<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Usulan Debat Tanpa Saling Sanggah, TPN Ganjar-Mahfud: Publik Harus Tahu Kualitas Paslon   </title><description>Debat harus dibarengi dengan dialog dan tanya jawab agar bisa dipahami apa yang disampaikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/08/337/2934972/soroti-usulan-debat-tanpa-saling-sanggah-tpn-ganjar-mahfud-publik-harus-tahu-kualitas-paslon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/08/337/2934972/soroti-usulan-debat-tanpa-saling-sanggah-tpn-ganjar-mahfud-publik-harus-tahu-kualitas-paslon"/><item><title>Soroti Usulan Debat Tanpa Saling Sanggah, TPN Ganjar-Mahfud: Publik Harus Tahu Kualitas Paslon   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/08/337/2934972/soroti-usulan-debat-tanpa-saling-sanggah-tpn-ganjar-mahfud-publik-harus-tahu-kualitas-paslon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/08/337/2934972/soroti-usulan-debat-tanpa-saling-sanggah-tpn-ganjar-mahfud-publik-harus-tahu-kualitas-paslon</guid><pubDate>Jum'at 08 Desember 2023 10:32 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/08/337/2934972/soroti-usulan-debat-tanpa-saling-sanggah-tpn-ganjar-mahfud-publik-harus-tahu-kualitas-paslon-eUYe7QjYX8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iwan Setiawan. (Foto: Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/08/337/2934972/soroti-usulan-debat-tanpa-saling-sanggah-tpn-ganjar-mahfud-publik-harus-tahu-kualitas-paslon-eUYe7QjYX8.jpg</image><title>Iwan Setiawan. (Foto: Dok MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOC8xLzE3NDgzNi81L3g4cWNpMWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD,&amp;nbsp;Iwan Setiawan merespons Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mengusulkan agar saling sanggah dalam debat calon presiden-calon wakil presiden dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Menurut Iwan Setiawan, debat merupakan ajang bagi para capres/cawapres untuk menyampaikan gagasan mereka serta visi-misinya. Dalam penyampaian visi misi dalam debat tersebut tentu harus dibarengi dengan dialog dan tanya jawab agar bisa dipahami apa yang disampaikan.

&quot;Debat bukanlah ajang untuk menjatuhkan satu sama lain, melainkan ingin melihat bagaimana Capres-Cawapres itu mampu mendialogkan visi-misi dan programnya. Sampai di mana dia mampu menginternalisasi visi-misi dan programnya tersebut. Sehingga nanti akan terbentuk komitmen untuk menjalankannya setelah terpilih,&quot; kata Iwan di Jakarta, Kamis (7/12).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Peresmian TPD Surakarta, Atikoh Ganjar: Jangan Takut terhadap Tekanan

Selan itu, Iwan menjelaskan debat juga merupakan sarana capres-cawapres untuk mempertahankan visi-misi dan program dengan penjelasan yang mendalam juga rasional dari pertanyaan dan kritik yang muncul dari lawan debat.

&quot;Sehingga masyarakat juga punya kekayaan wawasan terhadap visi-misi yang ditawarkan capres-cawapres tersebut. Jadi kalau tidak ada proses sanggah menyanggahnya bukan debat namanya itu, tapi curhat,&quot; katanya.

Diungkapkan pula oleh Iwan, debat juga merupakan sarana bagi masyarakat untuk melihat kualitas dan jam terbang capres-cawapres. Karena mereka ini akan memimpin 280 juta rakyat Indonesia

&quot;Tidak boleh biasa-biasa saja kualitasnya, harus luar biasa dan lebih unggul dari orang biasa,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Keliling Daerah Serap Aspirasi, Ganjar Prioritaskan Akses Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengusulkan agar dalam debat capres dan cawapres tidak ada sanggahan.

TKN menyebut hal itu untuk memaksimalkan waktu agar capres-cawapres bisa menjelaskan gagasan dan program kerja.

Anggota Dewan Pakar TKN Drajat Wibowo mengakui pihaknya sudah mengusulkan hal itu dalam rapat antara timses pasangan calon dengan KPU.

&amp;ldquo;Memang ada usulan dari kita agar debatnya tidak menjadi saling sanggah. Jadi sesi saling sanggahnya kalau bisa dikurangi, atau dihilangkan,&amp;rdquo; kata Drajat saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2023).&amp;ldquo;Tetapi pasangan calon itu diberikan kesempatan lebih panjang untuk pendalaman kebijakan,&amp;rdquo; ucapnya.



Menurut Drajat, masing-masing pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dapat menggali gagasan antar kandidat.



Namun demikian, TKN mengusulkan agar masing-masing kandidat lebih banyak memaparkan program dibanding sanggahan.



&amp;ldquo;Jadi saling sanggahnya yang kita minta untuk dihilangkan atau dikurangkan,&amp;rdquo; kata Drajat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wOC8xLzE3NDgzNi81L3g4cWNpMWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD,&amp;nbsp;Iwan Setiawan merespons Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mengusulkan agar saling sanggah dalam debat calon presiden-calon wakil presiden dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Menurut Iwan Setiawan, debat merupakan ajang bagi para capres/cawapres untuk menyampaikan gagasan mereka serta visi-misinya. Dalam penyampaian visi misi dalam debat tersebut tentu harus dibarengi dengan dialog dan tanya jawab agar bisa dipahami apa yang disampaikan.

&quot;Debat bukanlah ajang untuk menjatuhkan satu sama lain, melainkan ingin melihat bagaimana Capres-Cawapres itu mampu mendialogkan visi-misi dan programnya. Sampai di mana dia mampu menginternalisasi visi-misi dan programnya tersebut. Sehingga nanti akan terbentuk komitmen untuk menjalankannya setelah terpilih,&quot; kata Iwan di Jakarta, Kamis (7/12).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Peresmian TPD Surakarta, Atikoh Ganjar: Jangan Takut terhadap Tekanan

Selan itu, Iwan menjelaskan debat juga merupakan sarana capres-cawapres untuk mempertahankan visi-misi dan program dengan penjelasan yang mendalam juga rasional dari pertanyaan dan kritik yang muncul dari lawan debat.

&quot;Sehingga masyarakat juga punya kekayaan wawasan terhadap visi-misi yang ditawarkan capres-cawapres tersebut. Jadi kalau tidak ada proses sanggah menyanggahnya bukan debat namanya itu, tapi curhat,&quot; katanya.

Diungkapkan pula oleh Iwan, debat juga merupakan sarana bagi masyarakat untuk melihat kualitas dan jam terbang capres-cawapres. Karena mereka ini akan memimpin 280 juta rakyat Indonesia

&quot;Tidak boleh biasa-biasa saja kualitasnya, harus luar biasa dan lebih unggul dari orang biasa,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
Keliling Daerah Serap Aspirasi, Ganjar Prioritaskan Akses Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengusulkan agar dalam debat capres dan cawapres tidak ada sanggahan.

TKN menyebut hal itu untuk memaksimalkan waktu agar capres-cawapres bisa menjelaskan gagasan dan program kerja.

Anggota Dewan Pakar TKN Drajat Wibowo mengakui pihaknya sudah mengusulkan hal itu dalam rapat antara timses pasangan calon dengan KPU.

&amp;ldquo;Memang ada usulan dari kita agar debatnya tidak menjadi saling sanggah. Jadi sesi saling sanggahnya kalau bisa dikurangi, atau dihilangkan,&amp;rdquo; kata Drajat saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2023).&amp;ldquo;Tetapi pasangan calon itu diberikan kesempatan lebih panjang untuk pendalaman kebijakan,&amp;rdquo; ucapnya.



Menurut Drajat, masing-masing pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dapat menggali gagasan antar kandidat.



Namun demikian, TKN mengusulkan agar masing-masing kandidat lebih banyak memaparkan program dibanding sanggahan.



&amp;ldquo;Jadi saling sanggahnya yang kita minta untuk dihilangkan atau dikurangkan,&amp;rdquo; kata Drajat.</content:encoded></item></channel></rss>
