<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Bawah Moncong Senapan Wadanjen Kopassus Bebaskan Seorang Anak dari Tentara Israel</title><description>Jenderal bintang satu Kopassus tercatat memiliki mempunyai kisah heroik saat menyelamatkan bocah Lebanon yang ditangkap tentara Israel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/08/337/2934707/di-bawah-moncong-senapan-wadanjen-kopassus-bebaskan-seorang-anak-dari-tentara-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/08/337/2934707/di-bawah-moncong-senapan-wadanjen-kopassus-bebaskan-seorang-anak-dari-tentara-israel"/><item><title>Di Bawah Moncong Senapan Wadanjen Kopassus Bebaskan Seorang Anak dari Tentara Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/08/337/2934707/di-bawah-moncong-senapan-wadanjen-kopassus-bebaskan-seorang-anak-dari-tentara-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/08/337/2934707/di-bawah-moncong-senapan-wadanjen-kopassus-bebaskan-seorang-anak-dari-tentara-israel</guid><pubDate>Jum'at 08 Desember 2023 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/07/337/2934707/di-bawah-moncong-senapan-wadanjen-kopassus-bebaskan-seorang-anak-dari-tentara-israel-PYAIDKgtBY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/07/337/2934707/di-bawah-moncong-senapan-wadanjen-kopassus-bebaskan-seorang-anak-dari-tentara-israel-PYAIDKgtBY.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNy8xLzE3NDgxNS81L3g4cWJydjU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan promosi kepada Brigjen TNI Yudha Airlangga yang sebelumnya menjabat Danpusdiklatpassus Kopassus, menjadi Wadanjen Kopassus.
Jenderal bintang satu Kopassus tercatat memiliki mempunyai kisah heroik saat menyelamatkan bocah Lebanon yang ditangkap tentara Israel.
Saat itu Yudha Airlangga bergabung dalam Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A di wilayah Selatan Lebanon, yang sedang menengahi kelompok Hizbullah dengan Israel di Lebanon.
Saat itu pasukan Korps Baret Merah Kopassus sebagai pasukan PBB mengubah seorang prajurit tempur menjadi pihak yang kerap mendapat sasaran kekerasan dan ancaman maut dari kelompok yang bertikai.

BACA JUGA:
Jelang Laga Persib Bandung vs Persik Kediri, Bojan Hodak Pertajam Dua Hal Ini

Yudha Airlangga yang saat itu masih berpangkat mayor, menceritakan pengalamannya menolong seorang bocah Lebanon yang ditangkap tentara Israel.

BACA JUGA:
Perbandingan Persib Bandung dengan Klub Malaysia Versi Kiper Anyar Maung Bandung Kevin Ray Mendoza

&quot;Tentara Israel dengan brutal menangkap seorang bocah karena merusak pagar perbatasan Israel dengan Lebanon,&quot; demikian seperti dikutip Okezone dalam buku Kopassus untuk Indonesia, karangan Iwan Santosa dan E.A Natanegara.Bocah berusia 15 tahun tersebut langsung ditahan oleh tentara Israel.

Yudha dan rekan-rekannya berdiplomasi ke pos militer Israel. Pasukan Indonesia bersikap netral dan menganggap semua tidak bermusuhan. Mereka juga menghargai prajurit Israel sebagai prajurit profesional yang sedang menjalankan tugas.

Secara mengejutkan, Tentara Israel itu menodongkan senjata ke pasukan PBB asal Indonesia yang sedang berdiplomasi.

Selama empat jam mereka merayu dan menekankan fakta ke tentara Israel bahwa pelaku adalah anak kecil. &quot;Kita kembangkan sisi kemanusiannya, sehingga mereka akhirnya membebaskan anak itu,&quot; tukasnya.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNy8xLzE3NDgxNS81L3g4cWJydjU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan promosi kepada Brigjen TNI Yudha Airlangga yang sebelumnya menjabat Danpusdiklatpassus Kopassus, menjadi Wadanjen Kopassus.
Jenderal bintang satu Kopassus tercatat memiliki mempunyai kisah heroik saat menyelamatkan bocah Lebanon yang ditangkap tentara Israel.
Saat itu Yudha Airlangga bergabung dalam Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A di wilayah Selatan Lebanon, yang sedang menengahi kelompok Hizbullah dengan Israel di Lebanon.
Saat itu pasukan Korps Baret Merah Kopassus sebagai pasukan PBB mengubah seorang prajurit tempur menjadi pihak yang kerap mendapat sasaran kekerasan dan ancaman maut dari kelompok yang bertikai.

BACA JUGA:
Jelang Laga Persib Bandung vs Persik Kediri, Bojan Hodak Pertajam Dua Hal Ini

Yudha Airlangga yang saat itu masih berpangkat mayor, menceritakan pengalamannya menolong seorang bocah Lebanon yang ditangkap tentara Israel.

BACA JUGA:
Perbandingan Persib Bandung dengan Klub Malaysia Versi Kiper Anyar Maung Bandung Kevin Ray Mendoza

&quot;Tentara Israel dengan brutal menangkap seorang bocah karena merusak pagar perbatasan Israel dengan Lebanon,&quot; demikian seperti dikutip Okezone dalam buku Kopassus untuk Indonesia, karangan Iwan Santosa dan E.A Natanegara.Bocah berusia 15 tahun tersebut langsung ditahan oleh tentara Israel.

Yudha dan rekan-rekannya berdiplomasi ke pos militer Israel. Pasukan Indonesia bersikap netral dan menganggap semua tidak bermusuhan. Mereka juga menghargai prajurit Israel sebagai prajurit profesional yang sedang menjalankan tugas.

Secara mengejutkan, Tentara Israel itu menodongkan senjata ke pasukan PBB asal Indonesia yang sedang berdiplomasi.

Selama empat jam mereka merayu dan menekankan fakta ke tentara Israel bahwa pelaku adalah anak kecil. &quot;Kita kembangkan sisi kemanusiannya, sehingga mereka akhirnya membebaskan anak itu,&quot; tukasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
