<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Pranowo: Lokalitas Budaya Tidak Boleh Diabaikan</title><description>Hal itu disampaikan usai di dapuk menjadi warga kehormatan suku Dayak Kenyah di salah satu hotel di Balikpapan, Kalimantan Timur&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/340/2933425/ganjar-pranowo-lokalitas-budaya-tidak-boleh-diabaikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/06/340/2933425/ganjar-pranowo-lokalitas-budaya-tidak-boleh-diabaikan"/><item><title>Ganjar Pranowo: Lokalitas Budaya Tidak Boleh Diabaikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/340/2933425/ganjar-pranowo-lokalitas-budaya-tidak-boleh-diabaikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/06/340/2933425/ganjar-pranowo-lokalitas-budaya-tidak-boleh-diabaikan</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 00:49 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/340/2933425/ganjar-pranowo-lokalitas-budaya-tidak-boleh-diabaikan-PpOYdZfuMI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo kenakan baju adat dayak/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/340/2933425/ganjar-pranowo-lokalitas-budaya-tidak-boleh-diabaikan-PpOYdZfuMI.jpg</image><title>Ganjar Pranowo kenakan baju adat dayak/Foto: Istimewa</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDY4My81L3g4cTg3aWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BALIKPAPAN - Calon Presiden yang diusung Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ganjar Pranowo&amp;nbsp;mengajak tokoh adat, masyarakat dan agama untuk merawat dan mengawal ke-Indonesiaan. Hal itu disampaikan usai di dapuk menjadi warga kehormatan suku Dayak Kenyah di salah satu hotel di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/12/2023).

&quot;Lokalitas budaya tidak boleh diabaikan. Karena di sana banyak nilai kearifan,&quot; ujarnya di hadapan ratusan masyarakat suku Dayak, Tokoh agama dan tokoh masyarakat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ibu-Ibu di Ciamis Dukung Ganjar-Mahfud: Siapa Presiden Kita? Ganjar Pranowo!

Dalam kegiatan itu, Ganjar didapuk oleh Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Timur, Ajang Kedung. Hal itu sebagai bentuk penghormatan masyarakat adat Dayak Kenyah kepada Capres nomor urut tiga tersebut.

&quot;Saya senang sekali membangun Indonesia tanpa meninggalkan budaya. Ini peristiwa yang begitu penting. Kalau kata Bung Karno, kita punya kepribadian dalam kebudayaan, maka jangan ditinggalkan,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hadiri Pengajian Kebangsaan di Teuku Umar, Mahfud MD: Saya Agak Flu

Ganjar Pranowo mengaku sangat senang dan terharu dengan penyematan tersebut. Prosesi penyematan tersebut menunjukan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat luar biasa.

&quot;Pendiri bangsa saat itu berpikir bahwa bhineka tunggal ika. Semua mesti dipersatukan, untuk sama-sama sejahtera. Lalu saling menghormati suku dan ras serta agama. Maka saya sampaikan terima kasih,&quot; ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ganjar didapuk menjadi warga kehormatan oleh Suku Adat Dayak Kalimantan Timur.

&quot;Kami sematkan pakaian adat, kami angkat Pak Ganjar, capres kita menjadi keluarga kehormatan adat Dayak Kalimantan Timur,&quot; kata Ajeng Kedung dihadapan ratusan tokoh agama dan tokoh masyarakat adat dayak.



Prosesi penyematan Ganjar tersebut dilakukan secara sakral. Nampak Ganjar, mengenakan busana adat dengan narasi bahasa lokal.



&quot;Seperangkat busana adat ini mempunyai makna, yang dijelaskan melalui bahasa adat,&quot; ucapnya.



Capres nomor urut 3 itu disematkan rompi adat yang melambangkan melindungi diri danKalung manik atau Uleng Inoq yang berarti amanah masyarakat adat kepada Ganjar Pranowo sebagai pemimpin besar. Kemudian, gelang Manik atau Leko Inoq yang bermakna ikatan kekeluargaan.



Sedangkan topi kebesaran adat atau Bluko, memiliki arti sebagai pemimpin yang menerima amanah tokoh adat yang memegang teguh adat istiadat dari orang - orang tua dan para leluhur.

BACA JUGA:
Tambah Layanan Faskes, Tangsel Kejar Target 2030 Nol Kasus HIV/AIDS



Lalu, Mandau atau Suahpuk Sauptulang bermakna kekuatan dalam melaksanankan tugas amanah dengan berani dan berpegang teguh pada petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa.
</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDY4My81L3g4cTg3aWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BALIKPAPAN - Calon Presiden yang diusung Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ganjar Pranowo&amp;nbsp;mengajak tokoh adat, masyarakat dan agama untuk merawat dan mengawal ke-Indonesiaan. Hal itu disampaikan usai di dapuk menjadi warga kehormatan suku Dayak Kenyah di salah satu hotel di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/12/2023).

&quot;Lokalitas budaya tidak boleh diabaikan. Karena di sana banyak nilai kearifan,&quot; ujarnya di hadapan ratusan masyarakat suku Dayak, Tokoh agama dan tokoh masyarakat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ibu-Ibu di Ciamis Dukung Ganjar-Mahfud: Siapa Presiden Kita? Ganjar Pranowo!

Dalam kegiatan itu, Ganjar didapuk oleh Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Timur, Ajang Kedung. Hal itu sebagai bentuk penghormatan masyarakat adat Dayak Kenyah kepada Capres nomor urut tiga tersebut.

&quot;Saya senang sekali membangun Indonesia tanpa meninggalkan budaya. Ini peristiwa yang begitu penting. Kalau kata Bung Karno, kita punya kepribadian dalam kebudayaan, maka jangan ditinggalkan,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hadiri Pengajian Kebangsaan di Teuku Umar, Mahfud MD: Saya Agak Flu

Ganjar Pranowo mengaku sangat senang dan terharu dengan penyematan tersebut. Prosesi penyematan tersebut menunjukan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat luar biasa.

&quot;Pendiri bangsa saat itu berpikir bahwa bhineka tunggal ika. Semua mesti dipersatukan, untuk sama-sama sejahtera. Lalu saling menghormati suku dan ras serta agama. Maka saya sampaikan terima kasih,&quot; ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ganjar didapuk menjadi warga kehormatan oleh Suku Adat Dayak Kalimantan Timur.

&quot;Kami sematkan pakaian adat, kami angkat Pak Ganjar, capres kita menjadi keluarga kehormatan adat Dayak Kalimantan Timur,&quot; kata Ajeng Kedung dihadapan ratusan tokoh agama dan tokoh masyarakat adat dayak.



Prosesi penyematan Ganjar tersebut dilakukan secara sakral. Nampak Ganjar, mengenakan busana adat dengan narasi bahasa lokal.



&quot;Seperangkat busana adat ini mempunyai makna, yang dijelaskan melalui bahasa adat,&quot; ucapnya.



Capres nomor urut 3 itu disematkan rompi adat yang melambangkan melindungi diri danKalung manik atau Uleng Inoq yang berarti amanah masyarakat adat kepada Ganjar Pranowo sebagai pemimpin besar. Kemudian, gelang Manik atau Leko Inoq yang bermakna ikatan kekeluargaan.



Sedangkan topi kebesaran adat atau Bluko, memiliki arti sebagai pemimpin yang menerima amanah tokoh adat yang memegang teguh adat istiadat dari orang - orang tua dan para leluhur.

BACA JUGA:
Tambah Layanan Faskes, Tangsel Kejar Target 2030 Nol Kasus HIV/AIDS



Lalu, Mandau atau Suahpuk Sauptulang bermakna kekuatan dalam melaksanankan tugas amanah dengan berani dan berpegang teguh pada petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa.
</content:encoded></item></channel></rss>
