<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Tragisnya Sultan Hamengkubuwono V yang Dibunuh Selir Kesayangannya Sendiri</title><description>Sri Sultan Hamengkubuwono V adalah sultan kelima dari kesultanan Yogyakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/337/2933819/kisah-tragisnya-sultan-hamengkubuwono-v-yang-dibunuh-selir-kesayangannya-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/06/337/2933819/kisah-tragisnya-sultan-hamengkubuwono-v-yang-dibunuh-selir-kesayangannya-sendiri"/><item><title>Kisah Tragisnya Sultan Hamengkubuwono V yang Dibunuh Selir Kesayangannya Sendiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/337/2933819/kisah-tragisnya-sultan-hamengkubuwono-v-yang-dibunuh-selir-kesayangannya-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/06/337/2933819/kisah-tragisnya-sultan-hamengkubuwono-v-yang-dibunuh-selir-kesayangannya-sendiri</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Alifia Zahra Kinanti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/337/2933819/kisah-tragisnya-sultan-hamengkubuwono-v-yang-dibunuh-selir-kesayangannya-sendiri-YVdDhN4bal.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/337/2933819/kisah-tragisnya-sultan-hamengkubuwono-v-yang-dibunuh-selir-kesayangannya-sendiri-YVdDhN4bal.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Sri Sultan Hamengkubuwono V adalah sultan kelima dari kesultanan Yogyakarta. Ia lahir pada 24 Januari 1820 dengan nama asli Gsuti Raden Mas Gathot Menol yang memiliki gelar sebagai Pangeran Mangkubumi Hamengkubuwono V adalah putra dari Sultan Hamengkubuwono IV dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Kencono.

Hamengkubuwono V naik tahta pada saat umur 3 tahun. Karena ia naik takhta saat masih dibawah umur makai a dibantu oleh beberapa wali raja yaitu oleh neneknya Ratu Ageng, ibunya Ratu Kencono, saudara kakeknya Pangeran Mangkubumi, dan saudara ayahnya Pangeran Diponegoro.


BACA JUGA:
Kisah Sultan Hamengkubuwono IV Tunjuk Etnis China Jadi Bupati Yogya&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Namun, pada tahun 1826 Belanda menurunkan Hamengkubuwono V dari singgasananya. Belanda mengangkat kembali Hamengkubuwono II, Hamengkubuwono V baru naik takhta kembali setelah wafatnya Hamengkubuwono II pada tahun 1828. Pada saat pemerintahan Hamengkubuwono V tidak mendapat bantuan penuh dari internal Keraton dan rakyat Yogyakarta karena dianggap terlalu patuh kepada Belanda.

Pada saat itu juga Hamengkubuwono V juga selalu berhadapan dengan adik-adiknya yang ingin mengambil alih takhtanya. Ditengah kondisi politik yang sulit, Hamengkubuwono V mencari hiburan dalam cinta. Oleh karena itu ia memiliki banyak selir tetapi selir yang paling disayang yaitu selir ke 5 yang bernama Kanjeng Mas Hemawati.
Hamengkubuwono V menikah dengan Kanjeng Mas Henawati pada tahun 1842. Pada 5 Juni 1855 Hamengkubuwono V tewas di tangan selirnya sendiri. Ia ditikam oleh selirnya, sampai saat ini alasan Kanjeng Mas Hemawati melakukannya masih menjadi misteri yang belum terungkap.



Peristiwa tragis ini ditutup rapat-rapat oleh pihak Keraton. Peristiwa ini juga hanya diingat dengan sebutan Wereng Saketi Tresno yang berarti mati ditangan orang yang dicintainya.



Setelah Hamengkubuwono V tewas lahirlah anak yang di dalam kandungan Kanjeng Ratu Sekar. Anak tersebut seharusnya menjadi penerus takhta namun tidak di setujui karena kontroversi perebutan tahta kekuasaan.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Sri Sultan Hamengkubuwono V adalah sultan kelima dari kesultanan Yogyakarta. Ia lahir pada 24 Januari 1820 dengan nama asli Gsuti Raden Mas Gathot Menol yang memiliki gelar sebagai Pangeran Mangkubumi Hamengkubuwono V adalah putra dari Sultan Hamengkubuwono IV dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Kencono.

Hamengkubuwono V naik tahta pada saat umur 3 tahun. Karena ia naik takhta saat masih dibawah umur makai a dibantu oleh beberapa wali raja yaitu oleh neneknya Ratu Ageng, ibunya Ratu Kencono, saudara kakeknya Pangeran Mangkubumi, dan saudara ayahnya Pangeran Diponegoro.


BACA JUGA:
Kisah Sultan Hamengkubuwono IV Tunjuk Etnis China Jadi Bupati Yogya&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Namun, pada tahun 1826 Belanda menurunkan Hamengkubuwono V dari singgasananya. Belanda mengangkat kembali Hamengkubuwono II, Hamengkubuwono V baru naik takhta kembali setelah wafatnya Hamengkubuwono II pada tahun 1828. Pada saat pemerintahan Hamengkubuwono V tidak mendapat bantuan penuh dari internal Keraton dan rakyat Yogyakarta karena dianggap terlalu patuh kepada Belanda.

Pada saat itu juga Hamengkubuwono V juga selalu berhadapan dengan adik-adiknya yang ingin mengambil alih takhtanya. Ditengah kondisi politik yang sulit, Hamengkubuwono V mencari hiburan dalam cinta. Oleh karena itu ia memiliki banyak selir tetapi selir yang paling disayang yaitu selir ke 5 yang bernama Kanjeng Mas Hemawati.
Hamengkubuwono V menikah dengan Kanjeng Mas Henawati pada tahun 1842. Pada 5 Juni 1855 Hamengkubuwono V tewas di tangan selirnya sendiri. Ia ditikam oleh selirnya, sampai saat ini alasan Kanjeng Mas Hemawati melakukannya masih menjadi misteri yang belum terungkap.



Peristiwa tragis ini ditutup rapat-rapat oleh pihak Keraton. Peristiwa ini juga hanya diingat dengan sebutan Wereng Saketi Tresno yang berarti mati ditangan orang yang dicintainya.



Setelah Hamengkubuwono V tewas lahirlah anak yang di dalam kandungan Kanjeng Ratu Sekar. Anak tersebut seharusnya menjadi penerus takhta namun tidak di setujui karena kontroversi perebutan tahta kekuasaan.</content:encoded></item></channel></rss>
