<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isak Tangis Iringi Pemakaman Ibu dan Anak Korban Erupsi Marapi, Live di Facebook Sebelum Tewas</title><description>Momen terakhir ibu dan anak ini di Puncak Marapi sempat viral setelah videonya beredar di media sosial dan membuat haru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/07/340/2934214/isak-tangis-iringi-pemakaman-ibu-dan-anak-korban-erupsi-marapi-live-di-facebook-sebelum-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/07/340/2934214/isak-tangis-iringi-pemakaman-ibu-dan-anak-korban-erupsi-marapi-live-di-facebook-sebelum-tewas"/><item><title>Isak Tangis Iringi Pemakaman Ibu dan Anak Korban Erupsi Marapi, Live di Facebook Sebelum Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/07/340/2934214/isak-tangis-iringi-pemakaman-ibu-dan-anak-korban-erupsi-marapi-live-di-facebook-sebelum-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/07/340/2934214/isak-tangis-iringi-pemakaman-ibu-dan-anak-korban-erupsi-marapi-live-di-facebook-sebelum-tewas</guid><pubDate>Kamis 07 Desember 2023 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Budi Sunandar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/07/340/2934214/isak-tangis-pecah-iringi-pemakaman-ibu-dan-anak-korban-erupsi-marapi-live-di-facebook-sebelum-tewas-FVQPDqnkRR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibu dan Anak Korban Erupsi Marapi/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/07/340/2934214/isak-tangis-pecah-iringi-pemakaman-ibu-dan-anak-korban-erupsi-marapi-live-di-facebook-sebelum-tewas-FVQPDqnkRR.jpg</image><title>Ibu dan Anak Korban Erupsi Marapi/ist</title></images><description>


PADANG - Korban tewas akibat erupsi Gunung Marapi, terdapat seorang ibu dan anak yang jenazahnya berhasil dievakuasi dan teridentifikasi. Kedua korban merupakan warga Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Momen terakhir ibu dan anak ini di Puncak Marapi sempat viral setelah videonya beredar di media sosial dan membuat haru.

BACA JUGA:
Korban Erupsi Marapi, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Serli Pendaki Cantik Duta Genre Tanah Datar&amp;nbsp;

Korban adalah Novita Intan Sari dan anaknya Wahlul Alde Putra  (19). Keduanya dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya telah dibawa ke Kota Padang.
Sebelum terjebak dalam erupsi, Novita sempat berbagi momen pendakiannya melalui live Facebook,  ia terlihat bersama dua pendaki perempuan, yaitu Yasirli Amri dan Zhafira Zahrim Febrina.
Yasirli juga menjadi salah satu korban meninggal, sedangkan Zhafira berhasil selamat namun mengalami luka serius.

BACA JUGA:
BNPB Tutup Operasi SAR Terkait Erupsi Gunung Marapi, Total 23 Pendaki Meninggal Dunia

&amp;ldquo;Anaknya Wahlul Ade Putra yang merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Padang memang pernah beberapa kali melakukan aktivitas naik gunung,&amp;rdquo;ujar kerabat korban, Nurhayati.
Namun ibunya, Novita baru kali ini mendampingi putranya ikut naik Gunung Marapi dan ternyata berakhir tragis. Isak tangis saat pecah saat pemakaman keduanya.
&amp;ldquo;Kedua korban dimakamkan di pemakaman keluarga di daerah Lubuk Minturun dengan posisi berdampingan,&amp;rdquo;pungkasnya.Sekadar diketahui, seluruh pendaki gunung yang menjadi korban erupsi Gunung Merapi di Sumatera Barat telah ditemukan. Total ada 75 pendaki dengan rincian 52 selamat dan 23 meninggal dunia.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten, Agam Ichwan Pratama Danda mengatakan pendaki terakhir dalam keadaan meninggal dan telah teridentifikasi terakhir ditemukan pada Rabu, (6/12/2023). Rencananya, operasi pencarian korban erupsi merapi akan ditutup karena semua pendaki telah ditemukan.
&quot;Semua korban sudah ditemukan, terakhir satu orang meninggal dunia. Dengan begitu untuk pencarian dan pertolongan yang dikomandoi rekan Basarnas, sesuai hasil rapat evaluasi tadi dan sudah ditemukan, operasi SAR kita tutup,&quot; ujar Ichwan, Kamis, (7/12/2023).</description><content:encoded>


PADANG - Korban tewas akibat erupsi Gunung Marapi, terdapat seorang ibu dan anak yang jenazahnya berhasil dievakuasi dan teridentifikasi. Kedua korban merupakan warga Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Momen terakhir ibu dan anak ini di Puncak Marapi sempat viral setelah videonya beredar di media sosial dan membuat haru.

BACA JUGA:
Korban Erupsi Marapi, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Serli Pendaki Cantik Duta Genre Tanah Datar&amp;nbsp;

Korban adalah Novita Intan Sari dan anaknya Wahlul Alde Putra  (19). Keduanya dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya telah dibawa ke Kota Padang.
Sebelum terjebak dalam erupsi, Novita sempat berbagi momen pendakiannya melalui live Facebook,  ia terlihat bersama dua pendaki perempuan, yaitu Yasirli Amri dan Zhafira Zahrim Febrina.
Yasirli juga menjadi salah satu korban meninggal, sedangkan Zhafira berhasil selamat namun mengalami luka serius.

BACA JUGA:
BNPB Tutup Operasi SAR Terkait Erupsi Gunung Marapi, Total 23 Pendaki Meninggal Dunia

&amp;ldquo;Anaknya Wahlul Ade Putra yang merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Padang memang pernah beberapa kali melakukan aktivitas naik gunung,&amp;rdquo;ujar kerabat korban, Nurhayati.
Namun ibunya, Novita baru kali ini mendampingi putranya ikut naik Gunung Marapi dan ternyata berakhir tragis. Isak tangis saat pecah saat pemakaman keduanya.
&amp;ldquo;Kedua korban dimakamkan di pemakaman keluarga di daerah Lubuk Minturun dengan posisi berdampingan,&amp;rdquo;pungkasnya.Sekadar diketahui, seluruh pendaki gunung yang menjadi korban erupsi Gunung Merapi di Sumatera Barat telah ditemukan. Total ada 75 pendaki dengan rincian 52 selamat dan 23 meninggal dunia.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten, Agam Ichwan Pratama Danda mengatakan pendaki terakhir dalam keadaan meninggal dan telah teridentifikasi terakhir ditemukan pada Rabu, (6/12/2023). Rencananya, operasi pencarian korban erupsi merapi akan ditutup karena semua pendaki telah ditemukan.
&quot;Semua korban sudah ditemukan, terakhir satu orang meninggal dunia. Dengan begitu untuk pencarian dan pertolongan yang dikomandoi rekan Basarnas, sesuai hasil rapat evaluasi tadi dan sudah ditemukan, operasi SAR kita tutup,&quot; ujar Ichwan, Kamis, (7/12/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
