<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siti Atikoh: Ibu-Ibu Kunci Sukses Anak Bangsa</title><description>Ibu-ibu selama ini sudah mengeluarkan sumbangsih kepada bangsa dan negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/05/525/2933363/siti-atikoh-ibu-ibu-kunci-sukses-anak-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/05/525/2933363/siti-atikoh-ibu-ibu-kunci-sukses-anak-bangsa"/><item><title>Siti Atikoh: Ibu-Ibu Kunci Sukses Anak Bangsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/05/525/2933363/siti-atikoh-ibu-ibu-kunci-sukses-anak-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/05/525/2933363/siti-atikoh-ibu-ibu-kunci-sukses-anak-bangsa</guid><pubDate>Selasa 05 Desember 2023 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Devi Ari Rahmadhani </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/05/525/2933363/siti-atikoh-ibu-ibu-kunci-sukses-anak-bangsa-cw01ikITy5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siti Atikoh di Ciamis (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/05/525/2933363/siti-atikoh-ibu-ibu-kunci-sukses-anak-bangsa-cw01ikITy5.jpg</image><title>Siti Atikoh di Ciamis (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNS8xLzE3NDY5Mi81L3g4cThyNno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

CIAMIS - Siti Atikoh Ganjar, istri dari Calon Presiden (Capres) nomor ururt 3, Ganjar Pranowo, memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama perempuan dan anak-anak. Dirinya tidak kenal lelah untuk terus mengedukasi para ibu dan anak-anak di Indonesia.

Hal tersebut pun dilakukan oleh Siti Atikoh saat melakukan safari politik ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Selasa (5/12/2023).


BACA JUGA:
Siti Atikoh Ganjar Beberkan Peran Ibu sebagai Pendidik Pertama dalam Keluarga


Melalui kesempatan ini, Siti Atikoh menyampaikan jika perempuan memegang peran penting dalam kesuksesan anak bangsa. Sebab, seorang ibu adalah madrasah pertama seorang anak.

&amp;ldquo;Ibu-ibu selama ini sudah mengeluarkan sumbangsih  kepada bangsa dan negara. Pada saat ini, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian ibu membentuk akhlak anak bangsa,&amp;rdquo; kata Siti Atikoh.


BACA JUGA:
Angkot Berpenumpang Terseret Banjir Bandang, Evakuasi Berlangsung Dramatis


Bahkan terkadang seorang ibu tidak hanya peduli dengan anak mereka sendiri, tetapi juga kepada anak-anak orang lain. Hal ini sangatlah hebat dan harus dipertahankan.

&amp;ldquo;Tidak hanya anak kita secara biologis tidak, tanggung jawab kita justru besar kepada lingkungan yg ada di sekitar kita,&amp;rdquo; kata Siti Atikoh.Siti Atikoh pun menegaskan jika seorang ibu juga bisa mengukur kesuksesan pendidikan anak-anak untuk memajukan bangsa.

&amp;ldquo;Apakah kita tidak bisa memastikan bahwa pendidikan di sekitar kita itu sudah baik? Apakah mereka sudah bisa mengakses pendidikan? Seperti tadi Pak Kyai sampaikan di ponpes apakah mereka sudah terjamin kebutuhan-kebutuhan akhlaknya seperti di lingkungan sekolah formal,&amp;rdquo; tutur Siti Atikoh.


BACA JUGA:
Tangan Siswa SLB di Jakut Terborgol saat Ikuti Kelas Perkenalan


Lebih lanjut, Siti Atikoh mengingatkan, terkadang sekolah informal seperti pondok pesantren tidak ada kuantifikasinya sebagaimana sekolah formal pada umumnya. Untuk itu, Siti Atikoh mengajak para perempuan bergerak bersama-sama guna mencerdaskan anak bangsa.

&amp;ldquo;Kemudian untuk ibu-ibu semua sebagai penggerak. Kebetulan saya suka lari. Di lari itu ada pepatah yg mengatakan, &amp;lsquo;Kalau kita mau berlari cepat itu lari sendirian, tapi kalau kita ingin berlari jauh dengan lama kita berlari bersama-sama&amp;rsquo;, Nah kita harus bergandengan tangan kompak, kita jangan takut misalnya ada,&amp;rdquo; ucap Siti Atikoh.

Sebab, terkadang ibu-ibu ada kemungkinan terintimidasi sehingga goyah untuk bergerak  mencerdaskan anak-anak bangsa.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNS8xLzE3NDY5Mi81L3g4cThyNno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

CIAMIS - Siti Atikoh Ganjar, istri dari Calon Presiden (Capres) nomor ururt 3, Ganjar Pranowo, memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama perempuan dan anak-anak. Dirinya tidak kenal lelah untuk terus mengedukasi para ibu dan anak-anak di Indonesia.

Hal tersebut pun dilakukan oleh Siti Atikoh saat melakukan safari politik ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Selasa (5/12/2023).


BACA JUGA:
Siti Atikoh Ganjar Beberkan Peran Ibu sebagai Pendidik Pertama dalam Keluarga


Melalui kesempatan ini, Siti Atikoh menyampaikan jika perempuan memegang peran penting dalam kesuksesan anak bangsa. Sebab, seorang ibu adalah madrasah pertama seorang anak.

&amp;ldquo;Ibu-ibu selama ini sudah mengeluarkan sumbangsih  kepada bangsa dan negara. Pada saat ini, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian ibu membentuk akhlak anak bangsa,&amp;rdquo; kata Siti Atikoh.


BACA JUGA:
Angkot Berpenumpang Terseret Banjir Bandang, Evakuasi Berlangsung Dramatis


Bahkan terkadang seorang ibu tidak hanya peduli dengan anak mereka sendiri, tetapi juga kepada anak-anak orang lain. Hal ini sangatlah hebat dan harus dipertahankan.

&amp;ldquo;Tidak hanya anak kita secara biologis tidak, tanggung jawab kita justru besar kepada lingkungan yg ada di sekitar kita,&amp;rdquo; kata Siti Atikoh.Siti Atikoh pun menegaskan jika seorang ibu juga bisa mengukur kesuksesan pendidikan anak-anak untuk memajukan bangsa.

&amp;ldquo;Apakah kita tidak bisa memastikan bahwa pendidikan di sekitar kita itu sudah baik? Apakah mereka sudah bisa mengakses pendidikan? Seperti tadi Pak Kyai sampaikan di ponpes apakah mereka sudah terjamin kebutuhan-kebutuhan akhlaknya seperti di lingkungan sekolah formal,&amp;rdquo; tutur Siti Atikoh.


BACA JUGA:
Tangan Siswa SLB di Jakut Terborgol saat Ikuti Kelas Perkenalan


Lebih lanjut, Siti Atikoh mengingatkan, terkadang sekolah informal seperti pondok pesantren tidak ada kuantifikasinya sebagaimana sekolah formal pada umumnya. Untuk itu, Siti Atikoh mengajak para perempuan bergerak bersama-sama guna mencerdaskan anak bangsa.

&amp;ldquo;Kemudian untuk ibu-ibu semua sebagai penggerak. Kebetulan saya suka lari. Di lari itu ada pepatah yg mengatakan, &amp;lsquo;Kalau kita mau berlari cepat itu lari sendirian, tapi kalau kita ingin berlari jauh dengan lama kita berlari bersama-sama&amp;rsquo;, Nah kita harus bergandengan tangan kompak, kita jangan takut misalnya ada,&amp;rdquo; ucap Siti Atikoh.

Sebab, terkadang ibu-ibu ada kemungkinan terintimidasi sehingga goyah untuk bergerak  mencerdaskan anak-anak bangsa.</content:encoded></item></channel></rss>
