<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBB: Warga Sipil Palestina Semakin Terdesak ke Sudut Sempit Akibat Perang di Gaza</title><description>Dia juga mengatakan betapa menyedihkan melihat gagalnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Jumat (1/12/2023).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/04/18/2932184/pbb-warga-sipil-palestina-semakin-terdesak-ke-sudut-sempit-akibat-perang-di-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/04/18/2932184/pbb-warga-sipil-palestina-semakin-terdesak-ke-sudut-sempit-akibat-perang-di-gaza"/><item><title>PBB: Warga Sipil Palestina Semakin Terdesak ke Sudut Sempit Akibat Perang di Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/04/18/2932184/pbb-warga-sipil-palestina-semakin-terdesak-ke-sudut-sempit-akibat-perang-di-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/04/18/2932184/pbb-warga-sipil-palestina-semakin-terdesak-ke-sudut-sempit-akibat-perang-di-gaza</guid><pubDate>Senin 04 Desember 2023 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/18/2932184/pbb-warga-sipil-palestina-semakin-terdesak-ke-sudut-sempit-akibat-perang-di-gaza-Tmx9Dut93j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga sipil Palestina semakin terpojok ke tempat sempit akibat perang di Gaza (Foto: Anadolu Agency)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/18/2932184/pbb-warga-sipil-palestina-semakin-terdesak-ke-sudut-sempit-akibat-perang-di-gaza-Tmx9Dut93j.jpg</image><title>Warga sipil Palestina semakin terpojok ke tempat sempit akibat perang di Gaza (Foto: Anadolu Agency)</title></images><description>GAZA - Ketua Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggambarkan situasi warga sipil di Gaza sebagai &amp;ldquo;krisis pengungsian&amp;rdquo;.

Berbicara kepada BBC di konferensi iklim COP28 PBB di Dubai, Filippo Grandi mengatakan warga Palestina di Jalur Gaza semakin terdorong ke sudut sempit dari wilayah yang sudah sangat sempit.

Dia juga mengatakan betapa menyedihkan melihat gagalnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Jumat (1/12/2023), dan menyatakan harapannya agar gencatan senjata dapat dilanjutkan.

Grandi menambahkan bahwa penting juga untuk memikirkan apa yang akan terjadi setelah perang berakhir. &amp;ldquo;Kita perlu memikirkan bagaimana diskusi perdamaian yang serius dapat dilanjutkan setelah bertahun-tahun diabaikan,&amp;rdquo; terangnya.


BACA JUGA:
Israel Klaim Temukan 800 Terowongan Bawah Tanah Hamas di Gaza, Hancurkan 500 Terowongan

Seperti diketahui, perang Israel dan Hamas kembali berlanjut setelah gencatan senjata sementara berakhir. Pasukan darat Israel bergerak maju ke Gaza selatan, setelah pemboman besar-besaran selama tiga hari.


BACA JUGA:
Hamas: 15.500 Orang Tewas di Gaza Sejak Awal Perang, 41.316 Warga Terluka

Laporan awal dari radio tentara Israel secara efektif mengkonfirmasi bahwa Israel telah melancarkan operasi darat di utara Khan Younis.

BBC juga telah memverifikasi gambar tank Israel yang beroperasi di dekat kota tersebut.

Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kemudian mengatakan kepada pasukannya bahwa IDF juga bertempur &amp;ldquo;dengan kuat dan menyeluruh&amp;rdquo; di Gaza selatan.
Letjen Herzi Halevi berbicara kepada pasukan cadangan dari divisi Gaza tentang tujuan militer dan pembunuhan komandan Hamas oleh IDF.

Menurut juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Daniel Hagari dalam konferensi pers pada Minggu (3/12/2023), Israel telah membunuh komandan Batalyon Shati Hamas dalam serangan udara oleh jet tempur pada Minggu (3/12/2023).

Komandan tersebut bertanggung jawab melakukan serangan ke wilayah Israel dalam serangan 7 Oktober lalu.

</description><content:encoded>GAZA - Ketua Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggambarkan situasi warga sipil di Gaza sebagai &amp;ldquo;krisis pengungsian&amp;rdquo;.

Berbicara kepada BBC di konferensi iklim COP28 PBB di Dubai, Filippo Grandi mengatakan warga Palestina di Jalur Gaza semakin terdorong ke sudut sempit dari wilayah yang sudah sangat sempit.

Dia juga mengatakan betapa menyedihkan melihat gagalnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Jumat (1/12/2023), dan menyatakan harapannya agar gencatan senjata dapat dilanjutkan.

Grandi menambahkan bahwa penting juga untuk memikirkan apa yang akan terjadi setelah perang berakhir. &amp;ldquo;Kita perlu memikirkan bagaimana diskusi perdamaian yang serius dapat dilanjutkan setelah bertahun-tahun diabaikan,&amp;rdquo; terangnya.


BACA JUGA:
Israel Klaim Temukan 800 Terowongan Bawah Tanah Hamas di Gaza, Hancurkan 500 Terowongan

Seperti diketahui, perang Israel dan Hamas kembali berlanjut setelah gencatan senjata sementara berakhir. Pasukan darat Israel bergerak maju ke Gaza selatan, setelah pemboman besar-besaran selama tiga hari.


BACA JUGA:
Hamas: 15.500 Orang Tewas di Gaza Sejak Awal Perang, 41.316 Warga Terluka

Laporan awal dari radio tentara Israel secara efektif mengkonfirmasi bahwa Israel telah melancarkan operasi darat di utara Khan Younis.

BBC juga telah memverifikasi gambar tank Israel yang beroperasi di dekat kota tersebut.

Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kemudian mengatakan kepada pasukannya bahwa IDF juga bertempur &amp;ldquo;dengan kuat dan menyeluruh&amp;rdquo; di Gaza selatan.
Letjen Herzi Halevi berbicara kepada pasukan cadangan dari divisi Gaza tentang tujuan militer dan pembunuhan komandan Hamas oleh IDF.

Menurut juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Daniel Hagari dalam konferensi pers pada Minggu (3/12/2023), Israel telah membunuh komandan Batalyon Shati Hamas dalam serangan udara oleh jet tempur pada Minggu (3/12/2023).

Komandan tersebut bertanggung jawab melakukan serangan ke wilayah Israel dalam serangan 7 Oktober lalu.

</content:encoded></item></channel></rss>
