<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Heroik Tim SAR Evakuasi 5 Jasad Pendaki di Tengah Hujan Abu Vulkanik Gunung Marapi</title><description>Hal inilah yang membuat Tim SAR bekerja keras.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/05/337/2933248/aksi-heroik-tim-sar-evakuasi-5-jasad-pendaki-di-tengah-hujan-abu-vulkanik-gunung-marapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/05/337/2933248/aksi-heroik-tim-sar-evakuasi-5-jasad-pendaki-di-tengah-hujan-abu-vulkanik-gunung-marapi"/><item><title>Aksi Heroik Tim SAR Evakuasi 5 Jasad Pendaki di Tengah Hujan Abu Vulkanik Gunung Marapi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/05/337/2933248/aksi-heroik-tim-sar-evakuasi-5-jasad-pendaki-di-tengah-hujan-abu-vulkanik-gunung-marapi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/05/337/2933248/aksi-heroik-tim-sar-evakuasi-5-jasad-pendaki-di-tengah-hujan-abu-vulkanik-gunung-marapi</guid><pubDate>Selasa 05 Desember 2023 18:22 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/05/337/2933248/aksi-heroik-tim-sar-evakuasi-5-jasad-pendaki-di-tengah-hujan-abu-vulkanik-gunung-marapi-qMky0elkvF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi Jasad Pendaki yang Meninggal di Gunung Marapi/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/05/337/2933248/aksi-heroik-tim-sar-evakuasi-5-jasad-pendaki-di-tengah-hujan-abu-vulkanik-gunung-marapi-qMky0elkvF.jpg</image><title>Evakuasi Jasad Pendaki yang Meninggal di Gunung Marapi/ist</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNS8xLzE3NDY5NS81L3g4cTh0YWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Hujan abu vulkanik Gunung Marapi masih terjadi pada beberapa wilayah di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, pada hari Selasa (5/12/2023)
Selain hujan abu vulkanik, juga terpantau kabut asap dan hujan gerimis di bagian bawah kaki gunung. Hal inilah yang membuat Tim SAR bekerja keras.
Okezone pun menerima foto dan video dari Tim Gabungan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Marapi yang melakukan evakuasi jasad pendaki. Terlihat, dalam video, tim gabungan berjibaku mengevakuasi korban di tengah hujan abu vulkanik dan kabut asap Gunung Marapi.

BACA JUGA:
Breaking News! 18 Pendaki Gunung Marapi Meninggal, Total Korban Tewas 29 Orang

&amp;ldquo;Proses evakuasi pendaki meninggal dunia yang dilakukan oleh tim gabungan pada Selasa (5/12),&amp;rdquo;tulis pesan singkat yang diterima Okezone, dari Tim Gabungan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Marapi.

BACA JUGA:
Gunung Api Erupsi Bersamaan, Apakah Saling Berkaitan? Ini Kata Badan Geologi

Hari ini, tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas dan BPBD telah berhasil mengevakuasi  5 korban meninggal dunia.
Sebelumnya, Wakapolda Sumbar Brigjen Edi Mardiyanto mengatakan, hingga saat ini masih ada 18 pendaki Gunung Marapi, Sumatera Barat yang masih dievakuasi. Jumlah tersebut kata dia terindikasi meninggal dunia.Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Pos DVI (Disaster Victim Identification) Polda Sumbar, Selasa (5/12).



&amp;ldquo;Lokasi pertama sebanyak 10 orang terindikasi meninggal, sementara di lokasi kedua terdapat 8 orang masih dicari. Evakuasi kita usahakan hari ini. Kita juga sudah menambah personel untuk melakukan evakuasi,&quot; katanya.



Edi menyerahkan ke 5 jenazah yang sudah dievakuasi dan diidentifikasi kepada keluarganya serta mengunjungi pasien korban erupsi yang selamat dan sedang perawatan.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNS8xLzE3NDY5NS81L3g4cTh0YWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Hujan abu vulkanik Gunung Marapi masih terjadi pada beberapa wilayah di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, pada hari Selasa (5/12/2023)
Selain hujan abu vulkanik, juga terpantau kabut asap dan hujan gerimis di bagian bawah kaki gunung. Hal inilah yang membuat Tim SAR bekerja keras.
Okezone pun menerima foto dan video dari Tim Gabungan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Marapi yang melakukan evakuasi jasad pendaki. Terlihat, dalam video, tim gabungan berjibaku mengevakuasi korban di tengah hujan abu vulkanik dan kabut asap Gunung Marapi.

BACA JUGA:
Breaking News! 18 Pendaki Gunung Marapi Meninggal, Total Korban Tewas 29 Orang

&amp;ldquo;Proses evakuasi pendaki meninggal dunia yang dilakukan oleh tim gabungan pada Selasa (5/12),&amp;rdquo;tulis pesan singkat yang diterima Okezone, dari Tim Gabungan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Marapi.

BACA JUGA:
Gunung Api Erupsi Bersamaan, Apakah Saling Berkaitan? Ini Kata Badan Geologi

Hari ini, tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas dan BPBD telah berhasil mengevakuasi  5 korban meninggal dunia.
Sebelumnya, Wakapolda Sumbar Brigjen Edi Mardiyanto mengatakan, hingga saat ini masih ada 18 pendaki Gunung Marapi, Sumatera Barat yang masih dievakuasi. Jumlah tersebut kata dia terindikasi meninggal dunia.Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Pos DVI (Disaster Victim Identification) Polda Sumbar, Selasa (5/12).



&amp;ldquo;Lokasi pertama sebanyak 10 orang terindikasi meninggal, sementara di lokasi kedua terdapat 8 orang masih dicari. Evakuasi kita usahakan hari ini. Kita juga sudah menambah personel untuk melakukan evakuasi,&quot; katanya.



Edi menyerahkan ke 5 jenazah yang sudah dievakuasi dan diidentifikasi kepada keluarganya serta mengunjungi pasien korban erupsi yang selamat dan sedang perawatan.

</content:encoded></item></channel></rss>
