<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelajahi Museum Lapawawoi Alam Ganjar: Kerajaan Bone Sering Dipimpin Perempuan</title><description>Jelajahi Museum Lapawawoi Alam Ganjar: Kerajaan Bone Sering Dipimpin Perempuan
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/609/2933765/jelajahi-museum-lapawawoi-alam-ganjar-kerajaan-bone-sering-dipimpin-perempuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/06/609/2933765/jelajahi-museum-lapawawoi-alam-ganjar-kerajaan-bone-sering-dipimpin-perempuan"/><item><title>Jelajahi Museum Lapawawoi Alam Ganjar: Kerajaan Bone Sering Dipimpin Perempuan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/06/609/2933765/jelajahi-museum-lapawawoi-alam-ganjar-kerajaan-bone-sering-dipimpin-perempuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/06/609/2933765/jelajahi-museum-lapawawoi-alam-ganjar-kerajaan-bone-sering-dipimpin-perempuan</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2023 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/06/609/2933765/jelajahi-museum-lapawawoi-alam-ganjar-kerajaan-bone-sering-dipimpin-perempuan-h0oz7lhyuQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alam Ganjar saat jelajahi Museum Lapawawoi. (MPI/Widya Michella)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/06/609/2933765/jelajahi-museum-lapawawoi-alam-ganjar-kerajaan-bone-sering-dipimpin-perempuan-h0oz7lhyuQ.jpg</image><title>Alam Ganjar saat jelajahi Museum Lapawawoi. (MPI/Widya Michella)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMy8xLzE3NDYyOC81L3g4cTcwdnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BONE - Kunjungan putra Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh, Muhammad Zinedine Alam Ganjar ke Sulawesi Selatan, memasuki hari keenam, Rabu (6/12/2023). Alam Ganjar memulai kegiatannya dengan sarapan bersama relawan Bone di kediaman Ketua Tim Pemenangan Kabupaten (TPK) Bone, Andi Akhiruddin, Rabu (6/12/2023)

Alam disambut oleh para Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai koalisi beserta relawan dari pasangan Ganjar-Mahfud. Alam tampak berbincang dan menikmati santap pagi. Setelah itu, Alam diajak berkelilingi Tugu Nol Kilometer Bone sebelum akhirnya singgah di Museum La Pawawoi.

Alam disambut ratusan warga yang sejak pagi hari hendak ingin melihat dan berfoto dengannya. Alam tampak kagum dengan sejarah besar yang pernah ditorehkan Kerajaan Bone.

&quot;Luar biasa, baru sebentar di Bone kita sudah lihat beberapa sejarah dan budayanya Bone, luar biasa kuat. Ternyata kerajaan Bone seringkali dipimpin perempuan. Itu yang membuat saya kagum,&quot; ucap Alam.






BACA JUGA:
Sarapan Bersama Relawan Bone, Alam Ganjar Dinilai Miliki Sosok Low Profile











Sejarah mencatat, Kerajaan Bone didirikan Manurunge ri Matajang pada 1330 Masehi. Masuknya Islam ke Kerajaan Bone berawal ketika kerajaan ini tidak dianggap sederajat oleh Kesultanan Gowa. Kerajaan Bone baru akan dianggap setara apabila mau mengikuti Kesultanan Gowa memeluk agama Islam.

&quot;Apalagi Bone memiliki budaya Islam yang cukup kuat, terlebih dengan adanya pemimpin perempuan, hal tersebut menunjukkan toleransi terhadap gender itu sudah ditanam sejak dulu. Itu yang saya salut,&quot; ucap Alam.






BACA JUGA:
Alam Ganjar Tampung Aspirasi dan Diskusi Bersama Relawan di Makassar
















Ia memperoleh informasi perkembangan sejarah Bone. Meski sempat menjadi penguasa utama di Sulawesi Selatan, Bone akhirnya berada di bawah kendali Belanda pada 1905.

&quot;Berbagai macam sejarah Bone dari masa prasejarah sampai setelah jadi republik Indonesia semua ada di sini,&quot; ujarnya.








BACA JUGA:
Alam Ganjar Kunjungi Patung Arung Palakka, Warga Bone Berebut Selfie












Alam pun mengapresiasi kedatangan masyarakat yang luar biasa antusias. Alam berpesan kepada generasi muda untuk menjaga nilai-nilai sejarah. Salah satunya dengan mempertahankan eksistensi museum.



&quot;Ada beberapa teman-teman dari Bone mengembangkan museum pakai VR, terus tadi di VR itu kita bisa eksplor berbagai macam rumah adat di Sulawesi Selatan. Ayo kita ke museum kita kembangkan menggunakan kreativitas anak muda sehingga museum tersebut semakin menarik,&quot; tutur Alam.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMy8xLzE3NDYyOC81L3g4cTcwdnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BONE - Kunjungan putra Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh, Muhammad Zinedine Alam Ganjar ke Sulawesi Selatan, memasuki hari keenam, Rabu (6/12/2023). Alam Ganjar memulai kegiatannya dengan sarapan bersama relawan Bone di kediaman Ketua Tim Pemenangan Kabupaten (TPK) Bone, Andi Akhiruddin, Rabu (6/12/2023)

Alam disambut oleh para Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai koalisi beserta relawan dari pasangan Ganjar-Mahfud. Alam tampak berbincang dan menikmati santap pagi. Setelah itu, Alam diajak berkelilingi Tugu Nol Kilometer Bone sebelum akhirnya singgah di Museum La Pawawoi.

Alam disambut ratusan warga yang sejak pagi hari hendak ingin melihat dan berfoto dengannya. Alam tampak kagum dengan sejarah besar yang pernah ditorehkan Kerajaan Bone.

&quot;Luar biasa, baru sebentar di Bone kita sudah lihat beberapa sejarah dan budayanya Bone, luar biasa kuat. Ternyata kerajaan Bone seringkali dipimpin perempuan. Itu yang membuat saya kagum,&quot; ucap Alam.






BACA JUGA:
Sarapan Bersama Relawan Bone, Alam Ganjar Dinilai Miliki Sosok Low Profile











Sejarah mencatat, Kerajaan Bone didirikan Manurunge ri Matajang pada 1330 Masehi. Masuknya Islam ke Kerajaan Bone berawal ketika kerajaan ini tidak dianggap sederajat oleh Kesultanan Gowa. Kerajaan Bone baru akan dianggap setara apabila mau mengikuti Kesultanan Gowa memeluk agama Islam.

&quot;Apalagi Bone memiliki budaya Islam yang cukup kuat, terlebih dengan adanya pemimpin perempuan, hal tersebut menunjukkan toleransi terhadap gender itu sudah ditanam sejak dulu. Itu yang saya salut,&quot; ucap Alam.






BACA JUGA:
Alam Ganjar Tampung Aspirasi dan Diskusi Bersama Relawan di Makassar
















Ia memperoleh informasi perkembangan sejarah Bone. Meski sempat menjadi penguasa utama di Sulawesi Selatan, Bone akhirnya berada di bawah kendali Belanda pada 1905.

&quot;Berbagai macam sejarah Bone dari masa prasejarah sampai setelah jadi republik Indonesia semua ada di sini,&quot; ujarnya.








BACA JUGA:
Alam Ganjar Kunjungi Patung Arung Palakka, Warga Bone Berebut Selfie












Alam pun mengapresiasi kedatangan masyarakat yang luar biasa antusias. Alam berpesan kepada generasi muda untuk menjaga nilai-nilai sejarah. Salah satunya dengan mempertahankan eksistensi museum.



&quot;Ada beberapa teman-teman dari Bone mengembangkan museum pakai VR, terus tadi di VR itu kita bisa eksplor berbagai macam rumah adat di Sulawesi Selatan. Ayo kita ke museum kita kembangkan menggunakan kreativitas anak muda sehingga museum tersebut semakin menarik,&quot; tutur Alam.

</content:encoded></item></channel></rss>
