<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Yara Eid, Jurnalis Palestina yang Kehilangan 60 Anggota keluarga karena Serangan Israel</title><description>Tidak hanya kehilangan keluarga, Yara juga kehilangan sahabat dan mentornya akibat serangan Israel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/18/2933773/kisah-yara-eid-jurnalis-palestina-yang-kehilangan-60-anggota-keluarga-karena-serangan-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/06/18/2933773/kisah-yara-eid-jurnalis-palestina-yang-kehilangan-60-anggota-keluarga-karena-serangan-israel"/><item><title>Kisah Yara Eid, Jurnalis Palestina yang Kehilangan 60 Anggota keluarga karena Serangan Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/18/2933773/kisah-yara-eid-jurnalis-palestina-yang-kehilangan-60-anggota-keluarga-karena-serangan-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/06/18/2933773/kisah-yara-eid-jurnalis-palestina-yang-kehilangan-60-anggota-keluarga-karena-serangan-israel</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 14:45 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Regina Sekar Arum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/18/2933773/kisah-yara-eid-jurnalis-palestina-yang-kehilangan-60-anggota-keluarga-karena-serangan-israel-Y0bSLUOFN6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yara Eid. (Foto: Middle East Eye)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/18/2933773/kisah-yara-eid-jurnalis-palestina-yang-kehilangan-60-anggota-keluarga-karena-serangan-israel-Y0bSLUOFN6.jpg</image><title>Yara Eid. (Foto: Middle East Eye)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDY3Mi81L3g4cTgxYW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DALAM beberapa bulan terakhir, jurnalis asal Palestina yaitu Yara Eid telah kehilangan anggota keluarga, teman, rekan dan rumah masa kecilnya akibat bom Israel yang tidak ada hentinya di jalur Gaza.

BACA JUGA:
61 Jurnalis Tewas dalam Perang Israel-Hamas di Gaza

Dalam sebuah wawancara, Yara Eid mengatakan dia telah melewati empat agresi di Gaza, melihat orang - orang terbunuh di depan matanya sendiri. Agresi dan genosida tersebut adalah sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh dia.
Yara Eid yang berusia 23 tahun dibesarkan di kamp pengungsi Bureij yang terletak di Gaza Tengah.
Seluruh lingkungannya sudah menjadi sasaran bom Israel sejak 7 Oktober dan dia tidak tahu apakah rumahnya masih berdiri atau sudah rata dengan tanah.

BACA JUGA:
PBB Serukan Langkah yang Tak Dapat Diubah Menuju Solusi Dua Negara untuk Selesaikan Isu Palestina

Ibu dari Yara Eid adalah pegawai PBB dan telah kehilangan banyak rekannya. Yara Eid mengaku belum bisa berbicara dengan ibunya, terkadang teleponnya berfungsi dan terkadang tidak.
Yara mengaku telah kehilangan 60 anggota keluarganya. Tidak hanya itu, dia juga kehilangan rumah, sahabat, serta bos dan mentornya.Dia telah menghabiskan sebagian dari tujuh tahun terakhirnya dalam terapi yaitu overcome post-traumatic stress disorder atau yang dikenal dengan PTSD (gangguan stress pasca-trauma) akibat perang Israel di Gaza pada 2014.
Yara mengatakan bahwa media Barat telah lama tidak memanusiakan warga Palestina dan memperlakukan hidup mereka sebagai &quot;lebih dari sekedar angka&quot;. Dia juga menjelaskan bahwa Gaza adalah tempat yang kecil meskipun dihuni oleh dua juta penduduk, Gaza terasa seperti sebuah komunitas yang erat.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDY3Mi81L3g4cTgxYW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DALAM beberapa bulan terakhir, jurnalis asal Palestina yaitu Yara Eid telah kehilangan anggota keluarga, teman, rekan dan rumah masa kecilnya akibat bom Israel yang tidak ada hentinya di jalur Gaza.

BACA JUGA:
61 Jurnalis Tewas dalam Perang Israel-Hamas di Gaza

Dalam sebuah wawancara, Yara Eid mengatakan dia telah melewati empat agresi di Gaza, melihat orang - orang terbunuh di depan matanya sendiri. Agresi dan genosida tersebut adalah sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh dia.
Yara Eid yang berusia 23 tahun dibesarkan di kamp pengungsi Bureij yang terletak di Gaza Tengah.
Seluruh lingkungannya sudah menjadi sasaran bom Israel sejak 7 Oktober dan dia tidak tahu apakah rumahnya masih berdiri atau sudah rata dengan tanah.

BACA JUGA:
PBB Serukan Langkah yang Tak Dapat Diubah Menuju Solusi Dua Negara untuk Selesaikan Isu Palestina

Ibu dari Yara Eid adalah pegawai PBB dan telah kehilangan banyak rekannya. Yara Eid mengaku belum bisa berbicara dengan ibunya, terkadang teleponnya berfungsi dan terkadang tidak.
Yara mengaku telah kehilangan 60 anggota keluarganya. Tidak hanya itu, dia juga kehilangan rumah, sahabat, serta bos dan mentornya.Dia telah menghabiskan sebagian dari tujuh tahun terakhirnya dalam terapi yaitu overcome post-traumatic stress disorder atau yang dikenal dengan PTSD (gangguan stress pasca-trauma) akibat perang Israel di Gaza pada 2014.
Yara mengatakan bahwa media Barat telah lama tidak memanusiakan warga Palestina dan memperlakukan hidup mereka sebagai &quot;lebih dari sekedar angka&quot;. Dia juga menjelaskan bahwa Gaza adalah tempat yang kecil meskipun dihuni oleh dua juta penduduk, Gaza terasa seperti sebuah komunitas yang erat.

</content:encoded></item></channel></rss>
