<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Masalah Pendidikan di Tangsel, Caleg Perindo: Jika Terpilih Saya Perbaiki</title><description>Budy Tjoanda mengatakan masalah pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menjadi pekerjaan rumah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/07/1/2934658/soroti-masalah-pendidikan-di-tangsel-caleg-perindo-jika-terpilih-saya-perbaiki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/07/1/2934658/soroti-masalah-pendidikan-di-tangsel-caleg-perindo-jika-terpilih-saya-perbaiki"/><item><title>Soroti Masalah Pendidikan di Tangsel, Caleg Perindo: Jika Terpilih Saya Perbaiki</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/07/1/2934658/soroti-masalah-pendidikan-di-tangsel-caleg-perindo-jika-terpilih-saya-perbaiki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/07/1/2934658/soroti-masalah-pendidikan-di-tangsel-caleg-perindo-jika-terpilih-saya-perbaiki</guid><pubDate>Kamis 07 Desember 2023 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/07/1/2934658/soroti-masalah-pendidikan-di-tangsel-caleg-perindo-jika-terpilih-saya-perbaiki-BxAniEBYZC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Podcast Perindo.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/07/1/2934658/soroti-masalah-pendidikan-di-tangsel-caleg-perindo-jika-terpilih-saya-perbaiki-BxAniEBYZC.jpg</image><title>Podcast Perindo.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNy8xLzE3NDgwMy81L3g4cWJpZHA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Caleg DPRD Partai Perindo Provinsi Banten Dapil 9 Budy Tjoanda mengatakan masalah pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menjadi pekerjaan rumah. Hal tersebut membuatnya tergerak untuk memperbaikinya.

&quot;Jika masuk (terpilih sebagai DPRD) ini akan saya perjuangkan dan perbaiki,&quot; kata Budy dalam diskusi Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Kamis (7/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sandiaga Sebut Ganjar Versi Jokowi 3.0, Perindo: Punya Akar dan Semangat yang Sama

Menurutnya, masalah tersebut yakni terjadi ketimpangan jumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Di mana, jumlah SMP di Tangsel hanya sekitar 15 persen dari jumlah SD, sehingga tingkat keterserapan alumni di SD negeri dan SMP negeri terbilang minim.

Dampak dari ketimpangan tersebut menyebabkan banyaknya orang tua wali menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta dengan biayanya cukup mahal. Bahkan, ada siswa yang sampai putus sekolah (drop out).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Capres Perindo Ganjar Pranowo Siap Berkantor di IKN Nusantara Bila Terpilih Jadi Presiden

&quot;Nah yang menjadi pernyataan, mereka putus sekolah karena tidak masuk sekolah negeri (SMP). Karena ketersediaan sekolah negeri itu sangat minim,&quot; jelas dia.

Selain itu, kata Budy, adanya oknum-oknum yang melakukan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) seperti pungutan biaya masuk sekolah negeri juga menjadi masalah yang serius.&quot;Setelah mereka lulus SMP mau ke SMA negeri itu kesulitan padahal nem mereka memenuhi persyaraatan. Kenapa? Karena khusus di Tangsel masih ada oknum-oknum bermain KKN. Untuk masuk ke sekolah negeri dia bayar Rp15-20 juta ke sekolah negeri. Inilah keprihatinan saya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNy8xLzE3NDgwMy81L3g4cWJpZHA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Caleg DPRD Partai Perindo Provinsi Banten Dapil 9 Budy Tjoanda mengatakan masalah pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menjadi pekerjaan rumah. Hal tersebut membuatnya tergerak untuk memperbaikinya.

&quot;Jika masuk (terpilih sebagai DPRD) ini akan saya perjuangkan dan perbaiki,&quot; kata Budy dalam diskusi Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Kamis (7/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sandiaga Sebut Ganjar Versi Jokowi 3.0, Perindo: Punya Akar dan Semangat yang Sama

Menurutnya, masalah tersebut yakni terjadi ketimpangan jumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Di mana, jumlah SMP di Tangsel hanya sekitar 15 persen dari jumlah SD, sehingga tingkat keterserapan alumni di SD negeri dan SMP negeri terbilang minim.

Dampak dari ketimpangan tersebut menyebabkan banyaknya orang tua wali menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta dengan biayanya cukup mahal. Bahkan, ada siswa yang sampai putus sekolah (drop out).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Capres Perindo Ganjar Pranowo Siap Berkantor di IKN Nusantara Bila Terpilih Jadi Presiden

&quot;Nah yang menjadi pernyataan, mereka putus sekolah karena tidak masuk sekolah negeri (SMP). Karena ketersediaan sekolah negeri itu sangat minim,&quot; jelas dia.

Selain itu, kata Budy, adanya oknum-oknum yang melakukan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) seperti pungutan biaya masuk sekolah negeri juga menjadi masalah yang serius.&quot;Setelah mereka lulus SMP mau ke SMA negeri itu kesulitan padahal nem mereka memenuhi persyaraatan. Kenapa? Karena khusus di Tangsel masih ada oknum-oknum bermain KKN. Untuk masuk ke sekolah negeri dia bayar Rp15-20 juta ke sekolah negeri. Inilah keprihatinan saya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
