jelang Debat Capres: Tampil dengan Jujur


Terkait perkembangan penanganan pengungsi yang berjumlah 200 jiwa dari 50 KK, Benthon mengatakan bahwa seluruh kebutuhan dasar, baik permakanan, logistik dan peralatan lainnya sudah terpenuhi. Pengungsian dipusatkan di Aula Kecamatan Baktiraja. Di lokasi itu juga telah didirikan dapur umum oleh Dinas Sosial.

&amp;ldquo;Kebutuhan permakanan sudah tertangani dengan baik. Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial sudah memberikan kebutuhan para pengungsi,&amp;rdquo; jelas Benthon.Di sisi lain, Bethon juga menambahkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan juga menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar bagi para siswa yang sekolahnya terdampak bencana. Sehingga dipastikan para siswa tersebut tidak akan ketinggalan pelajaran.

&amp;ldquo;Untuk anak sekolah dijamin keberlanjutannya oleh pemerintah daerah,&amp;rdquo; pungkas Benthon.</content:encoded></item></channel></rss>
