<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Pranowo Kenang Doni Monardo: Selamat Jalan Sahabat</title><description>Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Bapak Doni Monardo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/04/337/2932106/ganjar-pranowo-kenang-doni-monardo-selamat-jalan-sahabat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/04/337/2932106/ganjar-pranowo-kenang-doni-monardo-selamat-jalan-sahabat"/><item><title>Ganjar Pranowo Kenang Doni Monardo: Selamat Jalan Sahabat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/04/337/2932106/ganjar-pranowo-kenang-doni-monardo-selamat-jalan-sahabat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/04/337/2932106/ganjar-pranowo-kenang-doni-monardo-selamat-jalan-sahabat</guid><pubDate>Senin 04 Desember 2023 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/337/2932106/ganjar-kenang-doni-monardo-ganjar-pranowo-selamat-jalan-sahabat-aZwatvqM2S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/337/2932106/ganjar-kenang-doni-monardo-ganjar-pranowo-selamat-jalan-sahabat-aZwatvqM2S.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Calon Presiden (Capres) yang didukung Partai Perindo Ganjar Pranowo mengenang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2019-2021 Doni Monardo sebagai figur pekerja keras dan pencinta lingkungan.
Doni Monardo berpulang dalam usia 60 tahun, pada Minggu (3/12/2023) sekira pukul 17.35 WIB di RS Siloam Semanggi, Jakarta.
&amp;ldquo;Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Bapak Doni Monardo. Saya mengenal almarhum sebagai seorang pekerja keras dan pencinta lingkungan,&amp;rdquo; kata Ganjar Pranowo.

BACA JUGA:
Totalitas Doni Monardo saat Tangani Covid-19, Tiap Hari Nginap di Kantor BNPB

Doni menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Semanggi sejak 22 September 2023. Ganjar sempat menjenguk Doni saat menjalani perawatan di rumah sakit.
&amp;ldquo;Saat menengok, saya bertemu dengan Ibu Doni Monardo dan putrinya,&amp;rdquo; ungkap Ganjar.
Semasa hidupnya, Doni dan Ganjar Pranowo banyak bekerja sama dalam penanganan bencana, terutama pada masa pandemi Covid-19. Di samping itu, kecintaan Doni pada tanaman juga semakin membuat akrab keduanya.
&amp;ldquo;Pak Doni ini tentara yang sangat cinta pada tanaman. Dan saya sangat dekat sekali dengan beliau karena tanaman,&amp;rdquo; tutur Ganjar.

BACA JUGA:
Erupsi Gunung Marapi, Hujan Abu Disertai Baru Terjadi di Sejumlah Wilayah

Bahkan, Doni  pernah mengajak Ganjar untuk mengambil bibit pohon dari Maluku. Sayangnya, rencana tersebut belum terealisasi hingga akhir hayat Doni.
&amp;ldquo;Beliau mengajak saya untuk mengambil satu benih, bibit pohon dari Maluku dan kami belum sempat melakukannya,&amp;rdquo; ujarnya.Doni Monardo memang menaruh perhatian khusus pada kelestarian lingkungan, khususnya pada tanaman langka di Tanah Air. Salah satunya adalah  Pohon Masoya dari tanah Maluku. Pohon masoya bisa dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan parfum.
&amp;ldquo;Kita jaga alam, alam jaga kita,&amp;rdquo; demikian kata-kata yang pernah disampaikan Doni dalam menjaga keberlanjutan semesta.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Menyapa Relawan Hingga TPD di Palu dan Donggala Hari Ini

Ekstrak Pohon Masoya diambil dari kulit pohon atau daunnya. Kadar ekstrak di kulit pohon lebih banyak dibandingkan yang tersimpan di daun. Masoya memiliki daun lebar. Jika dipetik dan diremas-remas, daunnya mengeluarkan bau khas yang sangat menyengat dan sulit hilang.
Tak hanya di Maluku, Pohon Masoya juga ada di tanah Papua yang biasa disebut Pohon Masohi.
&amp;ldquo;Selamat jalan, Sahabat!&amp;rdquo; ucap Ganjar Pranowo.</description><content:encoded>


JAKARTA - Calon Presiden (Capres) yang didukung Partai Perindo Ganjar Pranowo mengenang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2019-2021 Doni Monardo sebagai figur pekerja keras dan pencinta lingkungan.
Doni Monardo berpulang dalam usia 60 tahun, pada Minggu (3/12/2023) sekira pukul 17.35 WIB di RS Siloam Semanggi, Jakarta.
&amp;ldquo;Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Bapak Doni Monardo. Saya mengenal almarhum sebagai seorang pekerja keras dan pencinta lingkungan,&amp;rdquo; kata Ganjar Pranowo.

BACA JUGA:
Totalitas Doni Monardo saat Tangani Covid-19, Tiap Hari Nginap di Kantor BNPB

Doni menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Semanggi sejak 22 September 2023. Ganjar sempat menjenguk Doni saat menjalani perawatan di rumah sakit.
&amp;ldquo;Saat menengok, saya bertemu dengan Ibu Doni Monardo dan putrinya,&amp;rdquo; ungkap Ganjar.
Semasa hidupnya, Doni dan Ganjar Pranowo banyak bekerja sama dalam penanganan bencana, terutama pada masa pandemi Covid-19. Di samping itu, kecintaan Doni pada tanaman juga semakin membuat akrab keduanya.
&amp;ldquo;Pak Doni ini tentara yang sangat cinta pada tanaman. Dan saya sangat dekat sekali dengan beliau karena tanaman,&amp;rdquo; tutur Ganjar.

BACA JUGA:
Erupsi Gunung Marapi, Hujan Abu Disertai Baru Terjadi di Sejumlah Wilayah

Bahkan, Doni  pernah mengajak Ganjar untuk mengambil bibit pohon dari Maluku. Sayangnya, rencana tersebut belum terealisasi hingga akhir hayat Doni.
&amp;ldquo;Beliau mengajak saya untuk mengambil satu benih, bibit pohon dari Maluku dan kami belum sempat melakukannya,&amp;rdquo; ujarnya.Doni Monardo memang menaruh perhatian khusus pada kelestarian lingkungan, khususnya pada tanaman langka di Tanah Air. Salah satunya adalah  Pohon Masoya dari tanah Maluku. Pohon masoya bisa dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan parfum.
&amp;ldquo;Kita jaga alam, alam jaga kita,&amp;rdquo; demikian kata-kata yang pernah disampaikan Doni dalam menjaga keberlanjutan semesta.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Menyapa Relawan Hingga TPD di Palu dan Donggala Hari Ini

Ekstrak Pohon Masoya diambil dari kulit pohon atau daunnya. Kadar ekstrak di kulit pohon lebih banyak dibandingkan yang tersimpan di daun. Masoya memiliki daun lebar. Jika dipetik dan diremas-remas, daunnya mengeluarkan bau khas yang sangat menyengat dan sulit hilang.
Tak hanya di Maluku, Pohon Masoya juga ada di tanah Papua yang biasa disebut Pohon Masohi.
&amp;ldquo;Selamat jalan, Sahabat!&amp;rdquo; ucap Ganjar Pranowo.</content:encoded></item></channel></rss>
