<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Ke-6 di Sulsel, Alam Ganjar Dalami Budaya dan Sejarah Kerajaan Bone</title><description>Hari ke-6 di Sulawesi Selatan, Muhammad Zinedine Alam Ganjar berkunjung ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/08/609/2934990/hari-ke-6-di-sulsel-alam-ganjar-dalami-budaya-dan-sejarah-kerajaan-bone</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/12/08/609/2934990/hari-ke-6-di-sulsel-alam-ganjar-dalami-budaya-dan-sejarah-kerajaan-bone"/><item><title>Hari Ke-6 di Sulsel, Alam Ganjar Dalami Budaya dan Sejarah Kerajaan Bone</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/12/08/609/2934990/hari-ke-6-di-sulsel-alam-ganjar-dalami-budaya-dan-sejarah-kerajaan-bone</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/12/08/609/2934990/hari-ke-6-di-sulsel-alam-ganjar-dalami-budaya-dan-sejarah-kerajaan-bone</guid><pubDate>Jum'at 08 Desember 2023 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/08/609/2934990/hari-ke-6-di-sulsel-alam-ganjar-dalami-budaya-dan-sejarah-kerajaan-bone-cY8jwlBTI0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alam Ganjar (Foto: Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/08/609/2934990/hari-ke-6-di-sulsel-alam-ganjar-dalami-budaya-dan-sejarah-kerajaan-bone-cY8jwlBTI0.jpg</image><title>Alam Ganjar (Foto: Dok)</title></images><description>


BONE - Hari ke-6 di Sulawesi Selatan, Muhammad Zinedine Alam Ganjar berkunjung ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Alam berangkat pagi dini hari bersama rombongan dan menuju sejumlah titik yang dituju.
Kunjungan pertamanya sesusai tiba di Bone, Alam disambut oleh para Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai koalisi beserta relawan dari pasangan Ganjar-Mahfud. Alam tampak berbincang dan menikmati santap pagi.

BACA JUGA:
Sambil Olahraga, Alam Ganjar Diskusi Pembangunan Manusia Unggul Bersama Komunitas Sepeda

Setelah itu, Alam diajak berkelilingi Tugu Nol Kilometer Bone sebelum akhirnya singgah di Museum La Pawawoi, Rabu 6 Desember 2023. Alam disambut oleh ratusan masyarakat sejak pagi hari yang hendak ingin melihat dan berfoto dengan dirinya.
Alam pun tampak kagum dengan sejarah besar yang pernah ditorehkan oleh kerajaan Bone.
&quot;Luar biasa, baru sebentar di Bone kita sudah lihat beberapa sejarah dan budayanya Bone, luar biasa kuat, ternyata kerajaan Bone seringkali dipimpin oleh perempuan dan itu yang membuat saya kagum,&quot; ungkap Alam.

BACA JUGA:
Optimalkan Bonus Demografi, Alam Ganjar Ajak Pemuda Bone Tingkatkan Soft Skill

Sejarah mencatat bahwa kerajaan Bone didirikan oleh Manurunge ri Matajang pada 1330 masehi.
&quot;Apalagi Bone memiliki budaya islam yang cukup kuat, terlebih dengan adanya pemimpin perempuan, hal tersebut menunjukan toleransi terhadap gender itu sudah ditanam sejak dulu dan itu yang saya salut,&quot; ungkap Alam.Alam pun memperoleh informasi perkembangan sejarah Bone. Meski, sempat menjadi penguasa utama di Sulawesi Selatan, Bone akhirnya berada di bawah kendali Belanda pada 1905.
&quot;Berbagai macam sejarah Bone dari masa pra sejarah sampai setelah jadi Republik Indonesia semua ada di sini,&quot; lanjut Alam.

BACA JUGA:
KCI Lakukan Pengecekan Rangkaian Usai Kecelakaan Kereta dengan Mobil di Duri

Alam pun mengapresiasi kedatangan masyarakat yang luar biasa antusias. Alam berpesan kepada generasi muda untuk menjaga nilai-nilai sejarah, salah satunya dengan mempertahankan eksistensi museum.
&quot;Ada beberapa teman-teman dari Bone mengembangkan museum pake VR, terus tadi di VR itu kita bisa eksplor berbagai macam rumah adat di Sulawesi Selatan, ayo kita ke museum kita kembangkan menggunakan kreativitas anak muda sehingga museum tersebut semakin menarik,&quot; pungkas Alam.</description><content:encoded>


BONE - Hari ke-6 di Sulawesi Selatan, Muhammad Zinedine Alam Ganjar berkunjung ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Alam berangkat pagi dini hari bersama rombongan dan menuju sejumlah titik yang dituju.
Kunjungan pertamanya sesusai tiba di Bone, Alam disambut oleh para Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai koalisi beserta relawan dari pasangan Ganjar-Mahfud. Alam tampak berbincang dan menikmati santap pagi.

BACA JUGA:
Sambil Olahraga, Alam Ganjar Diskusi Pembangunan Manusia Unggul Bersama Komunitas Sepeda

Setelah itu, Alam diajak berkelilingi Tugu Nol Kilometer Bone sebelum akhirnya singgah di Museum La Pawawoi, Rabu 6 Desember 2023. Alam disambut oleh ratusan masyarakat sejak pagi hari yang hendak ingin melihat dan berfoto dengan dirinya.
Alam pun tampak kagum dengan sejarah besar yang pernah ditorehkan oleh kerajaan Bone.
&quot;Luar biasa, baru sebentar di Bone kita sudah lihat beberapa sejarah dan budayanya Bone, luar biasa kuat, ternyata kerajaan Bone seringkali dipimpin oleh perempuan dan itu yang membuat saya kagum,&quot; ungkap Alam.

BACA JUGA:
Optimalkan Bonus Demografi, Alam Ganjar Ajak Pemuda Bone Tingkatkan Soft Skill

Sejarah mencatat bahwa kerajaan Bone didirikan oleh Manurunge ri Matajang pada 1330 masehi.
&quot;Apalagi Bone memiliki budaya islam yang cukup kuat, terlebih dengan adanya pemimpin perempuan, hal tersebut menunjukan toleransi terhadap gender itu sudah ditanam sejak dulu dan itu yang saya salut,&quot; ungkap Alam.Alam pun memperoleh informasi perkembangan sejarah Bone. Meski, sempat menjadi penguasa utama di Sulawesi Selatan, Bone akhirnya berada di bawah kendali Belanda pada 1905.
&quot;Berbagai macam sejarah Bone dari masa pra sejarah sampai setelah jadi Republik Indonesia semua ada di sini,&quot; lanjut Alam.

BACA JUGA:
KCI Lakukan Pengecekan Rangkaian Usai Kecelakaan Kereta dengan Mobil di Duri

Alam pun mengapresiasi kedatangan masyarakat yang luar biasa antusias. Alam berpesan kepada generasi muda untuk menjaga nilai-nilai sejarah, salah satunya dengan mempertahankan eksistensi museum.
&quot;Ada beberapa teman-teman dari Bone mengembangkan museum pake VR, terus tadi di VR itu kita bisa eksplor berbagai macam rumah adat di Sulawesi Selatan, ayo kita ke museum kita kembangkan menggunakan kreativitas anak muda sehingga museum tersebut semakin menarik,&quot; pungkas Alam.</content:encoded></item></channel></rss>
