<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Petani Kulonprogo, Atikoh Ganjar: Kedaulatan Pangan Terjaga, Indonesia Jadi Negara Tangguh</title><description>Siti Atikoh menyampaikan jika kedaulatan pangan terjaga, maka Indonesia akan menjadi negara yang tangguh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/510/2933791/bertemu-petani-kulonprogo-atikoh-ganjar-kedaulatan-pangan-terjaga-indonesia-jadi-negara-tangguh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/06/510/2933791/bertemu-petani-kulonprogo-atikoh-ganjar-kedaulatan-pangan-terjaga-indonesia-jadi-negara-tangguh"/><item><title>Bertemu Petani Kulonprogo, Atikoh Ganjar: Kedaulatan Pangan Terjaga, Indonesia Jadi Negara Tangguh</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/510/2933791/bertemu-petani-kulonprogo-atikoh-ganjar-kedaulatan-pangan-terjaga-indonesia-jadi-negara-tangguh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/06/510/2933791/bertemu-petani-kulonprogo-atikoh-ganjar-kedaulatan-pangan-terjaga-indonesia-jadi-negara-tangguh</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Devi Ari Rahmadhani </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/510/2933791/bertemu-petani-kulonprogo-atikoh-ganjar-kedaulatan-pangan-terjaga-indonesia-jadi-negara-tangguh-dLsDpu1zfn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siti Atikoh (Foto: Devi Ari Rahmadhani)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/510/2933791/bertemu-petani-kulonprogo-atikoh-ganjar-kedaulatan-pangan-terjaga-indonesia-jadi-negara-tangguh-dLsDpu1zfn.jpg</image><title>Siti Atikoh (Foto: Devi Ari Rahmadhani)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDY3MS81L3g4cTd5N3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Istri calon presiden Indonesia 2024 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh menyampaikan jika kedaulatan pangan terjaga, maka Indonesia akan menjadi negara yang tangguh.&amp;nbsp;
Pernyataan ini disampaikan kala Siti Atikoh melaksanakan safari politik ke kelompok wanita tani (KWT) dan Muslimat NU di Balai Roro Jonggrang Nepi, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (6/12/2023).

BACA JUGA:
Siti Atikoh Ganjar Disambut Tabuhan Lesung saat Bertemu Perempuan Tani dan Muslimat di Kulonprogo

Melalui kesempatan ini, Siti Atikoh pertama-tama menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para petani. &quot;Ibu-ibu petani di Kulonprogo, luar biasa sekali. Saya sebelumnya berterima kasih pada ibu semua yang konsisten dalam menjalankan pertanian. Karena Bung Karno pernah mengatakan, masalah pertanian adalah masalah hidup dan matinya sebuah bangsa,&amp;rdquo; kata Atikoh Ganjar.
&amp;ldquo;Pertanian menjadi kunci kalau kita mau menjadi sebuah bangsa yang tangguh hebat. Peran ibu-bapak petani di sini luar biasa sekali,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Dialog dengan Pelaku UMKM Kulonprogo, Siti Atikoh Serap Aspirasi dan Sumbang Saran

Untuk itu, Atikoh mengungkit kembali jayanya pertanian dan kedaulatan pangan di masa lalu. Hal ini sebagai bentuk motivasi agar kedepannya Indonesia kembali memiliki kejayaan dalam kedaulatan rakyat.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pertanian bahwa harusnya kita kembali ke masa lalu di mana Indonesia berjaya, pertanian termasuk kedaulatan pangannya agar bisa benar-benar tangguh,&quot; tutur Atikoh.

BACA JUGA:
Sulap Lahan Timbunan Sampah Jadi Tempat Bercocok Tanam, Begini Caranya

Sayangnya skala kepemilikan lahan petani itu memang rata-rata 300-400 meter. Untuk itu harus ada upaya cerdas dalam proses pengolahannya supaya meningkatkan pendapatan petani.
&amp;ldquo;Nah, bagaimana kita dengan lahan terbatas itu bisa produktif, energi yang luar biasa, meskipun kita bisa ya meningkatkan lahan secara pelan-pelan, lahan-lahan yang memang untuk pertanian ya sudah untuk pertanian saja, jangan dialihfungsikan untuk lahan lain,&quot; kata Siti Atikoh.

&amp;ldquo;Perlu ada pendampingan-pendampingan, ibu-bapak petani di Kulonprogo ini untuk memaksimalkan hasil produk,&quot; kata Siti Atikoh.



Lebih lanjut, Siti Atikoh juga membahas tentang kesengsaraan petani yang turut merasakan harga sembako mahal ketika ingin mengonsumsinya. Terkait masalah ini, Atikoh ingatkan para petani untuk menyisihkan hasil pangannya.



&quot;Ketika panen harga jualnya rendah, lha ketika harga naik, petani jadi konsumen. Lha itu yang bikin nyesek. Harapannya petani tetap mengalokasikan untuk diri sendiri. Itu namanya lumbung pangan di tingkat keluarga. Karena kalau kita bicara kedaulatan pangan, kita harus bisa mencukupi diri sendiri dulu,&quot; ujar Siti Atikoh.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDY3MS81L3g4cTd5N3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Istri calon presiden Indonesia 2024 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh menyampaikan jika kedaulatan pangan terjaga, maka Indonesia akan menjadi negara yang tangguh.&amp;nbsp;
Pernyataan ini disampaikan kala Siti Atikoh melaksanakan safari politik ke kelompok wanita tani (KWT) dan Muslimat NU di Balai Roro Jonggrang Nepi, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (6/12/2023).

BACA JUGA:
Siti Atikoh Ganjar Disambut Tabuhan Lesung saat Bertemu Perempuan Tani dan Muslimat di Kulonprogo

Melalui kesempatan ini, Siti Atikoh pertama-tama menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para petani. &quot;Ibu-ibu petani di Kulonprogo, luar biasa sekali. Saya sebelumnya berterima kasih pada ibu semua yang konsisten dalam menjalankan pertanian. Karena Bung Karno pernah mengatakan, masalah pertanian adalah masalah hidup dan matinya sebuah bangsa,&amp;rdquo; kata Atikoh Ganjar.
&amp;ldquo;Pertanian menjadi kunci kalau kita mau menjadi sebuah bangsa yang tangguh hebat. Peran ibu-bapak petani di sini luar biasa sekali,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Dialog dengan Pelaku UMKM Kulonprogo, Siti Atikoh Serap Aspirasi dan Sumbang Saran

Untuk itu, Atikoh mengungkit kembali jayanya pertanian dan kedaulatan pangan di masa lalu. Hal ini sebagai bentuk motivasi agar kedepannya Indonesia kembali memiliki kejayaan dalam kedaulatan rakyat.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pertanian bahwa harusnya kita kembali ke masa lalu di mana Indonesia berjaya, pertanian termasuk kedaulatan pangannya agar bisa benar-benar tangguh,&quot; tutur Atikoh.

BACA JUGA:
Sulap Lahan Timbunan Sampah Jadi Tempat Bercocok Tanam, Begini Caranya

Sayangnya skala kepemilikan lahan petani itu memang rata-rata 300-400 meter. Untuk itu harus ada upaya cerdas dalam proses pengolahannya supaya meningkatkan pendapatan petani.
&amp;ldquo;Nah, bagaimana kita dengan lahan terbatas itu bisa produktif, energi yang luar biasa, meskipun kita bisa ya meningkatkan lahan secara pelan-pelan, lahan-lahan yang memang untuk pertanian ya sudah untuk pertanian saja, jangan dialihfungsikan untuk lahan lain,&quot; kata Siti Atikoh.

&amp;ldquo;Perlu ada pendampingan-pendampingan, ibu-bapak petani di Kulonprogo ini untuk memaksimalkan hasil produk,&quot; kata Siti Atikoh.



Lebih lanjut, Siti Atikoh juga membahas tentang kesengsaraan petani yang turut merasakan harga sembako mahal ketika ingin mengonsumsinya. Terkait masalah ini, Atikoh ingatkan para petani untuk menyisihkan hasil pangannya.



&quot;Ketika panen harga jualnya rendah, lha ketika harga naik, petani jadi konsumen. Lha itu yang bikin nyesek. Harapannya petani tetap mengalokasikan untuk diri sendiri. Itu namanya lumbung pangan di tingkat keluarga. Karena kalau kita bicara kedaulatan pangan, kita harus bisa mencukupi diri sendiri dulu,&quot; ujar Siti Atikoh.</content:encoded></item></channel></rss>
