<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ade Armando Dinilai Tak Kenal Sejarah dan Harus Belajar Wawasan</title><description>Oleh karena itu, Haris meminta Ade Armando untuk belajar wawasan kebangsaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/337/2933687/ade-armando-dinilai-tak-kenal-sejarah-dan-harus-belajar-wawasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/06/337/2933687/ade-armando-dinilai-tak-kenal-sejarah-dan-harus-belajar-wawasan"/><item><title>Ade Armando Dinilai Tak Kenal Sejarah dan Harus Belajar Wawasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/337/2933687/ade-armando-dinilai-tak-kenal-sejarah-dan-harus-belajar-wawasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/06/337/2933687/ade-armando-dinilai-tak-kenal-sejarah-dan-harus-belajar-wawasan</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/337/2933687/ade-armando-dinilai-tak-kenal-sejarah-dan-harus-belajar-wawasan-DqGBeXxx3I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ade Armando/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/337/2933687/ade-armando-dinilai-tak-kenal-sejarah-dan-harus-belajar-wawasan-DqGBeXxx3I.jpg</image><title>Ade Armando/Foto: MNC Portal</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDY3OC81L3g4cTg0OGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara TPN Ganjar Mahfud Haris Pertama menilai, Ade Armando tidak tahu sejarah lantaran ucapannya yang menghina Kesultanan Yogyakarta.
Oleh karena itu, Haris meminta Ade Armando untuk belajar wawasan kebangsaan agar mengetahui Kesultanan DI Yogyakarta sistem dan kedudukannya yang telah diatur Undang-Undang (UU).

BACA JUGA:
Mahfud MD soal Pernyataan Dinasti Politik di Yogyakarta: Terserah Ade Armando Aja

&amp;lsquo;&amp;rsquo;Ucapan Ade Armando terkait DI Yogyakarta yang menghina dan menyinggung perasaan masyarakat Yogyakarta, menandakan Ade Armando tidak tahu sejarah. Ini jelas ya, DI Yogyakarta itu sudah diatur Undang-Undang,&quot; kata Haris Pertama , Rabu (6/12/2023).
&amp;ldquo;Jelas-jelas tertulis aturan Keistimewaan Provinsi DI Yogyakarta terdapat dalam Undang-Undang RI No.13 Tahun 2012. jangan-jangan ade armando ini pikirannya sudah konslet ya setelah dikeroyok massa demonstran waktu itu,&quot;lanjut Haris.

BACA JUGA:
 Ade Armando Diduga Nistakan Sejarah Jogja, Massa Bakal Kepung Kantor DPW PSI Besok&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ketua Umum (Ketum) DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini menerangkan, Ade Armando selaku kader PSI semestinya memberikan edukasi kepada masyarakat.
&quot;Harusnya dia (Ade) sebagai Caleg dan kader partai PSI  yang katanya partai anak muda, politik santuy. Harusnya memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat. Bukan malah mencerminkan kader partai yang tidak waras,&quot; ujar Haris.
Haris menyebut Ade Armando harus belajar wawasan kebangsaan. DI Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang memiliki keistimewaan.&amp;ldquo;Saya harap dia (Ade) sebagai kader PSI dan seluruh kadek lainnya harusnya belajar lagi wawasan kebangsaan, agar tidak menjadi kader partai yang merusak tatanan kebangsaan di Negara yang kita cintai,&amp;rdquo; imbuhnya.

Mencermati permasalahan ini, Haris meyakini masyarakat bisa melihat dan menilai mana partai yang berproses dan yang instan.

&amp;ldquo;Masyarakat bisa melihat dan menilai mana partai yang instan dan yang berproses. Kok ada ya partai baru sudah menyebar baliho dan spanduk terpampang dimana-dimana. Ini kan perlu dipertanyakan,&amp;rdquo; tutup Haris.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDY3OC81L3g4cTg0OGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara TPN Ganjar Mahfud Haris Pertama menilai, Ade Armando tidak tahu sejarah lantaran ucapannya yang menghina Kesultanan Yogyakarta.
Oleh karena itu, Haris meminta Ade Armando untuk belajar wawasan kebangsaan agar mengetahui Kesultanan DI Yogyakarta sistem dan kedudukannya yang telah diatur Undang-Undang (UU).

BACA JUGA:
Mahfud MD soal Pernyataan Dinasti Politik di Yogyakarta: Terserah Ade Armando Aja

&amp;lsquo;&amp;rsquo;Ucapan Ade Armando terkait DI Yogyakarta yang menghina dan menyinggung perasaan masyarakat Yogyakarta, menandakan Ade Armando tidak tahu sejarah. Ini jelas ya, DI Yogyakarta itu sudah diatur Undang-Undang,&quot; kata Haris Pertama , Rabu (6/12/2023).
&amp;ldquo;Jelas-jelas tertulis aturan Keistimewaan Provinsi DI Yogyakarta terdapat dalam Undang-Undang RI No.13 Tahun 2012. jangan-jangan ade armando ini pikirannya sudah konslet ya setelah dikeroyok massa demonstran waktu itu,&quot;lanjut Haris.

BACA JUGA:
 Ade Armando Diduga Nistakan Sejarah Jogja, Massa Bakal Kepung Kantor DPW PSI Besok&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ketua Umum (Ketum) DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini menerangkan, Ade Armando selaku kader PSI semestinya memberikan edukasi kepada masyarakat.
&quot;Harusnya dia (Ade) sebagai Caleg dan kader partai PSI  yang katanya partai anak muda, politik santuy. Harusnya memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat. Bukan malah mencerminkan kader partai yang tidak waras,&quot; ujar Haris.
Haris menyebut Ade Armando harus belajar wawasan kebangsaan. DI Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang memiliki keistimewaan.&amp;ldquo;Saya harap dia (Ade) sebagai kader PSI dan seluruh kadek lainnya harusnya belajar lagi wawasan kebangsaan, agar tidak menjadi kader partai yang merusak tatanan kebangsaan di Negara yang kita cintai,&amp;rdquo; imbuhnya.

Mencermati permasalahan ini, Haris meyakini masyarakat bisa melihat dan menilai mana partai yang berproses dan yang instan.

&amp;ldquo;Masyarakat bisa melihat dan menilai mana partai yang instan dan yang berproses. Kok ada ya partai baru sudah menyebar baliho dan spanduk terpampang dimana-dimana. Ini kan perlu dipertanyakan,&amp;rdquo; tutup Haris.

</content:encoded></item></channel></rss>
