<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Rendam 350 Rumah Warga di Kota Cimahi, Ketinggian Mencapai 3 Meter</title><description>Ketinggian air bahkan sempat mencapai 3 meter.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/525/2933460/banjir-rendam-350-rumah-warga-di-kota-cimahi-ketinggian-mencapai-3-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/06/525/2933460/banjir-rendam-350-rumah-warga-di-kota-cimahi-ketinggian-mencapai-3-meter"/><item><title>Banjir Rendam 350 Rumah Warga di Kota Cimahi, Ketinggian Mencapai 3 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/525/2933460/banjir-rendam-350-rumah-warga-di-kota-cimahi-ketinggian-mencapai-3-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/06/525/2933460/banjir-rendam-350-rumah-warga-di-kota-cimahi-ketinggian-mencapai-3-meter</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Bangkit Rizki</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/525/2933460/banjir-rendam-350-rumah-warga-di-kota-cimahi-ketinggian-mencapai-3-meter-3tywHXLAWp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir Cimahi/Foto: Ferry Bangkit</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/525/2933460/banjir-rendam-350-rumah-warga-di-kota-cimahi-ketinggian-mencapai-3-meter-3tywHXLAWp.jpg</image><title>Banjir Cimahi/Foto: Ferry Bangkit</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNS8xLzE3NDcxOC81L3g4cTk3eXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

CIMAHI - Banjir merendam 350 rumah di RW 02, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat pada Selasa (5/12/2023). Ketinggian air bahkan sempat mencapai 3 meter.

Berdasarkan pantauan, hingga pukul 22.00 WIB air belum surut sepenuhnya. Rumah-rumah warga masih digenangi air yang menyisakan setinggi lutut orang dewasa. Warga tengah disibukan membuang air dari dalam rumah menggunakan ember. Banjir juga merendam peralatan elektronik hingga perabotan rumah warga.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Angkot Berpenumpang Terseret Banjir Bandang, Evakuasi Berlangsung Dramatis

&quot;Yang terdampak banjir ini di RW 02 ada 4 RT. Total ada 350 rumah, 500 KK dan 1.500 jiwa,&quot; ungkap Lurah Melong, Dian Rohmat di lokasi.

Dia mengatakan semua rumah yang ada di satu RW tersebut terendam banjir dengan ketinggian yang berbeda-beda. Banjir menerjang wilayahnya saat hujan deras mengguyur sekitar pukul 17.00 WIB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Media: Israel Pertimbangkan Banjiri Terowongan Hamas dengan Air Laut

Air dari sungai yang berada di wilayah tersebut akhirnya meluap dan merendam pemukiman di wilayah tersebut. &quot;Banjir masuk ke semua rumah warga. Perabotan seperti kursi dan sebagainya ikut terendam. Tapi paling tinggi itu 3 meter di daerah masjid,&quot; ujar Dian.

Untuk mempercepat surutnya air, mobil Pemadam Kebakaran Kota Cimahi pun dikerahkan ke lokasi banjir. Dian mengatakan, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi usai rumahnya direndam banjir.

&quot;Sejauh ini belum ada laporan yang mengungsi, warga masih bertahan karena mau beres-beres rumah. Nanti ada bantuan juga dari BPBD,&quot; pungkasnya.



Yani (42) salah seorang korban banjir menuturkan, bencana alami kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Seperti diketahui daerah tersebut memang sebelumnya selalu menjadi langganan banjir.



&quot;Ini paling parah kejadian lagi. Tadi pas lagi besar itu air setinggi pinggang orang dewasa. Perabotan, kulkas, semuanya basah kema banjir,&quot; kata Yani.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNS8xLzE3NDcxOC81L3g4cTk3eXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

CIMAHI - Banjir merendam 350 rumah di RW 02, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat pada Selasa (5/12/2023). Ketinggian air bahkan sempat mencapai 3 meter.

Berdasarkan pantauan, hingga pukul 22.00 WIB air belum surut sepenuhnya. Rumah-rumah warga masih digenangi air yang menyisakan setinggi lutut orang dewasa. Warga tengah disibukan membuang air dari dalam rumah menggunakan ember. Banjir juga merendam peralatan elektronik hingga perabotan rumah warga.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Angkot Berpenumpang Terseret Banjir Bandang, Evakuasi Berlangsung Dramatis

&quot;Yang terdampak banjir ini di RW 02 ada 4 RT. Total ada 350 rumah, 500 KK dan 1.500 jiwa,&quot; ungkap Lurah Melong, Dian Rohmat di lokasi.

Dia mengatakan semua rumah yang ada di satu RW tersebut terendam banjir dengan ketinggian yang berbeda-beda. Banjir menerjang wilayahnya saat hujan deras mengguyur sekitar pukul 17.00 WIB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Media: Israel Pertimbangkan Banjiri Terowongan Hamas dengan Air Laut

Air dari sungai yang berada di wilayah tersebut akhirnya meluap dan merendam pemukiman di wilayah tersebut. &quot;Banjir masuk ke semua rumah warga. Perabotan seperti kursi dan sebagainya ikut terendam. Tapi paling tinggi itu 3 meter di daerah masjid,&quot; ujar Dian.

Untuk mempercepat surutnya air, mobil Pemadam Kebakaran Kota Cimahi pun dikerahkan ke lokasi banjir. Dian mengatakan, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi usai rumahnya direndam banjir.

&quot;Sejauh ini belum ada laporan yang mengungsi, warga masih bertahan karena mau beres-beres rumah. Nanti ada bantuan juga dari BPBD,&quot; pungkasnya.



Yani (42) salah seorang korban banjir menuturkan, bencana alami kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Seperti diketahui daerah tersebut memang sebelumnya selalu menjadi langganan banjir.



&quot;Ini paling parah kejadian lagi. Tadi pas lagi besar itu air setinggi pinggang orang dewasa. Perabotan, kulkas, semuanya basah kema banjir,&quot; kata Yani.



</content:encoded></item></channel></rss>
