<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar : Membangun Indonesia dengan Meninggalkan Budaya Salah Besar</title><description>Membangun Indonesia dengan meninggalkan kebudayaan itu keliru besar, salah besar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/340/2933919/ganjar-membangun-indonesia-dengan-meninggalkan-budaya-salah-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/06/340/2933919/ganjar-membangun-indonesia-dengan-meninggalkan-budaya-salah-besar"/><item><title>Ganjar : Membangun Indonesia dengan Meninggalkan Budaya Salah Besar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/340/2933919/ganjar-membangun-indonesia-dengan-meninggalkan-budaya-salah-besar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/06/340/2933919/ganjar-membangun-indonesia-dengan-meninggalkan-budaya-salah-besar</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/340/2933919/ganjar-membangun-indonesia-dengan-meninggalkan-budaya-salah-besar-lyWT6WG42b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo di Kutai Kartanegara (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/340/2933919/ganjar-membangun-indonesia-dengan-meninggalkan-budaya-salah-besar-lyWT6WG42b.jpg</image><title>Ganjar Pranowo di Kutai Kartanegara (Foto: Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMy8xLzE3NDYxMS81L3g4cTZxczM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo menegaskan pentingnya membangun Indonesia dengan mempertahankan keberagaman budaya.

Pesan tersebut disampaikan saat Ganjar silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan lintas agama di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam kesempatannya, Ganjar menyatakan meninggalkan budaya adalah kesalahan besar.

&quot;Membangun Indonesia dengan meninggalkan kebudayaan itu keliru besar, salah besar. Membangun Indonesia dengan melibatkan partisipasi dari kelompok masyarakat itulah yang sebenarnya banyak disebut dalam teori modern, semua mesti terlibat, no one left behind,&quot; ujar Ganjar, Rabu (6/12/2023).


BACA JUGA:
Kunjungan ke Kedaton Kutai Kartanegara, Ganjar Komitmen Dukung Pelestarian Kesultanan Nusantara&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;


Ganjar menekankan pembangunan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah. Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan aspek lainnya, menurutnya, memerlukan pendekatan yang inklusif.

Pembangunan daerah, kata Ganjar, seringkali dihambat oleh berbagai kendala. Namun, solusi dapat ditemukan dalam kearifan lokal.


BACA JUGA:
Ziarah ke Makam Raja-Raja Kutai Kartanegara, Ganjar: Hormati Leluhur dan Jangan Lupakan Sejarah


&quot;Kalau kita ingin membangun daerah, lokalitas rasa-rasanya tidak bisa diabaikan. Karena apa? Karena dari sana ada banyak sekali nilai-nilai kearifan yang bisa dipakai untuk menyelesaikan persoalan yang seringkali begitu rumit,&quot; tuturnya.

Karena itu, Ganjar berkomitmen untuk melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama setempat dalam proses pembangunan Kalimantan Timur.Dalam rangka mencari masukan yang berharga, ia mengajak untuk berdiskusi demi menyempurnakan visi, misi, dan program pembangunan khususnya di wilayah tersebut.

&quot;Hari ini saya sebenarnya lebih ingin mendengarkan nanti apa-apa yang akan disampaikan bapak ibu agar menyempurnakan visi misi dan program, khususnya yang ada di Kalimantan Timur,&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Siti Atikoh Ganjar Ikut Panen Bawang Merah Bareng Petani di Bantul


Selain itu, Ganjar Pranowo juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur yang telah berperan dalam menjaga keberagaman dan nilai-nilai kebangsaan.

&quot;Ketika kita akan membangun sesuatu untuk kesejahteraan bersama, pasti kita akan mendengarkan nilai-nilai, kita akan mengikuti nilai-nilai yang ada di sana,&quot; pungkas Ganjar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMy8xLzE3NDYxMS81L3g4cTZxczM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo menegaskan pentingnya membangun Indonesia dengan mempertahankan keberagaman budaya.

Pesan tersebut disampaikan saat Ganjar silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan lintas agama di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam kesempatannya, Ganjar menyatakan meninggalkan budaya adalah kesalahan besar.

&quot;Membangun Indonesia dengan meninggalkan kebudayaan itu keliru besar, salah besar. Membangun Indonesia dengan melibatkan partisipasi dari kelompok masyarakat itulah yang sebenarnya banyak disebut dalam teori modern, semua mesti terlibat, no one left behind,&quot; ujar Ganjar, Rabu (6/12/2023).


BACA JUGA:
Kunjungan ke Kedaton Kutai Kartanegara, Ganjar Komitmen Dukung Pelestarian Kesultanan Nusantara&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;


Ganjar menekankan pembangunan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah. Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan aspek lainnya, menurutnya, memerlukan pendekatan yang inklusif.

Pembangunan daerah, kata Ganjar, seringkali dihambat oleh berbagai kendala. Namun, solusi dapat ditemukan dalam kearifan lokal.


BACA JUGA:
Ziarah ke Makam Raja-Raja Kutai Kartanegara, Ganjar: Hormati Leluhur dan Jangan Lupakan Sejarah


&quot;Kalau kita ingin membangun daerah, lokalitas rasa-rasanya tidak bisa diabaikan. Karena apa? Karena dari sana ada banyak sekali nilai-nilai kearifan yang bisa dipakai untuk menyelesaikan persoalan yang seringkali begitu rumit,&quot; tuturnya.

Karena itu, Ganjar berkomitmen untuk melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama setempat dalam proses pembangunan Kalimantan Timur.Dalam rangka mencari masukan yang berharga, ia mengajak untuk berdiskusi demi menyempurnakan visi, misi, dan program pembangunan khususnya di wilayah tersebut.

&quot;Hari ini saya sebenarnya lebih ingin mendengarkan nanti apa-apa yang akan disampaikan bapak ibu agar menyempurnakan visi misi dan program, khususnya yang ada di Kalimantan Timur,&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Siti Atikoh Ganjar Ikut Panen Bawang Merah Bareng Petani di Bantul


Selain itu, Ganjar Pranowo juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur yang telah berperan dalam menjaga keberagaman dan nilai-nilai kebangsaan.

&quot;Ketika kita akan membangun sesuatu untuk kesejahteraan bersama, pasti kita akan mendengarkan nilai-nilai, kita akan mengikuti nilai-nilai yang ada di sana,&quot; pungkas Ganjar.</content:encoded></item></channel></rss>
