<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   5 Korban Erupsi Gunung Marapi Sumbar Teridentifikasi, 18 Masih Hilang</title><description>Polda Sumbar telah mengidentifikasi lima orang pendaki yang meninggal akibat erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/05/340/2932850/5-korban-erupsi-gunung-marapi-sumbar-teridentifikasi-18-masih-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/05/340/2932850/5-korban-erupsi-gunung-marapi-sumbar-teridentifikasi-18-masih-hilang"/><item><title>   5 Korban Erupsi Gunung Marapi Sumbar Teridentifikasi, 18 Masih Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/05/340/2932850/5-korban-erupsi-gunung-marapi-sumbar-teridentifikasi-18-masih-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/05/340/2932850/5-korban-erupsi-gunung-marapi-sumbar-teridentifikasi-18-masih-hilang</guid><pubDate>Selasa 05 Desember 2023 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/05/340/2932850/5-korban-erupsi-gunung-marapi-sumbar-teridentifikasi-18-masih-hilang-Odd2zJCQ05.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/05/340/2932850/5-korban-erupsi-gunung-marapi-sumbar-teridentifikasi-18-masih-hilang-Odd2zJCQ05.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNS8xLzE3NDY5Mi81L3g4cThyNno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PADANG - Tim Pos DVI Ante Mortem Biddokkes Polda Sumbar telah mengidentifikasi lima orang pendaki yang meninggal akibat erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat.
Lima orang telah teridentidikasi  lima orang korban tersebut adalah M. Adan (21) mahasiswa Fakultas Hukum semester 6 Universitas Islam Riau (UIR). Korban kedua kedua Muhammad Teguh Amanda (19) masuk RS Ahmad Mochtar sekitar pukul 18.00 WIB, berasal dari Kota Padang yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil semester 3 Politeknik Negeri Padang (PNP).
Kemudian korban ketiga meninggal dunia akibat letusan Gunung Marapi tiba pukul 18.13 WIB Nazatra Adzin Mufadhal, yang merupakan mahasiswa asal  Pekanbaru.

BACA JUGA:
Kunjungi Istana Balla Lompoa, Alam Ganjar Diajak Selfie Warga Makassar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pada pukul 22.33 WIB, dua korban meninggal dunia tiba di RSAM Bukittinggi, yang merupakan korban ke empat dan ke lima bernama Muhammad Al Fikri (19) mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang (PNP) semester 3.
Sementara korban ke lima teridentivikasi bernama Nurva Afitri bernis kelamin perempuan (27) , asal Padang Pariaman.

BACA JUGA:
Israel Terus Membombardir, PBB Sebut Jumlah Warga Sipil yang Tewas di Gaza Meningkat Pesat

Sementara Kepala Basarnas Padang Abdul Malik mengatakan total seluruh pendaki ini ada 75 orang, dari jumlah tersebut sebanyak 18 orang masih dalam tahap pencarian.&quot;18 pendaki lagi belum turun atau masih dalam pencarian, sementara itu 5 korban yang meningal dunia sudah terindentifikasi,&quot; katanya, Selasa (5/12/2023).

Hari ini pencarian akan dilanjutkan untuk mencari korban yang belum turun, meski kondisi saat ini masih terjadi letusan gunung Marapi.

18 korban yang masih dicari tersebut masuk di jalur Palano, Kabupaten Agama, atas nama M. Iqbal, Siska Afrina, Liarni, Frengki Candra Kusuma, Divo Suhandra, Afranda Junaidi, Irfandi Putra, Zikri Habibi, Wahlul Ade Putra, Novita Intan Sari, Riski Rahmat Hidaya, Lenggo Baren, Reyhani Zhara Fadli, Filhan Alfiqh Faizin, Aditya Prasetyo, Yasiril Amri, M. Wiki Nanda Bintang dan Ilham Nanda Bintang. Sumber data ini dari Basarnas.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNS8xLzE3NDY5Mi81L3g4cThyNno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PADANG - Tim Pos DVI Ante Mortem Biddokkes Polda Sumbar telah mengidentifikasi lima orang pendaki yang meninggal akibat erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat.
Lima orang telah teridentidikasi  lima orang korban tersebut adalah M. Adan (21) mahasiswa Fakultas Hukum semester 6 Universitas Islam Riau (UIR). Korban kedua kedua Muhammad Teguh Amanda (19) masuk RS Ahmad Mochtar sekitar pukul 18.00 WIB, berasal dari Kota Padang yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil semester 3 Politeknik Negeri Padang (PNP).
Kemudian korban ketiga meninggal dunia akibat letusan Gunung Marapi tiba pukul 18.13 WIB Nazatra Adzin Mufadhal, yang merupakan mahasiswa asal  Pekanbaru.

BACA JUGA:
Kunjungi Istana Balla Lompoa, Alam Ganjar Diajak Selfie Warga Makassar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pada pukul 22.33 WIB, dua korban meninggal dunia tiba di RSAM Bukittinggi, yang merupakan korban ke empat dan ke lima bernama Muhammad Al Fikri (19) mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang (PNP) semester 3.
Sementara korban ke lima teridentivikasi bernama Nurva Afitri bernis kelamin perempuan (27) , asal Padang Pariaman.

BACA JUGA:
Israel Terus Membombardir, PBB Sebut Jumlah Warga Sipil yang Tewas di Gaza Meningkat Pesat

Sementara Kepala Basarnas Padang Abdul Malik mengatakan total seluruh pendaki ini ada 75 orang, dari jumlah tersebut sebanyak 18 orang masih dalam tahap pencarian.&quot;18 pendaki lagi belum turun atau masih dalam pencarian, sementara itu 5 korban yang meningal dunia sudah terindentifikasi,&quot; katanya, Selasa (5/12/2023).

Hari ini pencarian akan dilanjutkan untuk mencari korban yang belum turun, meski kondisi saat ini masih terjadi letusan gunung Marapi.

18 korban yang masih dicari tersebut masuk di jalur Palano, Kabupaten Agama, atas nama M. Iqbal, Siska Afrina, Liarni, Frengki Candra Kusuma, Divo Suhandra, Afranda Junaidi, Irfandi Putra, Zikri Habibi, Wahlul Ade Putra, Novita Intan Sari, Riski Rahmat Hidaya, Lenggo Baren, Reyhani Zhara Fadli, Filhan Alfiqh Faizin, Aditya Prasetyo, Yasiril Amri, M. Wiki Nanda Bintang dan Ilham Nanda Bintang. Sumber data ini dari Basarnas.

</content:encoded></item></channel></rss>
