<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Israel Tegaskan Negosiasi dengan Hamas Telah Selesai dan Tarik Mundur Negosiator dari Qatar</title><description>Gencatan kemanusiaan dimulai pada 24 November dan diperbarui dua kali sebelum berakhir pada Jumat (1/12/2023) pagi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/04/18/2932379/israel-tegaskan-negosiasi-dengan-hamas-telah-selesai-dan-tarik-mundur-negosiator-dari-qatar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/04/18/2932379/israel-tegaskan-negosiasi-dengan-hamas-telah-selesai-dan-tarik-mundur-negosiator-dari-qatar"/><item><title>Israel Tegaskan Negosiasi dengan Hamas Telah Selesai dan Tarik Mundur Negosiator dari Qatar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/04/18/2932379/israel-tegaskan-negosiasi-dengan-hamas-telah-selesai-dan-tarik-mundur-negosiator-dari-qatar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/04/18/2932379/israel-tegaskan-negosiasi-dengan-hamas-telah-selesai-dan-tarik-mundur-negosiator-dari-qatar</guid><pubDate>Senin 04 Desember 2023 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/18/2932379/israel-tegaskan-negosiasi-dengan-hamas-telah-selesai-dan-tarik-mundur-negosiator-dari-qatar-cyZByc5RFn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Israel tegaskan negosiasi dengan Hamas telah selesai dan tarik mundur negosiator di Qatar (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/18/2932379/israel-tegaskan-negosiasi-dengan-hamas-telah-selesai-dan-tarik-mundur-negosiator-dari-qatar-cyZByc5RFn.jpg</image><title>Israel tegaskan negosiasi dengan Hamas telah selesai dan tarik mundur negosiator di Qatar (Foto: AFP)</title></images><description>GAZA &amp;ndash; Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu,&amp;nbsp;pada Sabtu (2/12/2023), Israel menarik tim perundingnya dari Qatar setelah mencapai &amp;ldquo;jalan buntu&amp;rdquo; dalam pembicaraan.
&amp;ldquo;Organisasi teror Hamas tidak memenuhi perannya dalam perjanjian tersebut, termasuk pengembalian semua perempuan dan anak-anak yang disandera, sesuai dengan daftar yang dikirimkan ke Hamas dan disetujui oleh mereka,&amp;rdquo; kata pernyataan itu.
Para perundingnya berasal dari badan intelijen Mossad Israel. Pernyataan itu menyebutkan bahwa kepala badan tersebut, David Barnea, yang memanggil kembali tim tersebut.


BACA JUGA:
Israel Perintahkan Evakuasi Lebih Banyak Orang-Orang  di Gaza Selatan

Seperti diketahui, kesepakatan antara Israel dan Hamas dicapai dengan bantuan mediasi asing dan terjadi jeda pertempuran selama tujuh hari, dengan pembebasan sandera Israel sebagai ganti tahanan Palestina. Lebih banyak bantuan juga dapat mengalir ke wilayah kantong tersebut selama gencatan senjata.


BACA JUGA:
PBB: Warga Sipil Palestina Semakin Terdesak ke Sudut Sempit Akibat Perang di Gaza

Gencatan kemanusiaan dimulai pada 24 November dan diperbarui dua kali sebelum berakhir pada Jumat (1/12/2023) pagi.
Sementara itu, pasukan darat Israel dilaporkan bergerak maju ke Gaza selatan, setelah pemboman besar-besaran selama tiga hari.

Laporan awal dari radio tentara Israel secara efektif mengkonfirmasi bahwa Israel telah melancarkan operasi darat di utara Khan Younis.
BBC juga telah memverifikasi gambar tank Israel yang beroperasi di dekat kota tersebut.



Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kemudian mengatakan kepada pasukannya bahwa IDF juga bertempur &amp;ldquo;dengan kuat dan menyeluruh&amp;rdquo; di Gaza selatan.



&amp;ldquo;Kami bertempur dengan kuat dan menyeluruh di Jalur Gaza utara, dan kami juga melakukannya sekarang di Jalur Gaza selatan,&amp;rdquo; terangnya.

</description><content:encoded>GAZA &amp;ndash; Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu,&amp;nbsp;pada Sabtu (2/12/2023), Israel menarik tim perundingnya dari Qatar setelah mencapai &amp;ldquo;jalan buntu&amp;rdquo; dalam pembicaraan.
&amp;ldquo;Organisasi teror Hamas tidak memenuhi perannya dalam perjanjian tersebut, termasuk pengembalian semua perempuan dan anak-anak yang disandera, sesuai dengan daftar yang dikirimkan ke Hamas dan disetujui oleh mereka,&amp;rdquo; kata pernyataan itu.
Para perundingnya berasal dari badan intelijen Mossad Israel. Pernyataan itu menyebutkan bahwa kepala badan tersebut, David Barnea, yang memanggil kembali tim tersebut.


BACA JUGA:
Israel Perintahkan Evakuasi Lebih Banyak Orang-Orang  di Gaza Selatan

Seperti diketahui, kesepakatan antara Israel dan Hamas dicapai dengan bantuan mediasi asing dan terjadi jeda pertempuran selama tujuh hari, dengan pembebasan sandera Israel sebagai ganti tahanan Palestina. Lebih banyak bantuan juga dapat mengalir ke wilayah kantong tersebut selama gencatan senjata.


BACA JUGA:
PBB: Warga Sipil Palestina Semakin Terdesak ke Sudut Sempit Akibat Perang di Gaza

Gencatan kemanusiaan dimulai pada 24 November dan diperbarui dua kali sebelum berakhir pada Jumat (1/12/2023) pagi.
Sementara itu, pasukan darat Israel dilaporkan bergerak maju ke Gaza selatan, setelah pemboman besar-besaran selama tiga hari.

Laporan awal dari radio tentara Israel secara efektif mengkonfirmasi bahwa Israel telah melancarkan operasi darat di utara Khan Younis.
BBC juga telah memverifikasi gambar tank Israel yang beroperasi di dekat kota tersebut.



Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kemudian mengatakan kepada pasukannya bahwa IDF juga bertempur &amp;ldquo;dengan kuat dan menyeluruh&amp;rdquo; di Gaza selatan.



&amp;ldquo;Kami bertempur dengan kuat dan menyeluruh di Jalur Gaza utara, dan kami juga melakukannya sekarang di Jalur Gaza selatan,&amp;rdquo; terangnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
