<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Polisi Himbau Warga Tak Sebarkan Foto 4 Anak yang Tewas di Jagakarsa   </title><description>Polda Metro Jaya mengajak seluruh pihak untuk terlibat dalam kontrol sosial, perihal kasus tewasnya 4 bocah di dalam kamar&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/08/338/2935309/polisi-himbau-warga-tak-sebarkan-foto-4-anak-yang-tewas-di-jagakarsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/08/338/2935309/polisi-himbau-warga-tak-sebarkan-foto-4-anak-yang-tewas-di-jagakarsa"/><item><title> Polisi Himbau Warga Tak Sebarkan Foto 4 Anak yang Tewas di Jagakarsa   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/08/338/2935309/polisi-himbau-warga-tak-sebarkan-foto-4-anak-yang-tewas-di-jagakarsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/08/338/2935309/polisi-himbau-warga-tak-sebarkan-foto-4-anak-yang-tewas-di-jagakarsa</guid><pubDate>Jum'at 08 Desember 2023 17:16 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/08/338/2935309/polisi-himbau-warga-tak-sebarkan-foto-4-anak-yang-tewas-di-jagakarsa-0C6duF7ev3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu (foto: MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/08/338/2935309/polisi-himbau-warga-tak-sebarkan-foto-4-anak-yang-tewas-di-jagakarsa-0C6duF7ev3.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu (foto: MNC Portal)</title></images><description>

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengajak seluruh pihak untuk terlibat dalam kontrol sosial, perihal kasus tewasnya 4 bocah di dalam kamar rumah yang berlokasi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengimbau untuk tidak turut menyebarkan gambar yang berkaitan dengan jenazah 4 bocah berinisial VA (6), SP (4), AR (3), dan AS (1).

&amp;ldquo;Polda Metro Jaya menghimbau untuk tidak menyebarkan gambar 4 jenazah korban anak tersebut,&amp;rdquo; ujar Trunoyudo kepada wartawan, Jumat (8/12/2023).

BACA JUGA:
Ini Tampang Bengis Panca Darmansyah, Pembunuh 4 Bocah di Jagakarsa yang Juga KDRT ke Istrinya

Trunoyudo menjelaskan, bahwa terkait kasus tersebut diperlukan empati untuk sama-sama bijak menyikapi dengan tidak menyebarkannya.

&amp;ldquo;Karena ini membuat emosional yang tentu butuh empati kita bersama, dan kesadaran dari masyarakat untuk tidak menyebarkan hal tersebut,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;ldquo;Silakan sama-sama untuk melakukan pengawasan media dalam kontrol sosial penanganan kasus ini,&amp;rdquo; tandasnya.

BACA JUGA:
Ibu dari 4 Anak yang Meninggal di Jagakarsa Dapat Pendampingan Psikologis

Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkap empat orang bocah ditemukan tak bernyawa dan terkunci di dalam sebuah kamar rumah yang berlokasi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

&amp;ldquo;Betul, ada empat orang penemuan mayat di dalam kamar,&amp;rdquo; ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro saat dihubungi, Rabu (6/12/2023).

Polisi menduga, pelaku yang menyebabkan empat bocah meninggal dunia ini adalah orangtuanya sendiri. Pelaku sendiri disebut juga ingin mengakhiri hidupnya, namun berhasil digagalkan dan kini dalam penanganan medis.



&amp;ldquo;Sementara untuk orang tuanya sendiri. Sementara masih dugaan (korban) anaknya (pelaku). Orang tuanya yang diduga sebagai pelaku mencoba untuk bunuh diri juga. Tapi saat ini masih bisa selamat dan dirawat di RS,&amp;rdquo; ungkapnya.



Kendati demikian, polisi belum mengetahui penyebab pasti dari kematian empat korban itu. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di tempat kejadian perkara (TKP).</description><content:encoded>

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengajak seluruh pihak untuk terlibat dalam kontrol sosial, perihal kasus tewasnya 4 bocah di dalam kamar rumah yang berlokasi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengimbau untuk tidak turut menyebarkan gambar yang berkaitan dengan jenazah 4 bocah berinisial VA (6), SP (4), AR (3), dan AS (1).

&amp;ldquo;Polda Metro Jaya menghimbau untuk tidak menyebarkan gambar 4 jenazah korban anak tersebut,&amp;rdquo; ujar Trunoyudo kepada wartawan, Jumat (8/12/2023).

BACA JUGA:
Ini Tampang Bengis Panca Darmansyah, Pembunuh 4 Bocah di Jagakarsa yang Juga KDRT ke Istrinya

Trunoyudo menjelaskan, bahwa terkait kasus tersebut diperlukan empati untuk sama-sama bijak menyikapi dengan tidak menyebarkannya.

&amp;ldquo;Karena ini membuat emosional yang tentu butuh empati kita bersama, dan kesadaran dari masyarakat untuk tidak menyebarkan hal tersebut,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;ldquo;Silakan sama-sama untuk melakukan pengawasan media dalam kontrol sosial penanganan kasus ini,&amp;rdquo; tandasnya.

BACA JUGA:
Ibu dari 4 Anak yang Meninggal di Jagakarsa Dapat Pendampingan Psikologis

Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkap empat orang bocah ditemukan tak bernyawa dan terkunci di dalam sebuah kamar rumah yang berlokasi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

&amp;ldquo;Betul, ada empat orang penemuan mayat di dalam kamar,&amp;rdquo; ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro saat dihubungi, Rabu (6/12/2023).

Polisi menduga, pelaku yang menyebabkan empat bocah meninggal dunia ini adalah orangtuanya sendiri. Pelaku sendiri disebut juga ingin mengakhiri hidupnya, namun berhasil digagalkan dan kini dalam penanganan medis.



&amp;ldquo;Sementara untuk orang tuanya sendiri. Sementara masih dugaan (korban) anaknya (pelaku). Orang tuanya yang diduga sebagai pelaku mencoba untuk bunuh diri juga. Tapi saat ini masih bisa selamat dan dirawat di RS,&amp;rdquo; ungkapnya.



Kendati demikian, polisi belum mengetahui penyebab pasti dari kematian empat korban itu. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di tempat kejadian perkara (TKP).</content:encoded></item></channel></rss>
